Padang, Scientia – Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumatera Barat, Firdaus, mengajak masyarakat bersikap bijak dalam memilih pemimpin pada Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) yang akan digelar di sejumlah nagari di berbagai kabupaten di Sumbar dalam waktu dekat.
Menurut Firdaus, Pilwana bukan sekadar agenda rutin lima atau enam tahunan, melainkan momentum penting untuk menentukan arah pembangunan nagari ke depan. Karena itu, masyarakat diminta tidak menjadikan pemilihan sebagai ajang perpecahan.
“Pemilihan ini bukan semata proses elektoral. Ini proses penting untuk memunculkan putra terbaik yang akan menjadi penentu arah pembangunan nagari-nagari kita,” kata Firdaus dalam keterangannya di Padang, Rabu (4/3).
Ia mengimbau warga nagari di seluruh Sumbar menjaga suasana tetap kondusif selama tahapan Pilwana berlangsung. Tradisi demokrasi di tingkat nagari, menurut dia, harus mencerminkan nilai-nilai budaya Minangkabau yang menjunjung tinggi musyawarah dan persatuan.
“Mari berpolitik secara santun dan mengedepankan keelokan budaya kita sebagai orang Minang. Jangan sampai perbedaan pilihan merusak hubungan kekeluargaan,” ujarnya.
Kepada para calon wali nagari, Firdaus berpesan agar maju dengan niat tulus untuk membangun kampung halaman, bukan semata demi kepentingan pribadi atau kelompok. Ia mengingatkan agar ambisi untuk menang tidak mengorbankan persatuan warga.
“Jangan mengedepankan ego demi ambisi. Tetap jaga persatuan antarwarga dan hindari politik adu domba,” katanya.
Firdaus menekankan, pemimpin nagari yang ideal adalah sosok yang memahami adat dan budaya, serta mampu merangkul seluruh elemen masyarakat. Dalam falsafah Minangkabau, kata dia, pemimpin tidak boleh “barajo ka hati surang” atau bertindak semaunya sendiri.
“Pemimpin yang arif adalah mereka yang mau mendengar, meladeni, dan melindungi kepentingan bersama,” ujarnya.
Ia juga mendorong masyarakat memilih calon wali nagari yang memiliki visi pembangunan yang jelas, ketokohan yang bisa menjadi teladan, pengetahuan dan kemampuan memadai, serta integritas dan spiritualitas yang kuat.
Menurut Firdaus, wali nagari memiliki peran strategis dalam mengelola potensi lokal, memperkuat ekonomi masyarakat, hingga menjaga harmoni sosial. Karena itu, kualitas kepemimpinan di tingkat nagari akan sangat menentukan keberhasilan pembangunan daerah secara keseluruhan.
“Selamat berdemokrasi. Pilihlah wali nagari yang memiliki visi terbaik dan komitmen kuat untuk memajukan nagari,” kata dia.
Firdaus berharap seluruh tahapan Pilwana di Sumatera Barat dapat berjalan aman, lancar, dan melahirkan pemimpin-pemimpin nagari yang mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat.(yrp)








