![Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus.[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2026/04/1001077163-scaled.jpg)
Pesan itu disampaikan Firdaus usai Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB melantik jajaran pengurus DPC PKB se-Sumatera Barat di Alun-alun Fatahillah, Kota Tua, Jakarta, Rabu malam (22/7). Pelantikan tersebut turut dihadiri Sekretaris DPW PKB Sumbar Donizar, Bendahara Sultan Alif Baloen, serta Ketua Dewan Syuro DPW PKB Sumbar.
Firdaus mengatakan, kepengurusan baru harus dimaknai sebagai amanah besar, bukan euforia politik. Jabatan, kata dia, bukan penghargaan atas prestasi kader, melainkan tanggung jawab untuk membuktikan keberpihakan kepada masyarakat.
“Jangan bangga mendapatkan jabatan, karena saat itulah ujian yang sebenarnya dimulai,” kata Firdaus.
Menurutnya, ukuran keberhasilan seorang pengurus bukan ditentukan oleh penilaian internal partai atau pencitraan di media sosial, melainkan oleh manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
“Berhasil atau tidaknya kepengurusan bukan ditentukan oleh pandangan pribadi maupun kelompok. Semua harus terlihat nyata, terbukti, dan diakui oleh masyarakat,” ujarnya.
Firdaus juga mengingatkan para ketua DPC agar tidak hanya menjadi pemimpin administratif yang mengandalkan kerja bawahan. Ia meminta seluruh ketua cabang turun langsung ke tengah masyarakat, memahami persoalan yang terjadi, sekaligus menjadi ujung tombak perjuangan partai.
“Ketua DPC jangan duduk manis. Jangan menyerahkan seluruh pekerjaan kepada pengurus. Pemimpin harus hadir di lapangan dan menjadi orang pertama yang merasakan persoalan masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan, DPC PKB harus memiliki kepekaan terhadap berbagai persoalan di daerah, mulai dari ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga persoalan sosial yang dihadapi masyarakat. Menurutnya, pengurus partai tidak boleh memilih diam ketika masyarakat membutuhkan kehadiran mereka.
“Jangan pura-pura tuli. Jangan hanya karena persoalan itu tidak berdampak terhadap kepentingan pribadi, lalu memilih diam dan tidak menjawab kebutuhan masyarakat. Ingat, PKB bukan milik pribadi,” tegasnya.
Firdaus menilai kepercayaan masyarakat kepada PKB hanya dapat dipertahankan jika seluruh kader bekerja dengan tulus dan konsisten memperjuangkan kepentingan rakyat. Karena itu, ia meminta seluruh pengurus baru menjadikan jabatan sebagai sarana pengabdian, bukan alat untuk mengejar kepentingan pribadi atau kelompok.
Ia juga mengingatkan bahwa tantangan politik ke depan akan semakin berat. Di tengah tingginya ekspektasi publik terhadap partai politik, kader PKB dituntut hadir membawa solusi, bukan sekadar menjadi penonton terhadap persoalan yang terjadi di daerah.
“Rakyat tidak membutuhkan pengurus yang hanya hadir saat pelantikan atau menjelang pemilu. Rakyat membutuhkan kader yang selalu ada ketika mereka menghadapi kesulitan,” ujarnya.
Firdaus berharap kepengurusan DPC PKB yang baru mampu membangun organisasi yang solid hingga tingkat akar rumput serta memperkuat komunikasi dengan masyarakat. Menurutnya, konsolidasi partai harus berjalan beriringan dengan kerja nyata yang dapat dirasakan publik.
“Jadikan pelantikan ini sebagai awal perjuangan. Buktikan bahwa PKB hadir bukan hanya untuk memenangkan kontestasi politik, tetapi juga untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat di setiap daerah di Sumatera Barat,” katanya.(yrp)








