Minggu, 30/8/26 | 13:37 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home DAERAH

Sanggar Kilau Aksara dan BPK Sumbar Gelar Workshop Penulisan Ulang Cerita Rakyat

Senin, 22/6/26 | 07:32 WIB

Padang, Scientia.id – Sanggar Kilau Aksara bekerja sama dengan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Sumatera Barat menyelenggarakan Workshop Penulisan “Revitalisasi Cerita Rakyat Minangkabau melalui Workshop Penulisan Ulang Berbasis Prosa Sastra untuk Penguatan Ekosistem Literasi Budaya”. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu–Minggu, 20–21 Juni 2026 ini diikuti oleh lima belas peserta dari berbagai kalangan yang memiliki minat terhadap sastra dan budaya Minangkabau.

Workshop yang dilaksanakan di Sanggar Kilau Aksara, Jalan Griya Mawar Sembada A/7, Lapai, Kota Padang, menghadirkan dua sastrawan Sumatera Barat, yakni Gus tf Sakai dan Yusrizal KW sebagai pemateri utama dengan moderator Ramono Aryo. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pelestarian dan pengembangan cerita rakyat Minangkabau agar tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman.

Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi dari sastrawan Yusrizal KW mengenai pentingnya mengenal kembali kekayaan cerita rakyat Minangkabau yang tersebar di berbagai daerah. “Saat ini Gen Z terpapar dengan konten dari Tiktok. Konten di Tiktok itu sangat menarik dan bahasanya disukai Gen Z. Sementara itu, cerita rakyat yang ada tidak menarik perhatian Gen Z karena bahasanya monoton dan hanya ringkasan semata,” ujar Yusrizal KW.

BACAJUGA

GOW Kabupaten Solok Isi HUT ke-81 RI dengan Aksi Sosial di Talang Babungo

GOW Kabupaten Solok Isi HUT ke-81 RI dengan Aksi Sosial di Talang Babungo

Jumat, 28/8/26 | 22:17 WIB
Pertanian Bangkit Pascabencana, Pemkab Solok Gelontorkan Rp54,78 Miliar

Pertanian Bangkit Pascabencana, Pemkab Solok Gelontorkan Rp54,78 Miliar

Jumat, 28/8/26 | 21:06 WIB

Selain itu, orang-orang tua, seperti nenek atau kakek para Gen Z juga sudah tidak menceritakan lagi cerita rakyat yang mereka ketahui. Agar cerita rakyat tersebut tidak hilang, Yusrizal KW menyatakan bahwa perlu diceritakan kembali, tapi dengan bahasa yang mudah dipahami oleh Gen Z dan dengan gaya bercerita yang paling dekat dengan generasi masa kini.

Dalam pemaparan materinya, Yusrizal KW mengajak para peserta untuk menelusuri nilai-nilai budaya yang terkandung dalam cerita rakyat di lingkungan peserta. Peserta dibimbing untuk menggali dan menemukan ide-ide kreatif dari berbagai kampung asal, seperti Sijunjung, Pesisir Selatan, Solok Selatan, Payakumbuh, Batusangkar, dan Lima Puluh Kota. “Dasar dalam menulis ulang cerita rakyat adalah cerita rakyat yang pernah didengar peserta dari daerah asalnya,” ujar Yusrizal KW.

Lebih lanjut, Yusrizal KW menjelaskan bahwa banyak cerita rakyat yang belum diketahui oleh masyarakat. Selama ini masyarakat Minangkabau hanya mendengar cerita rakyat yang populer, seperti Malin Kundang. Bahkan, Gen Z mengakui bahwa mereka bahkan tidak membaca cerita rakyat itu, mereka hanya tahu judulnya saja. Padahal, banyak sekali cerita rakyat yang harus mereka ketahui, yang telah beredar di tengah-tengah kehidupan masyarakat Minangkabau, terutama cerita rakyat dari kampung asal peserta.

Ria Febrina, Ketua Pelaksana menyatakan bahwa revitalisasi cerita rakyat ini merupakan langkah penting dalam merawat cerita rakyat Minangkabau sebagai warisan budaya takbenda.

“Kegiatan ini diharapkan dapat memberi nyawa baru pada cerita rakyat Minangkabau dengan mengangkat cerita rakyat yang langka, yang belum dikenal luas oleh masyarakat,” ujar Ria Febrina.

Pada hari kedua, peserta mendapatkan pendalaman materi dan pendampingan penulisan bersama Gus tf Sakai. Menurut Gus tf Sakai, selama ini banyak orang menganggap cerita rakyat itu hanya sebagai dongeng anak-anak saja. Padahal, cerita rakyat adalah milik semua kalangan. Oleh karena itu, cerita rakyat perlu ditulis ulang dengan bahasa yang lebih menarik agar tetap dinikmati oleh semua pembaca dari berbagai usia.”

