
Kabupaten Solok, Scientia.id – Banjir bandang menerjang kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Senin (21/9/2026) malam. Bencana yang terjadi sekitar pukul 19.53 WIB itu tidak hanya berdampak pada warga, tetapi juga menerjang sejumlah fasilitas perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok.
Hingga Selasa (22/9/2026), dua warga masih dilaporkan belum ditemukan. Sementara empat warga lainnya mendapat penanganan medis setelah terdampak bencana tersebut.
Berdasarkan data sementara Pemerintah Kabupaten Solok, dua warga yang masih dalam pencarian masing-masing berinisial AG (59) dan DA (21).
Empat warga lainnya yakni ML (54), MN (57), AS (66), dan YN (45). Tiga korban dirawat di RSUD Arosuka, sedangkan MN mendapat perawatan di Semen Padang Hospital (SPH) Padang.
Di tengah proses pencarian korban, Bupati Solok Jon Firman Pandu turun langsung ke kawasan terdampak pada Selasa. Ia melihat kondisi lapangan sekaligus memastikan penanganan bencana berjalan dan kebutuhan masyarakat dapat segera ditangani.
Jon meminta seluruh unsur pemerintah dan petugas terkait bergerak bersama, terutama dalam proses evakuasi, pendataan dampak bencana, serta penanganan fasilitas umum yang terdampak.
“Kita turun langsung untuk melihat kondisi masyarakat dan memastikan penanganan terhadap dampak bencana dapat dilakukan secepat mungkin. Yang paling utama saat ini adalah keselamatan masyarakat serta memastikan kebutuhan mendesak warga terdampak dapat ditangani segera,” ujar Jon.
Dalam peninjauan tersebut, Jon didampingi Wakil Bupati Solok H. Candra, Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Solok Masheri Yanda Boy, anggota DPRD Kabupaten Solok, asisten, Kalaksa BPBD, kepala OPD, serta sejumlah instansi terkait.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah dan Kapolda Sumbar Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy juga terlihat berada di lokasi untuk melihat kondisi kawasan yang terdampak banjir bandang.
Selain berdampak terhadap warga, banjir juga menerjang kawasan perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok. Sedikitnya 11 kantor dinas dilaporkan terdampak, dengan sejumlah fasilitas mengalami kerusakan cukup parah.
Di antara fasilitas yang terdampak adalah kantor DPMN, PUPR, Dinas Pariwisata, Dinas Kesehatan, Barenlitbang, Inspektorat, Pendapatan Daerah Kabupaten Solok, serta Sekretariat DPRD Kabupaten Solok.
Untuk mendukung penanganan warga terdampak, Pemerintah Kabupaten Solok telah menyiapkan tenda pengungsian dan posko bencana. Posko tersebut berada di depan kompleks perkantoran Bupati Solok dan di depan Kantor BPJS Kabupaten Solok.
Posko bencana juga menjadi pusat informasi bagi masyarakat terkait perkembangan penanganan bencana di Arosuka.
Pemerintah Kabupaten Solok menyatakan akan menerbitkan status tanggap bencana mulai Selasa (22/9/2026). Penetapan status tersebut ditujukan untuk mendukung kelancaran proses evakuasi serta pembersihan material akibat banjir bandang.
Jon juga meminta masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan cuaca ekstrem dan bencana susulan. Warga diminta mengikuti arahan petugas dan segera melaporkan kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan.
“Penanganan bencana membutuhkan kerja sama seluruh pihak. Pemerintah daerah akan terus memantau kondisi di lapangan dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai perkembangan situasi,” kata Jon. (*)
![Daffi Arrahman (21) korban terseret arus galodo di Kayu Aro, Kabupaten Solok pada Senin malam, (22/9).[foto:ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260922_142012-120x86.jpg)

![Daffi Arrahman (21) korban terseret arus galodo di Kayu Aro, Kabupaten Solok pada Senin malam, (22/9).[foto:ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260922_142012-350x250.jpg)



![Selebgram sekaligus komika asal Padang, Wahyu Hidayat saat mengikuti rangkaian kegiatan Feders Gathering.[foto:ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260921-WA0013-350x250.jpg)
![Hasil uji BBPOM di Padang soal penyebab keracunan menu BG di Pariaman.[foto:ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260921-WA0012-350x250.jpg)
![Daffi Arrahman (21) korban terseret arus galodo di Kayu Aro, Kabupaten Solok pada Senin malam, (22/9).[foto:ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260922_142012-75x75.jpg)