Sabtu, 03/10/26 | 21:30 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home DAERAH

Rabab Pasisia dan Tari Buai-Buai Bertahan di Tengah Arus Musik Modern

Kamis, 01/10/26 | 23:45 WIB

Padang, Scientia.id – Di tengah perkembangan musik digital dan semakin beragamnya bentuk pertunjukan modern, Rabab Pasisia dan Tari Buai-Buai masih bertahan sebagai bagian dari tradisi masyarakat pesisir Sumatera Barat.

Kedua kesenian tersebut dibawakan Kabupaten Pesisir Selatan dalam panggung Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Sumatera Barat, Saraso Fest 2026, di Taman Budaya Sumatera Barat, Kamis (1/10/2026) malam.

Rabab Pasisia atau yang akrab disebut Babiola menjadi salah satu kesenian yang dibawa Sanggar Bujang Saiyo Laban, Kabupaten Pesisir Selatan. Kesenian tersebut selama ini dikenal dekat dengan kehidupan masyarakat dan kerap hadir dalam alek pernikahan di kampung.

BACAJUGA

Belum Usai Persoalan Limbah Agustus, Sungai Batang Siat Kembali Menghitam dan Berbau, PT DSL Bungkam

Belum Usai Persoalan Limbah Agustus, Sungai Batang Siat Kembali Menghitam dan Berbau, PT DSL Bungkam

Sabtu, 03/10/26 | 18:06 WIB
Pekan Kebudayaan Daerah 2026 Saraso Fest Resmi Ditutup, ini Harapan Pemerintah

Pekan Kebudayaan Daerah 2026 Saraso Fest Resmi Ditutup, ini Harapan Pemerintah

Sabtu, 03/10/26 | 14:23 WIB

Ketua Sanggar Bujang Saiyo Laban, Yasman Rajo Alam, mengatakan Babiola memiliki keterkaitan kuat dengan cerita tentang kehidupan dan kesusahan seseorang.

“Kalau untuk Babiola, pada umumnya itu tentang orang susah. Setiap nada dan nyanyi yang dibawakan dalam Biola itu manghitung nasib seseorang. Tidak pernah orang yang hidupnya senang, orang kaya tidak pernah bisa main Biola,” kata Yasman.

Menurut Yasman, kisah pilu menjadi bagian penting dalam sastra Babiola. Di dalamnya terdapat Maratok, yakni ratapan khas perempuan Minangkabau, serta Sikambang dan Bakaba yang berisi dendang untuk menyampaikan kisah atau cerita pendek yang mengandung hikmah.

Rabab Pasisia juga memiliki bentuk instrumen yang berbeda dengan rabab dari daerah lain di Sumatera Barat. Rabab Pasisia memiliki empat tali seperti biola Barat, dengan tali keempat berfungsi sebagai sympathetic string atau tali pembantu getaran.

“Ciri khas Biola kita, karena ini datangnya dari Portugis waktu berdagang rempah ke Sumatera Barat. Dia membawa violin. Nah, itulah yang kita tiru. Talinya sekarang dari senar gitar, dan penggeseknya dari senar pancing,” ujar Yasman.

Yasman sendiri telah dua periode memimpin komunitas biola Sumatera Barat sejak 2000. Ia mengatakan keberadaan Babiola tidak dapat dilepaskan dari upaya masyarakat menjaga kesenian tersebut agar tetap dikenal generasi berikutnya.

Selain Babiola, Sanggar Bujang Saiyo Laban juga membawa Tari Buai-Buai yang berasal dari Kampuang Laban, Nagari Salido, Kecamatan IV Jurai, Pesisir Selatan.

Tari yang mulai diperkenalkan sejak era 1970-an tersebut pada awalnya ditarikan oleh laki-laki dan biasa ditampilkan dalam berbagai alek adat, seperti alek datuak, balimau paga, hingga pernikahan.

Menurut penuturan tetua setempat, Tari Buai-Buai memiliki dua bentuk, yakni Buai-Buai Tagak dan Buai-Buai Duduak. Buai-Buai Tagak ditarikan secara berpasangan dengan babaleh langkah atau berbalas langkah, sedangkan Buai-Buai Duduak dilakukan dalam posisi duduk sambil melangkah maju, bukan bersila.

Di tengah keterbatasan perhatian terhadap kesenian tradisi, proses regenerasi Babiola dan Tari Buai-Buai tetap berjalan di Sanggar Bujang Saiyo Laban. Anggotanya tidak hanya berasal dari kalangan orang dewasa, tetapi juga pelajar tingkat SMA, SMP, hingga sekolah dasar.

