Kamis, 25/6/26 | 13:43 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home DAERAH

Dukung Program Creative Hub Sumbar, Nurfirmanwansyah: UMKM Solok Harus Naik Kelas

Senin, 04/5/26 | 14:24 WIB

Solok, Scientia.id – 3 Mei 2026 di Jorong Parak Gadang, Nagari Salayo, Kecamatan Kubung, udara masih menyisakan embun tipis yang menggantung di pucuk-pucuk daun. Namun denyut kehidupan telah bergerak lebih cepat dari biasanya. Di dapur-dapur sederhana, wajan besar mulai dipanaskan, aroma kerupuk jangek yang digoreng perlahan menyatu dengan semangat para pelaku usaha kecil yang tak pernah benar-benar kecil dalam arti sesungguhnya.

Kehadiran Nurfirmanwansyah pagi itu bukan sekadar kunjungan seremonial yang biasa terjadi dalam kalender politik. Ia datang bukan dengan bahasa kekuasaan, tetapi dengan bahasa keberpihakan. Tidak berdiri di podium tinggi, melainkan berjalan di lorong-lorong produksi, menyapa langsung tangan-tangan yang setiap hari menghidupkan ekonomi keluarga.

Beberapa hari sebelumnya, tepatnya 29–30 April 2026, ia baru saja menginisiasi pelatihan “UMKM Naik Kelas Berbasis AI” di Alahan Panjang Resort melalui alokasi dana pokok pikirannya. Sebuah langkah yang tidak hanya menjawab kebutuhan hari ini, tetapi juga menyiapkan masa depan. Namun bagi Nurfirmanwansyah, pelatihan saja tidak cukup. Ia memahami satu hal yang sering luput dari banyak kebijakan: perubahan tidak pernah selesai di ruang seminar.

BACAJUGA

Penyelesaian Konflik PT SAK dengan Suku Anak Dalam, Sekda Dharmasraya Apresiasi Polisi

Penyelesaian Konflik PT SAK dengan Suku Anak Dalam, Sekda Dharmasraya Apresiasi Polisi

Selasa, 23/6/26 | 18:35 WIB
Bupati Annisa Serahkan Bantuan Paket Makanan Ibu Hamil

Bupati Annisa Serahkan Bantuan Paket Makanan Ibu Hamil

Selasa, 23/6/26 | 17:46 WIB

Seringkali program pemberdayaan berhenti pada jargon. Kata “naik kelas” menjadi indah di atas kertas, tetapi terasa jauh di lapangan. Namun pendekatan yang dilakukan Nurfirmanwansyah justru mengambil jalur yang berbeda lebih sunyi, tetapi lebih berdampak.

Ia mendatangi langsung pelaku UMKM usaha ikan bilih milik Esi, kerupuk jangek, hingga kerupuk ubi yang telah lama menjadi bagian dari identitas ekonomi lokal di Nagari Salayo.

Di sana, ia tidak hanya melihat produk. Ia melihat proses. Ia tidak hanya berbicara soal pasar. Ia berbicara tentang keberlanjutan. “UMKM bukan sekadar usaha kecil. Ia adalah denyut nadi ekonomi kita. Ia adalah tulang punggung keluarga,” ujarnya dengan nada tenang, namun sarat makna.

Pernyataan itu bukan sekadar retorika. Ia hadir dengan solusi konkret, dalam kunjungan tersebut, sejumlah bantuan diberikan secara langsung kepada pelaku usaha. Etalase untuk mempercantik tampilan produk, freezer untuk menjaga kualitas bahan baku, kulkas untuk penyimpanan, hingga softcase sebagai bagian dari penguatan packaging produk.

Bantuan ini mungkin terlihat sederhana bagi sebagian orang. Namun bagi pelaku UMKM, ini adalah lompatan besar karena dalam dunia usaha kecil, satu alat tambahan bisa berarti peningkatan kapasitas produksi. Satu perbaikan tampilan bisa berarti naiknya nilai jual. Dan satu sentuhan perhatian bisa berarti tumbuhnya kembali harapan.

Nurfirmanwansyah memahami itu, ia tidak berbicara tentang angka besar tanpa menyentuh kebutuhan kecil. Ia tidak menjanjikan hal yang jauh tanpa menyelesaikan yang dekat.

