Padang, Scientia — Ketua DPW Perempuan Bangsa Sumatera Barat, Cempaka Tanjung menyebut, peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dinilai perlu menjadi ruang untuk mengingat kembali perjuangan para tokoh perempuan terdahulu. Di Sumatera Barat, sejumlah tokoh perempuan telah menunjukkan bahwa perempuan bukan sekadar berada di belakang perjuangan, tetapi turut mengambil peran dalam pendidikan, pers, politik, hingga pergerakan melawan kolonialisme.
Dikatakan Cempaka, sosok seperti Rohana Kudus, Hajjah Rangkayo Rasuna Said, dan Rahmah El Yunusiyah merupakan contoh penting bagi perempuan masa kini.
Rohana Kudus dikenal sebagai pelopor pers perempuan Indonesia dan pendiri Soenting Melajoe. Sementara Rasuna Said dikenal sebagai pejuang kemerdekaan sekaligus tokoh yang memperjuangkan pendidikan dan hak politik perempuan. Rahmah El Yunusiyah juga meninggalkan warisan besar melalui perjuangannya dalam pendidikan perempuan.
“Perempuan Sumatera Barat memiliki sejarah perjuangan yang panjang. Kita memiliki banyak tokoh perempuan yang berani mengambil peran dan memberikan sumbangsih bagi bangsa. Ini harus menjadi teladan bagi generasi sekarang,” kata Cempaka.
Ia menilai semangat perjuangan para tokoh tersebut masih relevan untuk menjawab persoalan bangsa saat ini. Bentuk perjuangan memang telah berubah. Jika dahulu perempuan berhadapan dengan kolonialisme dan keterbatasan akses pendidikan, kini tantangannya adalah memastikan perempuan memiliki kesempatan yang setara untuk berkembang dan berkontribusi.
Karena itu, ia mengajak perempuan Sumatera Barat agar tidak ragu mengambil peran di berbagai bidang. Mulai dari lingkungan keluarga, pendidikan, ekonomi, bisnis, organisasi kemasyarakatan, hingga ruang politik dan pengambilan kebijakan.
Menurut dia, keterlibatan perempuan bukan hanya berkaitan dengan kepentingan perempuan. Semakin banyak perempuan terlibat dalam proses pembangunan, semakin banyak pula perspektif yang dapat dibawa dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.
“Perjuangan hari ini adalah bagaimana kita mengisi kemerdekaan dengan karya, kepedulian dan keberanian mengambil peran. Perempuan harus hadir dan ikut menentukan arah masa depan bangsa,” ujarnya.
Cempaka juga mengingatkan agar generasi muda tidak melihat sejarah sebagai sekadar cerita masa lalu. Nilai keberanian, keteguhan, kecintaan terhadap bangsa, serta kepedulian terhadap pendidikan yang ditunjukkan para tokoh perempuan Sumatera Barat harus diterjemahkan ke dalam tindakan nyata.
“Jangan sampai perjuangan para pendahulu hanya menjadi nama di buku sejarah atau nama jalan. Semangat mereka harus hidup dalam tindakan kita hari ini,” katanya.
Cempaka menegaskan, perempuan memiliki posisi strategis dalam meneruskan nilai-nilai perjuangan tersebut. Dari keluarga, perempuan dapat membentuk generasi yang memiliki karakter dan rasa kebangsaan. Di tengah masyarakat, perempuan dapat menjadi penggerak kegiatan sosial dan ekonomi. Sementara di ruang publik, perempuan dapat ikut mengawal kebijakan yang menyentuh kepentingan masyarakat.
“Kalau dulu mereka berjuang untuk merebut kemerdekaan, tugas kita sekarang adalah memastikan kemerdekaan itu benar-benar dirasakan masyarakat dan membawa kehidupan yang lebih baik,” tuturnya.(yrp)









