Sabtu, 03/10/26 | 19:43 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home DAERAH

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026

Selasa, 17/2/26 | 20:02 WIB

Jakarta, Scientia – Pemerintah menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan itu diambil dalam sidang isbat yang digelar Kementerian Agama pada Selasa malam, setelah mempertimbangkan hasil hisab dan laporan rukyatul hilal dari berbagai daerah di Indonesia.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan, sidang isbat telah selesai dilaksanakan dan dihadiri sejumlah pihak, mulai dari Ketua Komisi VIII DPR RI, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), pimpinan ormas-ormas Islam, hingga para ahli falak dan astronomi dari UIN dan IAIN. Turut hadir pula perwakilan BMKG, BRIN, Badan Informasi Geospasial (BIG), Planetarium Jakarta, serta Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama.

“Berdasarkan hasil hisab serta tidak adanya laporan hilal terlihat, disepakati bahwa 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026,” kata Nasaruddin dalam konferensi pers usai sidang isbat.

Menurut dia, rangkaian sidang diawali dengan seminar terbuka yang disiarkan melalui kanal media sosial Kementerian Agama. Seminar itu membahas prinsip dan metode penentuan awal bulan qamariah, termasuk diskusi panel tentang rukyat dan ilmu falak dari berbagai perspektif.

BACAJUGA

Belum Usai Persoalan Limbah Agustus, Sungai Batang Siat Kembali Menghitam dan Berbau, PT DSL Bungkam

Belum Usai Persoalan Limbah Agustus, Sungai Batang Siat Kembali Menghitam dan Berbau, PT DSL Bungkam

Sabtu, 03/10/26 | 18:06 WIB
Pekan Kebudayaan Daerah 2026 Saraso Fest Resmi Ditutup, ini Harapan Pemerintah

Pekan Kebudayaan Daerah 2026 Saraso Fest Resmi Ditutup, ini Harapan Pemerintah

Sabtu, 03/10/26 | 14:23 WIB

Dalam sidang tertutup, pemerintah bermusyawarah dengan para pakar dan perwakilan ormas Islam. Penetapan dilakukan dengan mengacu pada hasil hisab dan rukyat yang dilakukan di sedikitnya 96 titik pengamatan di seluruh Indonesia.

Nasaruddin menjelaskan, dalam menetapkan awal bulan Qamariah Indonesia menggunakan kriteria visibilitas hilal MABIMS yang berangotakan Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura dengan kesepakatan tinggi hilal 3 derajat dan sudut elongasi 64 derajat standardd Asia Negara.

Berdasarkan data hisab pada hari pengamatan, posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia masih berada di bawah kriteria tersebut. Ketinggian hilal tercatat berkisar antara minus 2 derajat 24 menit 42 detik yang berarti hilal belum berwujud dan masih di bawah ufuk hingga 0 derajat 58 menit 47 detik.

Sementara, sudut elongasi juga sangat minim 0 derajat 56 menit 23 detik hingga 1 derajat 53 menit 36 detik.

“Secara hisab, data hilal hari ini tidak memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS,” ujar Nasaruddin.

Ia menambahkan, tidak ada satu pun laporan rukyat yang menyatakan hilal terlihat, baik di Indonesia maupun di sejumlah negara Muslim lain.

Dengan kondisi itu, pemerintah menetapkan bulan Syakban digenapkan menjadi 30 hari, sehingga 1 Ramadan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Nasaruddin berharap keputusan ini menjadi titik temu bagi umat Islam di Indonesia untuk memulai puasa secara bersama-sama. Namun, ia juga menyadari kemungkinan adanya perbedaan dalam penetapan awal Ramadan oleh sebagian kelompok.

“Kami menghimbau kepada segenap masyarakat, mari perbedaan itu tidak menyebabkan kita berpisah dalam arti yang negatif. Jadikan perbedaan sebagai konfigurasi yang indah. Indonesia sudah berpengalaman berbeda, tetapi tetap utuh dalam persatuan,” katanya.