Di tengah arus globalisasi dan percepatan teknologi, UMKM hari ini berada di persimpangan. Bertahan dengan cara lama atau beradaptasi dengan dunia baru.

Dan di sinilah urgensi program Creative Hub Sumatera Barat menjadi relevan. Program yang diusung oleh pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Mahyeldi–Vasco ini bukan sekadar branding pembangunan, tetapi sebuah arah baru: bagaimana ekonomi lokal bisa tumbuh dengan sentuhan kreativitas dan teknologi.

Nurfirmanwansyah membaca arah itu dengan tajam, menurutnya, zaman telah berubah. Pola konsumsi berubah. Cara pemasaran berubah. Bahkan cara orang percaya terhadap sebuah produk pun ikut berubah.

“Sekarang ini bukan hanya soal produksi. Tapi bagaimana menjual, bagaimana membangun kepercayaan, bagaimana memanfaatkan teknologi. Bahkan hari ini kita sudah bicara AI,” katanya.

AI yang dulu terasa jauh kini perlahan menjadi alat kerja baru. Dan bagi UMKM yang mau belajar, ini bukan ancaman, melainkan peluang.

Esi, salah satu pelaku UMKM yang menerima bantuan, menyampaikan rasa harunya dengan mata yang tak bisa menyembunyikan kelegaan.

“Terima kasih banyak kepada bapak. Kehadiran ini bagi kami seperti sitawa sidingin,” ucapnya lirih.

Dalam budaya Minangkabau, “sitawa sidingin” bukan sekadar ungkapan. Ia adalah simbol penyejuk hati, penawar lelah, dan penguat semangat dan itulah yang dirasakan para pelaku UMKM hari itu.
Mereka tidak hanya menerima bantuan. Mereka merasa dilihat. Mereka merasa diperhatikan. Mereka merasa tidak sendirian.

Program seperti ini tidak boleh berhenti pada satu titik. Karena membangun UMKM bukan pekerjaan satu hari, bukan pula satu periode. Ia adalah proses panjang yang membutuhkan konsistensi.

Apakah program ini akan terus berlanjut?
Apakah pendampingan akan tetap ada setelah bantuan diberikan?
Apakah UMKM benar-benar akan dibawa naik kelas, atau hanya berhenti di narasi?

Pertanyaan-pertanyaan ini penting. Bukan untuk meragukan, tetapi untuk memastikan.

Karena sejarah telah mengajarkan kita, banyak program bagus lahir. Tapi hanya sedikit yang bertahan.

Langkah yang dilakukan Nurfirmanwansyah hari ini patut diapresiasi. Ia tidak hanya hadir sebagai legislator, tetapi juga sebagai fasilitator perubahan.

Namun publik tentu berharap lebih dari sekadar langkah awal, mereka ingin melihat ekosistem.
Mereka ingin melihat kesinambungan, mereka ingin melihat dampak jangka panjang.

Karena pada akhirnya, ukuran keberhasilan bukan pada seberapa banyak bantuan disalurkan, tetapi seberapa banyak UMKM yang benar-benar tumbuh mandiri.

Dari Nagari ke Dunia Apa yang terjadi di Jorong Parak Gadang hari itu mungkin terlihat kecil dalam skala nasional. Namun jika dilakukan secara konsisten, inilah fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Karena bangsa besar tidak dibangun dari kota besar saja. Ia dibangun dari nagari, dari desa, dari tempat-tempat seperti Salayo.

Dari dapur sederhana,dari tangan-tangan yang bekerja tanpa banyak bicara, dari orang-orang yang tidak pernah berhenti berharap.

Dan ketika negara hadir melalui kebijakan, melalui program, melalui kepedulian maka harapan itu akan menemukan jalannya.

Ada satu pelajaran penting dari peristiwa ini: kebijakan yang baik bukan hanya yang terdengar hebat, tetapi yang terasa dekat. Kehadiran Nurfirmanwansyah di tengah pelaku UMKM adalah contoh bahwa pembangunan tidak selalu harus megah. Ia bisa sederhana, asalkan tepat sasaran.