Nada Aprila Kurnia, salah seorang peserta workshop, menyatakan bahwa materi yang disampaikan Gus tf Sakai membuka wawasannya bahwa cerita rakyat tidak hanya sebagai dongeng sebelum tidur atau menakuti anak-anak seperti cerita Malin Kundang.

“Setelah mendengar paparan dari kedua narasumber, baik Om KW maupun Om Gus tf, saya jadi ingat cerita rakyat yang ada di kampung saya, yang pernah diceritakan oleh nenek. Cerita rakyat itu yang akan saya tuliskan sebagai luaran workshop ini. Om KW sudah membimbing saya agar dapat menuliskan kembali cerita rakyat itu dengan bahasa saya sendiri sebagai Gen Z,” ungkap mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas ini.

Karena pentingnya melahirkan kembali cerita rakyat Minangkabau, Ria Febrina sebagai Ketua Pelaksana menjelaskan bahwa workshop ini merupakan komitmen dari Sanggar Kilau Aksara dan Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatera Barat untuk mendorong Gen Z mendokumentaskan dan menyebarluaskan cerita rakyat Minangkabau dengan gaya Gen Z itu sendiri. (*)

Tags: PadangRamono AryoRamono Aryo Peneliti Seni dan BudayaSanggar Kilau Aksara
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Selalu Ada Jalan Kembali

Berita Sesudah

Mahyeldi Siapkan Sukuk dan Optimalkan Aset Daerah

Berita Terkait

GOW Kabupaten Solok Isi HUT ke-81 RI dengan Aksi Sosial di Talang Babungo

GOW Kabupaten Solok Isi HUT ke-81 RI dengan Aksi Sosial di Talang Babungo

Jumat, 28/8/26 | 22:17 WIB

Kabupaten Solok, Scientia.id - Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia diwujudkan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten...

Pertanian Bangkit Pascabencana, Pemkab Solok Gelontorkan Rp54,78 Miliar

Pertanian Bangkit Pascabencana, Pemkab Solok Gelontorkan Rp54,78 Miliar

Jumat, 28/8/26 | 21:06 WIB

Kabupaten Solok, Scientia.id - Bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Solok pada 2025 sempat menghantam sektor pertanian. Sawah terdampak, lahan membutuhkan...

Kasus PPA Menurun, Padang Pariaman Darurat Pencabulan

Kasus PPA Menurun, Padang Pariaman Darurat Pencabulan

Jumat, 28/8/26 | 01:46 WIB

Padang Pariaman, Scientia - Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Padang Pariaman melaksanakan Fokus Group Discusion (FGD) bersama pemerintah daerah. Pertemuan ini...

Dampak Asap, Pemkab Dharmasraya Bagikan Ribuan Masker

Dampak Asap, Pemkab Dharmasraya Bagikan Ribuan Masker

Rabu, 26/8/26 | 15:34 WIB

Dharmasraya, Scientia.id — Pemerintah Kabupaten Dharmasraya membagikan ribuan masker kepada pengguna jalan di kawasan Pulau Punjung, Rabu (26/8/2026), menyusul kondisi...

Dari Kebun ke Pasar Dunia, Kabupaten Solok Siapkan 2.000 Hektare Lahan Kopi

Dari Kebun ke Pasar Dunia, Kabupaten Solok Siapkan 2.000 Hektare Lahan Kopi

Selasa, 25/8/26 | 21:26 WIB

Kabupaten Solok, Scientia.id - Kabupaten Solok menyiapkan 2.000 hektare kawasan kopi arabika untuk dikembangkan menjadi sentra produksi sekaligus penggerak ekonomi...

Sekdaprov Sumbar, Arry Yuswandi. [foto:ist]

Kepala Biro PBJ Akui Ada dalam Rekaman Video Mesra dan Mundur dari Jabatan, Sekda : Tetap Diperiksa

Senin, 24/8/26 | 22:46 WIB

Sekdaprov Sumbar, Arry Yuswandi. Padang, Scientia — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bergerak cepat menyikapi beredarnya rekaman video yang diduga melibatkan...

Berita Sesudah
Mahyeldi Siapkan Sukuk dan Optimalkan Aset Daerah

Mahyeldi Siapkan Sukuk dan Optimalkan Aset Daerah

POPULER

  • Sekdaprov Sumbar, Arry Yuswandi. [foto:ist]

    Kepala Biro PBJ Akui Ada dalam Rekaman Video Mesra dan Mundur dari Jabatan, Sekda : Tetap Diperiksa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • GOW Kabupaten Solok Isi HUT ke-81 RI dengan Aksi Sosial di Talang Babungo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diduga ASN Pemprov Sumbar Lakukan Perbuatan Asusila di Kantor

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026