Jumat, 23/1/26 | 21:05 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Beda-Beda Tipis, Hidup Tetap Manis

Minggu, 21/9/25 | 19:27 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Pernahkah mengalami kebingungan saat membeli pakaian? Misalnya, dihadapankan pada dua kemeja berwarna biru tua dan biru dongker. Sekilas keduanya tampak serupa, sehingga sulit menentukan mana yang lebih cocok. Bahkan setelah dicoba di depan kaca dan dimintakan pendapat teman, jawaban yang muncul sering kali sederhana, “Ah, sebelas dua belas saja”. Pada situasi seperti inilah makna ungkapan “beda-beda tipis” benar-benar terasa. Dua hal yang mirip hanya dipisahkan oleh detail kecil yang terkadang tidak terlalu berpengaruh dalam keputusan akhir.

Hal yang sama juga sering kita temui saat urusan makanan. Katakanlah kita mampir ke dua rumah makan yang berbeda. Menu yang dipesan sama: rendang, ikan bakar, atau gulai tunjang. Harganya beda sedikit, rasa pun hampir serupa. Kadang kita sampai kesulitan menjelaskan, “Enakan yang kemarin atau yang ini, ya?” Lalu kita menyerah dengan satu kalimat sederhana, “sebelas dua belas lah.”

BACAJUGA

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Renyah: Bacaan Pelan untuk Hari yang Cepat

Minggu, 18/1/26 | 21:05 WIB
Lagu yang Tak Selesai-selesai

2026 dan Renyah yang Tetap Menyapa

Minggu, 04/1/26 | 23:10 WIB

Begitu juga saat berbicara tentang teknologi, ungkapan ini juga kerap muncul. Ambil contoh pada perangkat penyimpanan data seperti SSD eksternal. Di pasaran tersedia berbagai pilihan dengan desain berbeda, kapasitas serupa, dan kecepatan transfer yang pada praktiknya hampir sama. Satu produk mungkin menonjolkan keunggulan dalam material bodi, sementara produk lain menekankan fitur tambahan seperti perlindungan guncangan.

Namun, bagi sebagian besar pengguna yang hanya memerlukan ruang simpan untuk memindahkan dokumen, foto, atau video, perbedaannya tidak terlalu terasa. Hasil akhirnya tetap sama, data tersimpan dengan baik. Maka wajar jika banyak orang berkomentar, “Ah, beda-beda tipis, sebelas dua belas saja”.

Bagi saya, ungkapan “beda-beda tipis” bukan hanya tentang membandingkan barang atau rasa, tetapi juga cara memandang hidup. Perbedaan kecil sering kali tidak mengubah makna besar yang saya jalani, justru menjadi variasi yang memperkaya pengalaman. Seperti dua warna biru yang hanya dipisahkan gradasi, begitu pula perbedaan dalam pertemanan yang tak pernah mengurangi kedekatan.

Saya melihat hidup lebih sering menghadirkan persamaan daripada perbedaan. Apa pun pilihannya, bekerja keras atau beristirahat, makan di rumah makan mana saja, hingga memakai SSD jenis apa pun, tujuannya tetap sama, kebutuhan saya terpenuhi. Dari situ saya belajar, ungkapan “sebelas dua belas” mengingatkan untuk tidak berlebihan menyoroti perbedaan, melainkan mensyukuri fungsi dan makna yang sesungguhnya.

Pada akhirnya, hidup memang sering terasa “sebelas dua belas”, mirip-mirip tapi tetap ada bedanya. Sama halnya dengan mi bihun goreng dan mi kwetiau goreng, sama-sama bikin kenyang meski teksturnya tak persis serupa. Jadi, daripada terlalu repot mencari perbedaan, lebih baik saya menikmatinya dengan senyum, karena hasil akhirnya tetap saja, hidup harus dijalani dengan rasa syukur.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Wali-kota Apresiasi Festival Kota Tua

Berita Sesudah

Wali kota Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw di DPD PKDP PADANG

Berita Terkait

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Renyah: Bacaan Pelan untuk Hari yang Cepat

Minggu, 18/1/26 | 21:05 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Jika Renyah dapat dianalogikan, ia bukan ruang yang hadir dengan suara lantang atau pernyataan yang...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

2026 dan Renyah yang Tetap Menyapa

Minggu, 04/1/26 | 23:10 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Akhir tahun 2025 kita lewati dengan langkah yang lebih pelan. Bencana yang terjadi di...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Lengah di Tengah Jeda

Minggu, 21/12/25 | 20:08 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saat istirahat siang, saya sering lengah dengan waktu. Bukan karena terburu-buru seperti di pagi...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Ketika Waktu Tak Menunggu

Minggu, 07/12/25 | 22:22 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saya sering bangun tergesa, seolah pagi datang lebih cepat dari dugaan. Waktu terus berjalan...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Hujan yang Merawat Diam

Minggu, 23/11/25 | 19:52 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Hujan selalu punya cara sederhana untuk membuat saya berhenti sejenak. Di antara rintik yang...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Tentang Usaha yang Tidak Terlihat

Minggu, 09/11/25 | 20:13 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Dalam setiap pertandingan olahraga selalu ada dua kemungkinan, menang atau kalah. Dari kejauhan semuanya...

Berita Sesudah
Walikota Padang Fadly Amran Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw di PKDP Kota Padang, Sabtu (20/9). (Foto: Ist)

Wali kota Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw di DPD PKDP PADANG

POPULER

  • Diksi Cantik sebagai Identitas Perempuan di Instagram

    Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Personifikasi dalam Puisi “Lukisan Berwarna” Karya Joko Pinurbo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berbagai Istilah Urutan Waktu dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemko Padang Dukung Persiapan Jemaah Haji Kota Padang 1447 Hijriah Sebanyak 193 Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Persoalan Ketersediaan Air Bersih Kota Padang Butuh 228 Sumur Bor

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Sawah ke Timeline: Kisah Kata “Ani-ani” yang Berubah Arti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024