Yasman berharap pemerintah daerah memberikan ruang dan perhatian lebih terhadap Rabab Pesisir Selatan sebagai salah satu seni daerah.

“Kami berharap pada pemerintah daerah bagaimana Rabab Pesisir Selatan sebagai seni daerah ini mendapat ruang dan perhatian khusus dari pemerintah,” katanya.

Pementasan di Saraso Fest 2026 menjadi salah satu ruang bagi kesenian Pesisir Selatan untuk kembali diperkenalkan kepada masyarakat. Di tengah perubahan bentuk dan selera pertunjukan, keberlangsungan tradisi tersebut bergantung pada pengetahuan, pelaku, serta generasi muda yang terus mempelajarinya. (*)

Tags: Saraso Fest 2026
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Donizar Apresiasi Penampian Kesenian Musik Gondang Boroguang, Warisan Adat Lubuak Gadang yang Terus Dijaga

Berita Sesudah

Tradisi Tagak Gala Marapulai Pauh Dihidupkan Lewat Musik Digital

Berita Terkait

Belum Usai Persoalan Limbah Agustus, Sungai Batang Siat Kembali Menghitam dan Berbau, PT DSL Bungkam

Belum Usai Persoalan Limbah Agustus, Sungai Batang Siat Kembali Menghitam dan Berbau, PT DSL Bungkam

Sabtu, 03/10/26 | 18:06 WIB

  Dharmasraya, Scientia.id — Sungai Batang Siat di wilayah Jorong Rumah Padang, Nagari Koto Salak, Kecamatan Koto Salak, Kabupaten Dharmasraya,...

Pekan Kebudayaan Daerah 2026 Saraso Fest Resmi Ditutup, ini Harapan Pemerintah

Pekan Kebudayaan Daerah 2026 Saraso Fest Resmi Ditutup, ini Harapan Pemerintah

Sabtu, 03/10/26 | 14:23 WIB

Padang, Scientia.id — Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) 2026 Saraso Fest resmi ditutup pada Jumat (2/10/2026) malam. Kegiatan yang berlangsung sejak...

Donizar bersama tim kesenian musik tradisional Gondang Boroguang dalam PKSB 2026. Selasa malam, (29/9) [foto: ist]

Donizar Apresiasi Penampian Kesenian Musik Gondang Boroguang, Warisan Adat Lubuak Gadang yang Terus Dijaga

Rabu, 30/9/26 | 18:46 WIB

Donizar bersama tim kesenian musik tradisional Gondang Boroguang dalam PKSB 2026. Selasa malam, (29/9) Padang, Scientia — Denting alat musik...

Gerak Cepat Lian Octavia Candra, Salurkan Bantuan Bagi Warga Terdampak Galodo

Gerak Cepat Lian Octavia Candra, Salurkan Bantuan Bagi Warga Terdampak Galodo

Rabu, 30/9/26 | 13:48 WIB

Arosuka, Scientia.id — Di tengah suasana pemulihan pascabencana yang masih berlangsung, kepedulian terhadap warga terdampak terus mengalir. Salah satunya datang...

Sempat Membaik, Kabut Asap Kembali Selimuti Dharmasraya

Sempat Membaik, Kabut Asap Kembali Selimuti Dharmasraya

Rabu, 30/9/26 | 09:22 WIB

Dharmasraya, Scientia.id — Kabut asap kembali menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Dharmasraya pada Selasa (29/9/2026), setelah beberapa hari belakangan sempat...

Bawaslu Agam Temukan 417 Data Pemilih Perlu Diperbaiki

Bawaslu Agam Temukan 417 Data Pemilih Perlu Diperbaiki

Selasa, 29/9/26 | 15:42 WIB

Lubuk Basung, Scientia — Bawaslu Kabupaten Agam menemukan 417 data pemilih yang perlu diperbaiki selama pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan...

Berita Sesudah
Tradisi Tagak Gala Marapulai Pauh Dihidupkan Lewat Musik Digital

Tradisi Tagak Gala Marapulai Pauh Dihidupkan Lewat Musik Digital

POPULER

  • Lele Raksasa (Foto: Ist)

    Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Belum Usai Persoalan Limbah Agustus, Sungai Batang Siat Kembali Menghitam dan Berbau, PT DSL Bungkam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026