
Dharmasraya, Scientia.id — Warga Nagari Koto Salak, Kecamatan Koto Salak, Kabupaten Dharmasraya, mengeluhkan kondisi air Sungai Batang Siat yang disebut berubah menjadi keruh dan menghitam. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan limbah dari aktivitas PT DSL.
Salah seorang warga Koto Salak mengatakan, Sungai Batang Siat merupakan salah satu sumber air yang selama ini dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama saat musim kemarau. Ia mengaku melihat kondisi air Batang Siat berubah keruh dan menghitam pada Rabu (26/8/2026).
“Kemarin saya melihat air Sungai Batang Siat menghitam dan keruh,” ungkapnya, Kamis (27/8/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut membuat masyarakat tidak lagi dapat memanfaatkan air sungai sebagaimana biasanya. Padahal, Batang Siat selama ini juga digunakan warga untuk mandi dan kebutuhan sehari – hari.
“Sebab Batang Siat digunakan juga sebagai tempat mandi bagi masyarakat. Kalau air dibuat keruh begini, tentu masyarakat tidak bisa menggunakannya,” tuturnya.
Ia berharap persoalan tersebut segera mendapat perhatian dan solusi dari pihak terkait. Selain itu, masyarakat juga berharap adanya alternatif sumber air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Masyarakat tidak bisa menggunakan air Batang Siat. Tentu kami berharap ada PAM,” ucapnya.
Ia juga menyinggung air Sungai Batang Siat ini diduga limbahnya bocor pada malam hari.
“Limbah ini diduga bertahap – tahap airnya keluar pada malam hari sehingga pada pagi hari air terlihat keruh dan menghitam, sebab sering kejadian seperti ini,” katanya.
Warga berharap kondisi air Sungai Batang Siat dapat segera ditangani dan dilakukan pemeriksaan terhadap penyebab perubahan warna serta kekeruhan air, sehingga masyarakat tidak lagi khawatir menggunakan sumber air tersebut.
Sementara, awak media mencoba mengkonfirmasi ke pihak PT DSL KTU, Wahyu Sinaga dan Humas Rahma melalui pesan singkat WhatsApp, Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 19.32 WIB. Namun pesan sudah terkirim centang dua tetapi belum mendapatkan tanggapan.
Selanjutnya, awak media mengkonfirmasi ke Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Dharmasraya, Novandri Ismi mengatakan pihaknya tidak mengetahui persoalan tersebut.
“Kalau kemarin tidak ada laporan. tetapi minggu yang lalu ada sekitar tanggal 12 atau 13 Agustus,” tulisnya via WhatsApp, Kamis (27/2026). (*)





![Ketua PKC PMII Sumatera Barat, M. Yusur Rahman.[foto: ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260901-WA0016-350x250.jpg)



