Padang, Scientia — Ketua Dewan Pengurus Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Kota Padang, Yusri Latif melaksanakan Sekolah Kader Perubahan (SKP) di Axana Hotel. Ia mengatakan, kegiatan ini adalah proses kaderisasi berjenjang yang wajib dilaksanakan oleh setiap anggota fraksi DPRD. Selasa, (23/9)
Menurtut Latif, melalui SKP, partai ingin membentuk kader yang tidak hanya memahami politik, tetapi juga memiliki basis ideologi, keberanian dan kemampuan memperjuangkan perubahan di tengah masyarakat.
“Kita berharap akan lahir generasi muda partai yang tangguh, melek politik, militan, berintegritas dan berideologi kebangkitan bangsa, serta memiliki visi politik perubahan berbasis ide dan gagasan,” kata Yusri.
Menurut dia, kaderisasi tidak cukup berhenti pada penguatan struktur organisasi. Kader partai, kata Yusri, harus memiliki kemampuan memahami dinamika politik sekaligus membaca kebutuhan masyarakat serta mampu menerjemahkan ide serta gagasan partai dalam kerja nyata.
Karena itu, SKP menjadi salah satu instrumen untuk membangun kekuatan politik PKB yang tidak hanya bertumpu pada kerja elektoral, tetapi juga pada nilai, ideologi dan gagasan perubahan.
“SKP juga merupakan wujud nyata dari semangat kaderisasi berjenjang yang menjadi fokus utama PKB dalam membangun kekuatan politik berbasis nilai,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Lembaga Kaderisasi Provinsi (LKP) DPW PKB Sumatera Barat, Rudi Antono, saat membuka kegiatan menegaskan bahwa pendidikan kader loyalis PKB tidak diarahkan semata-mata untuk mencetak anggota partai.
Menurut Rudi, kaderisasi harus menghasilkan kader yang mampu menerjemahkan nilai dan ideologi partai dalam kerja-kerja sosial dan politik di tengah masyarakat.
“Kami tidak sedang mencetak pengikut, tetapi mencetak pejuang. Inilah semangat perjuangan PKB yang terus kami tanamkan kepada seluruh kader muda,” tegas Rudi.
Ia mengatakan, kader yang dibentuk melalui proses pendidikan politik diharapkan tidak hanya memahami mekanisme politik, tetapi juga memiliki keberanian untuk mengambil peran dalam menjawab persoalan masyarakat.
Dalam pelaksanaan, peserta akan mendapatkan empat materi utama yang disampaikan oleh empat instruktur secara bergantian.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan sesi dialog dan post-test untuk mengukur pemahaman peserta terhadap materi yang telah diberikan. Proses kaderisasi tersebut selanjutnya diakhiri dengan pembaiatan.(yrp)

![Infografis Wabub Solok, H. Candra melarang masyarakat sebarkan foto dan video tak pantas korban galodo.[foto:ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260922-WA0042-120x86.jpg)

![Infografis Wabub Solok, H. Candra melarang masyarakat sebarkan foto dan video tak pantas korban galodo.[foto:ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260922-WA0042-350x250.jpg)
![Rapat koordinasi di Posko Utama Tanggap Bencana Arosuka, Selasa, (22/9)[foto:ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260922-WA0020-350x250.jpg)
![Evakuasi Jenazah Daffi Arrahman setelah ditemukan.[foto:ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260922_1730382-350x250.jpg)
![Proses pencarian korban galodo Kecamatan Gunung Talang, Kabuptaen Solok oleh tim SAR. [foto:ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260922-WA0156-350x250.jpg)
![Daffi Arrahman (21) korban terseret arus galodo di Kayu Aro, Kabupaten Solok pada Senin malam, (22/9).[foto:ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260922_142012-350x250.jpg)
