Rabu, 24/6/26 | 12:04 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home DAERAH

Sanggar Kilau Aksara dan BPK Sumbar Gelar Workshop Penulisan Ulang Cerita Rakyat

Senin, 22/6/26 | 07:32 WIB

Padang, Scientia.id – Sanggar Kilau Aksara bekerja sama dengan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Sumatera Barat menyelenggarakan Workshop Penulisan “Revitalisasi Cerita Rakyat Minangkabau melalui Workshop Penulisan Ulang Berbasis Prosa Sastra untuk Penguatan Ekosistem Literasi Budaya”. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu–Minggu, 20–21 Juni 2026 ini diikuti oleh lima belas peserta dari berbagai kalangan yang memiliki minat terhadap sastra dan budaya Minangkabau.

Workshop yang dilaksanakan di Sanggar Kilau Aksara, Jalan Griya Mawar Sembada A/7, Lapai, Kota Padang, menghadirkan dua sastrawan Sumatera Barat, yakni Gus tf Sakai dan Yusrizal KW sebagai pemateri utama dengan moderator Ramono Aryo. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pelestarian dan pengembangan cerita rakyat Minangkabau agar tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman.

Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi dari sastrawan Yusrizal KW mengenai pentingnya mengenal kembali kekayaan cerita rakyat Minangkabau yang tersebar di berbagai daerah. “Saat ini Gen Z terpapar dengan konten dari Tiktok. Konten di Tiktok itu sangat menarik dan bahasanya disukai Gen Z. Sementara itu, cerita rakyat yang ada tidak menarik perhatian Gen Z karena bahasanya monoton dan hanya ringkasan semata,” ujar Yusrizal KW.

BACAJUGA

Penyelesaian Konflik PT SAK dengan Suku Anak Dalam, Sekda Dharmasraya Apresiasi Polisi

Penyelesaian Konflik PT SAK dengan Suku Anak Dalam, Sekda Dharmasraya Apresiasi Polisi

Selasa, 23/6/26 | 18:35 WIB
Bupati Annisa Serahkan Bantuan Paket Makanan Ibu Hamil

Bupati Annisa Serahkan Bantuan Paket Makanan Ibu Hamil

Selasa, 23/6/26 | 17:46 WIB

Selain itu, orang-orang tua, seperti nenek atau kakek para Gen Z juga sudah tidak menceritakan lagi cerita rakyat yang mereka ketahui. Agar cerita rakyat tersebut tidak hilang, Yusrizal KW menyatakan bahwa perlu diceritakan kembali, tapi dengan bahasa yang mudah dipahami oleh Gen Z dan dengan gaya bercerita yang paling dekat dengan generasi masa kini.

Dalam pemaparan materinya, Yusrizal KW mengajak para peserta untuk menelusuri nilai-nilai budaya yang terkandung dalam cerita rakyat di lingkungan peserta. Peserta dibimbing untuk menggali dan menemukan ide-ide kreatif dari berbagai kampung asal, seperti Sijunjung, Pesisir Selatan, Solok Selatan, Payakumbuh, Batusangkar, dan Lima Puluh Kota. “Dasar dalam menulis ulang cerita rakyat adalah cerita rakyat yang pernah didengar peserta dari daerah asalnya,” ujar Yusrizal KW.

Lebih lanjut, Yusrizal KW menjelaskan bahwa banyak cerita rakyat yang belum diketahui oleh masyarakat. Selama ini masyarakat Minangkabau hanya mendengar cerita rakyat yang populer, seperti Malin Kundang. Bahkan, Gen Z mengakui bahwa mereka bahkan tidak membaca cerita rakyat itu, mereka hanya tahu judulnya saja. Padahal, banyak sekali cerita rakyat yang harus mereka ketahui, yang telah beredar di tengah-tengah kehidupan masyarakat Minangkabau, terutama cerita rakyat dari kampung asal peserta.

Ria Febrina, Ketua Pelaksana menyatakan bahwa revitalisasi cerita rakyat ini merupakan langkah penting dalam merawat cerita rakyat Minangkabau sebagai warisan budaya takbenda.

“Kegiatan ini diharapkan dapat memberi nyawa baru pada cerita rakyat Minangkabau dengan mengangkat cerita rakyat yang langka, yang belum dikenal luas oleh masyarakat,” ujar Ria Febrina.

Pada hari kedua, peserta mendapatkan pendalaman materi dan pendampingan penulisan bersama Gus tf Sakai. Menurut Gus tf Sakai, selama ini banyak orang menganggap cerita rakyat itu hanya sebagai dongeng anak-anak saja. Padahal, cerita rakyat adalah milik semua kalangan. Oleh karena itu, cerita rakyat perlu ditulis ulang dengan bahasa yang lebih menarik agar tetap dinikmati oleh semua pembaca dari berbagai usia.”

Nada Aprila Kurnia, salah seorang peserta workshop, menyatakan bahwa materi yang disampaikan Gus tf Sakai membuka wawasannya bahwa cerita rakyat tidak hanya sebagai dongeng sebelum tidur atau menakuti anak-anak seperti cerita Malin Kundang.

