![Daffi Arrahman (21) korban terseret arus galodo di Kayu Aro, Kabupaten Solok pada Senin malam, (22/9).[foto:ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260922_142012.jpg)
Hingga Selasa, (22/9), keberadaan Daffi belum diketahui. Keluarga masih menunggu kabar dan berharap pemuda tersebut segera ditemukan.
Fitri Anita, keluarga Daffi, mengatakan, hingga kini dirinya belum memperoleh informasi mengenai keberadaan keponakannya itu. Perempuan yang akrab disapa Ria tersebut mengatakan keluarga masih menunggu kabar dari proses pencarian.
“Iya beliau terseret arus, dari semalam sampai sekarang belum ditemukan,” ujar Ria saat dihubungi Scientia.id melalui sambungan telepon, Selasa, (22/9)
Ria menjelaskan, Daffi merupakan putra dari kakak perempuannya yang telah meninggal dunia. Setelah ibunya meninggal, Daffi tinggal bersama Ria dan anggota keluarga lainnya di rumah gadang yang berada di belakang rumah makan milik keluarga.
Saat galodo terjadi, Ria sedang berada di Kota Padang. Setelah mendengar kabar mengenai bencana tersebut dan mengetahui salah seorang anggota keluarganya menjadi korban, ia langsung berangkat ke Solok.
“Sebelumnya saya di Padang dan saya langsung pergi ke Solok setelah mendengar kabar bahwa salah satu anggota keluarga saya menjadi korban,” katanya.
Menurut Ria, kronologi kejadian diketahui berdasarkan cerita Avvan Akadri, 26 tahun, kakak kandung Daffi yang selamat dari peristiwa tersebut saat dibawa ke Puskesmas.
Saat galodo menerjang, Daffi dan Avvan berada di dalam ruangan rumah makan. Keduanya kemudian berlari keluar setelah melihat debit air yang semakin besar.
Namun, ketika berada di luar, arus air justru semakin besar dan deras. Avvan kemudian memeluk Daffi untuk berusaha menyelamatkan diri bersama.
Keduanya sempat bertahan di tengah derasnya arus. Beberapa saat kemudian, Daffi terlepas dari pelukan Avvan dan terseret arus. Sementara itu, Avvan berhasil selamat.
“Dari cerita anak saya itu, mereka sempat berjuang keras di tengah terjangan galodo untuk saling memeluk erat. Namun, seingatnya (Avvan) ada sesuatu yang terjatuh dan menyebabkan kakinya tersangkut, sehingga dia tidak sadar adiknya telah lepas dari pelukan,” tutur Ria.
Ria mengatakan keluarga hingga kini masih berharap Daffi segera ditemukan. Ia juga menyebut peristiwa galodo serupa pernah terjadi di kawasan tersebut sekitar satu abad lalu berdasarkan cerita yang diperolehnya dari orang tua.
“Menurut cerita orang tua kami, kejadian seperti ini pernah terjadi kurang lebih 100 tahun lalu,” ujarnya.
Ria juga memohon doa dari seluruh masyarakat agar Daffi dapat segera ditemukan.(yrp)






![Selebgram sekaligus komika asal Padang, Wahyu Hidayat saat mengikuti rangkaian kegiatan Feders Gathering.[foto:ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260921-WA0013-350x250.jpg)
![Hasil uji BBPOM di Padang soal penyebab keracunan menu BG di Pariaman.[foto:ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260921-WA0012-350x250.jpg)