
Penghargaan tersebut diserahkan dalam Malam Anugerah Dies Natalis ke-70 Unand yang digelar di Pangeran Beach Hotel, Padang, Senin malam, (14/9).
Rektor Unand Efa Yonnedi mengatakan, penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi universitas terhadap para alumni yang telah mengabdikan keahlian dan kapasitasnya untuk pembangunan dan kemajuan bangsa.
“Penghargaan ini adalah suatu kebanggaan bagi kampus, karena lulusan Unand telah berkomitmen dan berkontribusi memajukan bangsa,” ujar Efa.
Menurutnya, tujuh alumni yang menerima penghargaan bukan berarti menjadi satu-satunya lulusan Unand yang memiliki dedikasi. Akan tetapi sebaliknya bahwa penghargaan itu hanya menjadi representasi dari luasnya kiprah alumni Unand yang tersebar di berbagai bidang kehidupan. Sebab, Efa menilai, keberadaan alumni menjadi bagian penting dalam perjalanan dan perkembangan Unand.
“Peran alumni sangat penting untuk kemajuan universitas. Mereka semua ikut andil dan berkontribusi dalam berbagai lini,” katanya.
Tujuh alumni yang menerima Anugerah Dies Natalis Unand ke-70 berasal dari berbagai latar belakang. Elsa Maharrani mendapat penghargaan untuk kategori Alumni Milenial atau Gen Z.
Kategori Entrepreneur and Business Leadership diberikan kepada Rendy Alfuadi, S.Kom. Sementara kategori Birokrat atau Tokoh Layanan Publik diberikan kepada dr. Eniarti, M.Sc., Sp.KJ., M.M.R., QHIA.
Untuk kategori Kiprah Internasional, penghargaan diberikan kepada Prof. dr. Erlina Burhan, Sp.P(K), M.Sc., Ph.D. Sedangkan kategori Peneliti atau Inovator diberikan kepada Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc.
Adapun penghargaan kategori Tokoh Penggerak Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat diberikan kepada Ir. Djoni.
Satu penghargaan khusus juga diberikan kepada Prof. Dr. Ir. H. Fachri Ahmad, M.Sc., dalam kategori Lifetime Achievement.
Eva menyebut, penghargaan tersebut menjadi bagian dari refleksi perjalanan Unand selama tujuh dekade. Menurut dia, kiprah alumni di tengah masyarakat merupakan salah satu bentuk dampak yang lahir dari proses pendidikan di kampus.
Selain memberikan penghargaan kepada alumni, Unand juga memberikan apresiasi kepada insan pers yang dinilai berkontribusi dalam menyebarluaskan informasi positif mengenai universitas.
Dalam Sayembara Menulis Artikel dan Konten Kreator Anugerah Insan Pers kategori Jurnalis Media Cetak atau Online, juara pertama diraih Heri Faizal dari Langgam.id, juara kedua Ardasani dari Haluan, dan juara ketiga Muharman dari Harian Rakyat Sumbar.
Untuk kategori Jurnalis Lembaga Pers Mahasiswa di lingkungan Unand, juara pertama diraih Oktavia Ramadhani dari Genta Andalas, juara kedua Zaki Latif Bagia Rahman dari Genta Andalas, dan juara ketiga Cici Famelya dari LPM Detak Alinea.
Malam puncak Dies Natalis juga diisi sejumlah pertunjukan seni. Dewan Profesor Unand menampilkan vocal group, disusul penampilan lagu oleh mahasiswa dan pembacaan puisi oleh Dharma Wanita Persatuan Unand.
![Peragaan busana tradisional Minangkabau oleh Dewan Profesor saat perayaan Dies Natalis Unand ke-70 di Pangeran Beach Hotel. Senin malam, (14/9) [foto : Sci/yrp]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2026/09/1001476525-scaled.jpg)
Tumbuh Berakar, Menjulang Berdampak
Sebelumnya, dalam Sidang Terbuka dan Orasi Ilmiah Dies Natalis ke-70 di Auditorium Kampus Limau Manis pada Senin siang, Efa memaparkan sejumlah capaian Unand dalam beberapa tahun terakhir.
Dengan tema “Tumbuh Berakar, Menjulang Berdampak”, Efa menyebut Unand kini memiliki 154 program studi. Sebanyak 87 program studi berstatus unggul dan 29 program studi telah memperoleh akreditasi internasional.
Di bidang riset, sepanjang 2025 Unand melaksanakan lebih dari 1.500 proyek penelitian. Dari kegiatan tersebut, sebanyak 1.344 publikasi dihasilkan dan terindeks Scopus. Sebanyak 51,7 persen publikasi tersebut berada pada jurnal Q1 dan Q2.
Perkembangan juga terlihat pada sektor hilirisasi hasil riset. Pada 2026, Unand mencatat tujuh produk atau prototipe, dua lisensi atau kontrak komersialisasi, serta 10 produk yang telah dikomersialisasikan.
Sementara di bidang pengabdian kepada masyarakat, sepanjang 2021 hingga 2026 Unand telah menjalankan lebih dari 2.045 proyek.
Capaian tersebut turut tercermin dalam pemeringkatan QS. Posisi Unand di tingkat Asia meningkat dari peringkat 470 pada 2025 menjadi 396 pada 2026.
Di sisi lain, jejaring kerja sama internasional Unand juga terus berkembang. Saat ini terdapat lebih dari 3.887 kerja sama aktif dengan mitra dari 46 negara.(yrp)