“Setelah mendengar paparan dari kedua narasumber, baik Om KW maupun Om Gus tf, saya jadi ingat cerita rakyat yang ada di kampung saya, yang pernah diceritakan oleh nenek. Cerita rakyat itu yang akan saya tuliskan sebagai luaran workshop ini. Om KW sudah membimbing saya agar dapat menuliskan kembali cerita rakyat itu dengan bahasa saya sendiri sebagai Gen Z,” ungkap mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas ini.

Karena pentingnya melahirkan kembali cerita rakyat Minangkabau, Ria Febrina sebagai Ketua Pelaksana menjelaskan bahwa workshop ini merupakan komitmen dari Sanggar Kilau Aksara dan Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatera Barat untuk mendorong Gen Z mendokumentaskan dan menyebarluaskan cerita rakyat Minangkabau dengan gaya Gen Z itu sendiri. (*)

Tags: PadangRamono AryoRamono Aryo Peneliti Seni dan BudayaSanggar Kilau Aksara
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Selalu Ada Jalan Kembali

Berita Sesudah

Kelompok Tani di Nagari Sitiung Terima Bantuan Alsintan

Berita Terkait

Penyelesaian Konflik PT SAK dengan Suku Anak Dalam, Sekda Dharmasraya Apresiasi Polisi

Penyelesaian Konflik PT SAK dengan Suku Anak Dalam, Sekda Dharmasraya Apresiasi Polisi

Selasa, 23/6/26 | 18:35 WIB

Dharmasraya, Scientia.id – Sekretaris Daerah Kabupaten Dharmasraya, Medison, memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Polres Dharmasraya atas upaya penyelesaian konflik antara...

Bupati Annisa Serahkan Bantuan Paket Makanan Ibu Hamil

Bupati Annisa Serahkan Bantuan Paket Makanan Ibu Hamil

Selasa, 23/6/26 | 17:46 WIB

Dharmasraya, Scientia.id — Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, menyerahkan bantuan paket permakanan tahap II Ibu hamil dan ibu menyusui di...

PCNU Dharmasraya Sukses Gelar Mukercab I, Tegaskan Komitmen Pengabdian dan Kemandirian Jam’iyyah

PCNU Dharmasraya Sukses Gelar Mukercab I, Tegaskan Komitmen Pengabdian dan Kemandirian Jam’iyyah

Senin, 22/6/26 | 21:09 WIB

Dharmasraya, Scientia.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Dharmasraya sukses menggelar Musyawarah Kerja Cabang (Mukercab) I Masa Khidmat 2026–2031...

DPRD Kota Padang prihatin, terhadap semrawutnya Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kota Padang, khususnya berpusat pada kendala sistem aplikasi yang error.

Ketua DPRD Kota Padang Muharlion Menilai Kurangnya Persiapan Disdik Dalam Pelaksanaan Sistem SPMB Tahun 2026

Senin, 22/6/26 | 20:18 WIB

DPRD Kota Padang prihatin, terhadap semrawutnya Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kota Padang, khususnya berpusat pada kendala sistem aplikasi...

Kelompok Tani di Nagari Sitiung Terima Bantuan Alsintan

Kelompok Tani di Nagari Sitiung Terima Bantuan Alsintan

Senin, 22/6/26 | 15:55 WIB

Dharmasraya, Scientia.id – Pemerintah Kabupaten Dharmasraya terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian sebagai tulang punggung perekonomian daerah. Komitmen tersebut...

Kadis Pendidikan Dharmasraya Lepas Kontingen O2SN 2026, Targetkan Lolos ke Tingkat Nasional

Kadis Pendidikan Dharmasraya Lepas Kontingen O2SN 2026, Targetkan Lolos ke Tingkat Nasional

Minggu, 21/6/26 | 19:23 WIB

Dharmasraya, Scientia.id – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Dharmasraya, Bobby Perdana Riza, secara resmi melepas kontingen Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN)...

Berita Sesudah
Kelompok Tani di Nagari Sitiung Terima Bantuan Alsintan

Kelompok Tani di Nagari Sitiung Terima Bantuan Alsintan

POPULER

  • DPRD Kota Padang prihatin, terhadap semrawutnya Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kota Padang, khususnya berpusat pada kendala sistem aplikasi yang error.

    Ketua DPRD Kota Padang Muharlion Menilai Kurangnya Persiapan Disdik Dalam Pelaksanaan Sistem SPMB Tahun 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peduli di Layar, Abai di Jalan: Ironi Aktivisme Lingkungan di Era Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gaya Bahasa dalam Cerpen “Beki Bebek” Karya Vanda Parengkuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bentuk-Bentuk Singkatan dalam Surat Resmi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanda Titik pada Singkatan Nama Perusahaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penyelesaian Konflik PT SAK dengan Suku Anak Dalam, Sekda Dharmasraya Apresiasi Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026