Baca Juga: Wabup Candra Buka Turnamen Trofeo Solok Raya, Semarakkan HUT ke-113 Kabupaten Solok

Dan mungkin, di tengah segala hiruk pikuk politik dan pembangunan, yang paling dibutuhkan masyarakat bukanlah janji besar, Melainkan perhatian yang nyata. Karena pada akhirnya, ekonomi bukan hanya tentang angka. Ia tentang manusia. Tentang harapan. Tentang keberanian untuk terus bertahan. (*)

Tags: Pemkab SolokSolokUMKM
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Hijau di Atas Kertas: Penerapan Green Accounting di Indonesia

Berita Sesudah

Menyigi Kiprah dan Eksistensi Dendang Saluang di Ranah Minang

Berita Terkait

Penyelesaian Konflik PT SAK dengan Suku Anak Dalam, Sekda Dharmasraya Apresiasi Polisi

Penyelesaian Konflik PT SAK dengan Suku Anak Dalam, Sekda Dharmasraya Apresiasi Polisi

Selasa, 23/6/26 | 18:35 WIB

Dharmasraya, Scientia.id – Sekretaris Daerah Kabupaten Dharmasraya, Medison, memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Polres Dharmasraya atas upaya penyelesaian konflik antara...

Bupati Annisa Serahkan Bantuan Paket Makanan Ibu Hamil

Bupati Annisa Serahkan Bantuan Paket Makanan Ibu Hamil

Selasa, 23/6/26 | 17:46 WIB

Dharmasraya, Scientia.id — Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, menyerahkan bantuan paket permakanan tahap II Ibu hamil dan ibu menyusui di...

PCNU Dharmasraya Sukses Gelar Mukercab I, Tegaskan Komitmen Pengabdian dan Kemandirian Jam’iyyah

PCNU Dharmasraya Sukses Gelar Mukercab I, Tegaskan Komitmen Pengabdian dan Kemandirian Jam’iyyah

Senin, 22/6/26 | 21:09 WIB

Dharmasraya, Scientia.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Dharmasraya sukses menggelar Musyawarah Kerja Cabang (Mukercab) I Masa Khidmat 2026–2031...

DPRD Kota Padang prihatin, terhadap semrawutnya Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kota Padang, khususnya berpusat pada kendala sistem aplikasi yang error.

Ketua DPRD Kota Padang Muharlion Menilai Kurangnya Persiapan Disdik Dalam Pelaksanaan Sistem SPMB Tahun 2026

Senin, 22/6/26 | 20:18 WIB

DPRD Kota Padang prihatin, terhadap semrawutnya Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kota Padang, khususnya berpusat pada kendala sistem aplikasi...

Kelompok Tani di Nagari Sitiung Terima Bantuan Alsintan

Kelompok Tani di Nagari Sitiung Terima Bantuan Alsintan

Senin, 22/6/26 | 15:55 WIB

Dharmasraya, Scientia.id – Pemerintah Kabupaten Dharmasraya terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian sebagai tulang punggung perekonomian daerah. Komitmen tersebut...

Sanggar Kilau Aksara dan BPK Sumbar Gelar Workshop Penulisan Ulang Cerita Rakyat

Sanggar Kilau Aksara dan BPK Sumbar Gelar Workshop Penulisan Ulang Cerita Rakyat

Senin, 22/6/26 | 07:32 WIB

Padang, Scientia.id - Sanggar Kilau Aksara bekerja sama dengan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Sumatera Barat menyelenggarakan Workshop Penulisan “Revitalisasi Cerita...

Berita Sesudah
Menyigi Kiprah dan Eksistensi Dendang Saluang di Ranah Minang

Menyigi Kiprah dan Eksistensi Dendang Saluang di Ranah Minang

POPULER

  • DPRD Kota Padang prihatin, terhadap semrawutnya Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kota Padang, khususnya berpusat pada kendala sistem aplikasi yang error.

    Ketua DPRD Kota Padang Muharlion Menilai Kurangnya Persiapan Disdik Dalam Pelaksanaan Sistem SPMB Tahun 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kesalahan Bahasa yang Diproduksi AI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peduli di Layar, Abai di Jalan: Ironi Aktivisme Lingkungan di Era Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penyelesaian Konflik PT SAK dengan Suku Anak Dalam, Sekda Dharmasraya Apresiasi Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bahasa, Kejiwaan, dan Mental dalam Ranah Psikolinguistik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanda Titik pada Singkatan Nama Perusahaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Bukittinggi Lahirkan Sejumlah Rekomendasi atas LPJ Wali Kota Tahun Anggaran 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026