Rabu, 04/3/26 | 19:05 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home EKONOMI

Teknik Electrifying Agriculture Bawang Merah

Selasa, 26/8/25 | 23:45 WIB
Teknik Electrifying Agriculture Bawang Merah

Seorang petani, Amri Islmail sedang menyusuri pematang untuk memeriksa puluhan lampu Light Emiting Diode (LED) di ladang bawang merah miliknya di Jorong Usak, Nagari Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat pada Selasa, (26/8/25) petang. Teknik Electrifying Agriculture diinisiasi PLN UID Sumbar ini memanfaatkan teknologi light trap dipadukan dengan sprinkler system guna mencegah serangga dan membunuh cikal-bakal hama. Integrasi ini efektif menekan biaya produksi hingga 50% mengurangi penggunaan pestisida, sehingga lebih sehat, ramah lingkungan dan berkelanjutan. (SCIENTIA/Foto: Wahyu Saputra)

BACAJUGA

Tak Sekadar Terang, Integrasi Listrik Dongkrak Produktivitas Petani Bawang

Berantas Hama Pangkas Biaya, Bikin Petani Bawang Makin Lega

Selasa, 26/8/25 | 23:45 WIB
ESDM Minta Kaji Soal Kebutuhan Tambahan TBBM di Sumbar

ESDM Minta Kaji Soal Kebutuhan Tambahan TBBM di Sumbar

Kamis, 27/3/25 | 15:54 WIB
Seorang petani, Amri Islmail sedang menyusuri pematang untuk memeriksa puluhan lampu Light Emiting Diode (LED) di ladang bawang merah miliknya di Jorong Usak, Nagari Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat pada Selasa, (26/8/25). (SCIENTIA/Foto: Wahyu Saputra)

Seorang petani, Amri Islmail sedang menyusuri pematang untuk memeriksa puluhan lampu Light Emiting Diode (LED) di ladang bawang merah miliknya di Jorong Usak, Nagari Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat pada Selasa, (26/8/25) petang. Teknik Electrifying Agriculture diinisiasi PLN UID Sumbar ini memanfaatkan teknologi light trap dipadukan dengan sprinkler system guna mencegah serangga dan membunuh cikal-bakal hama. Integrasi ini efektif menekan biaya produksi hingga 50% mengurangi penggunaan pestisida, sehingga lebih sehat, ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Tags: Electrifying AgricultureKementerian ESDMKetenagalistrikanPT PLN SumbarTeknik Electrifying Agriculture Bawang Merah
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Berantas Hama Pangkas Biaya, Bikin Petani Bawang Makin Lega

Berita Sesudah

Update: Kebakaran Pasar Payakumbuh Hanguskan 485 Toko, Kerugian Capai Rp 65 Miliar

Berita Terkait

Sugesti Edward, Motivator Bisnis dan Pengusaha (Foto: Ist)

Allah dan Orang Tua dalam Bisnis

Sabtu, 28/2/26 | 10:29 WIB

Sugesti Edward, Motivator Bisnis dan Pengusaha (Foto: Ist) Jakarta, Scientia.id - Berbicara tentang bisnis, banyak orang langsung membayangkan strategi, modal,...

Bale by BTN, Transaksi Mudah Memanjakan Nasabah

Bale by BTN, Transaksi Mudah Memanjakan Nasabah

Selasa, 24/2/26 | 22:57 WIB

Seorang karyawan Ayam Geprek GG di Kota Padang memperlihatkan cara mudah untuk pembayaran tanpa ribet melalui aplikasi Bale by BTN,...

Bale by BTN, Solusi Cepat Pilih Rumah Pascabencana

Bale by BTN, Manjakan Gen Z Cari Hunian Tanpa Ribet

Jumat, 20/2/26 | 20:40 WIB

Seorang Gen Z yang sekaligus relawan bencana di Kota Padang, sedang memilih rumah hunian yang aman pascabencana melalui Bale by...

MSCI Ubah Indeks Saham Indonesia, INDF Turun Kelas, CLEO dan ACES Keluar

MSCI Ubah Indeks Saham Indonesia, INDF Turun Kelas, CLEO dan ACES Keluar

Jumat, 13/2/26 | 06:42 WIB

Jakarta, Scientia.id - Morgan Stanley Capital International (MSCI) kembali melakukan peninjauan indeks saham Indonesia. Hasilnya, sejumlah saham mengalami perubahan status,...

Kemenag Siapkan 2.124 Titik Pemberdayaan Zakat-Wakaf

Kemenag Siapkan 2.124 Titik Pemberdayaan Zakat-Wakaf

Kamis, 12/2/26 | 08:07 WIB

Jakarta, Scientia.id  - Upaya memperkuat peran zakat dan wakaf sebagai instrumen pemberdayaan umat terus didorong Kementerian Agama. Melalui Direktorat Jenderal...

Wajib Halal Berlaku 2026, Kemenag Dorong Penguatan Ekosistem

Wajib Halal Berlaku 2026, Kemenag Dorong Penguatan Ekosistem

Selasa, 27/1/26 | 09:24 WIB

Jakarta, Scientia.id - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem halal nasional dengan menetapkan 17 Oktober 2026 sebagai tenggat pemberlakuan kewajiban...

Berita Sesudah
Update: Kebakaran Pasar Payakumbuh Hanguskan 485 Toko, Kerugian Capai Rp 65 Miliar

Update: Kebakaran Pasar Payakumbuh Hanguskan 485 Toko, Kerugian Capai Rp 65 Miliar

POPULER

  • Afrina Hanum

    Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buka Puasa Bersama Golkar Sumbar, Khairunnas Tekankan Soliditas Kader

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wali Kota Padang Fadli Amran Lantik Empat Pimpinan Tinggi Pratama dan 50 Kepsek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Metafora dalam Puisi-puisi Sanusi Pane

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kopula Adalah, Merupakan dan Partikel Ialah, Yakni, Yaitu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bale by BTN, Transaksi Mudah Memanjakan Nasabah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024