Penetapan ini sekaligus menandai dimulainya rangkaian ibadah Ramadan 1447 Hijriah di Indonesia, bulan yang setiap tahun menjadi momentum spiritual sekaligus sosial bagi mayoritas penduduk Muslim di Tanah Air.(yrp)

Tags: 1 RamadanhilaRamadan 2026Rukyat
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Sekdaprov Sumbar Tegaskan Penertiban Lembah Anai Tak Boleh Mandek Pascabanjir

Berita Sesudah

1 Ramadan 1447 H, PD Muhammadiyah Pariaman Ikuti Maklumat Pimpinan Pusat

Berita Terkait

Belum Usai Persoalan Limbah Agustus, Sungai Batang Siat Kembali Menghitam dan Berbau, PT DSL Bungkam

Belum Usai Persoalan Limbah Agustus, Sungai Batang Siat Kembali Menghitam dan Berbau, PT DSL Bungkam

Sabtu, 03/10/26 | 18:06 WIB

  Dharmasraya, Scientia.id — Sungai Batang Siat di wilayah Jorong Rumah Padang, Nagari Koto Salak, Kecamatan Koto Salak, Kabupaten Dharmasraya,...

Pekan Kebudayaan Daerah 2026 Saraso Fest Resmi Ditutup, ini Harapan Pemerintah

Pekan Kebudayaan Daerah 2026 Saraso Fest Resmi Ditutup, ini Harapan Pemerintah

Sabtu, 03/10/26 | 14:23 WIB

Padang, Scientia.id — Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) 2026 Saraso Fest resmi ditutup pada Jumat (2/10/2026) malam. Kegiatan yang berlangsung sejak...

ASN Terlibat Narkoba, Sekda Dharmasraya Tegaskan Konsekuensi Berat hingga PTDH

ASN Terlibat Narkoba, Sekda Dharmasraya Tegaskan Konsekuensi Berat hingga PTDH

Sabtu, 03/10/26 | 10:07 WIB

  Dharmasraya, Scientia.id — Pemerintah Kabupaten Dharmasraya menegaskan keterlibatan ASN dalam narkotika dapat membawa konsekuensi kepegawaian yang berat, termasuk pemberhentian...

Rabab Pasisia dan Tari Buai-Buai Bertahan di Tengah Arus Musik Modern

Rabab Pasisia dan Tari Buai-Buai Bertahan di Tengah Arus Musik Modern

Kamis, 01/10/26 | 23:45 WIB

Padang, Scientia.id - Di tengah perkembangan musik digital dan semakin beragamnya bentuk pertunjukan modern, Rabab Pasisia dan Tari Buai-Buai masih...

Donizar bersama tim kesenian musik tradisional Gondang Boroguang dalam PKSB 2026. Selasa malam, (29/9) [foto: ist]

Donizar Apresiasi Penampian Kesenian Musik Gondang Boroguang, Warisan Adat Lubuak Gadang yang Terus Dijaga

Rabu, 30/9/26 | 18:46 WIB

Donizar bersama tim kesenian musik tradisional Gondang Boroguang dalam PKSB 2026. Selasa malam, (29/9) Padang, Scientia — Denting alat musik...

Gerak Cepat Lian Octavia Candra, Salurkan Bantuan Bagi Warga Terdampak Galodo

Gerak Cepat Lian Octavia Candra, Salurkan Bantuan Bagi Warga Terdampak Galodo

Rabu, 30/9/26 | 13:48 WIB

Arosuka, Scientia.id — Di tengah suasana pemulihan pascabencana yang masih berlangsung, kepedulian terhadap warga terdampak terus mengalir. Salah satunya datang...

Berita Sesudah
1 Ramadan 1447 H, PD Muhammadiyah Pariaman Ikuti Maklumat Pimpinan Pusat

1 Ramadan 1447 H, PD Muhammadiyah Pariaman Ikuti Maklumat Pimpinan Pusat

POPULER

  • Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Manusia yang Selalu Kekurangan Tiga Puluh Peso

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026