![Sosialisasi peningkatan penggunaan sediaan farmasi dan alat kesehatan produksi dalam negeri di Aula Peltekpel Sumbar oleh Ade Rezki Pratama.[foto : sci/yrp]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/09/1000557410-scaled.jpg)
Padang Pariaman, Scientia — Anggota DPR RI, Ade Rezki Pratama, mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memilih obat yang akan dikonsumsi. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang tergoda membeli obat di warung, bahkan secara online, tanpa memperhatikan izin edar maupun keamanan produk.
Bahkan, obat-obatan tersebut bahkan dipromosikan sebagai obat dewa yang dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Padahal bahan yang digunakan dapat membahayakan kesehatan ginjal hingga akhirnya rutin cuci darah.
Hal ini ia sampaikan dalam kegiatan sosialisasi peningkatan penggunaan sediaan farmasi dan alat kesehatan produksi dalam negeri di Aula Peltekpel Sumbar. Ade menegaskan, obat yang aman hanya bisa didapatkan di apotek yang memiliki izin resmi.
“Jangan pernah membeli obat ilegal, apalagi yang berasal dari luar negeri dengan asal-usul tidak jelas. Keselamatan masyarakat jauh lebih penting,” ujar Ade.
Ia menambahkan, pemerintah terus mendorong masyarakat untuk menggunakan obat dan alat kesehatan produksi dalam negeri. Selain terjamin keamanannya, langkah ini juga dapat memperkuat industri farmasi nasional.
Menurut Ade, dengan memilih produk dalam negeri, masyarakat ikut membantu perekonomian sekaligus memastikan ketersediaan obat yang sesuai standar kesehatan.
“Kalau kita mendukung produk dalam negeri, kita tidak hanya menjaga kesehatan, tetapi juga memberi ruang bagi industri lokal untuk berkembang,” katanya.
Ade juga meminta masyarakat untuk teliti dalam penggunaan produk farmasi guna mengantisipasi obat dari luar negeri ilegal yang dapat membahayakan kesehatan.
“Obat yang tidak berizin berpotensi masuk ke daerah kita melalui pelabuhan-pelabuhan kapal ikan, tidak berizin sehingga belum tentu aman ” kata Ade Rezki Pratama
Melalui sosialisasi ini, Ade berharap masyarakat semakin paham cara memilih obat dengan bijak dan tidak mudah tergiur dengan harga murah tanpa memikirkan dampak bagi kesehatan.
Sementara itu Plt. Kepala Dinas Kesehatan Padang Pariaman, dr. Efriyeni menambahkan, selain membahayakan keselamatan, obat ilegal juga sering tidak jelas kandungan maupun asal-usulnya.
“Jangan sampai masyarakat menjadi korban hanya karena tergiur harga murah. Pastikan obat dibeli di tempat resmi, sehingga aman dikonsumsi,” tegas dr. Efriyeni.(yrp)
![Anggota Komisi IX DPR RI, Ade Rezki Pratama saat memberikan sambutan dalam kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi di Kayu Tanam. Kamis, (16/10) [foto : sci/yrp]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/10/Ade-Rezki-120x86.jpg)
![Anggota Komisi IX DPR RI, Ade Rezki Pratama saat memberikan sambutan padakegiatan Advokasi dan Sosialisasi Pengembangan Pelayanan Kesehatan Rujukan. Kamis, (16/10) [foto : sci/yrp]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/10/1000643387-120x86.jpg)

![Update sementara data korban bencana Hidrometeoroligi di Sumbar. Minggu, (30/11) pukul 09.00 WIB [foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251130-WA0008-350x250.jpg)
![Anggota DPRD Sumbar, Fraksi PKB, Donizar saat meninjau kondisi Jembatan Ampang Gadang, Nagari Panti Selatan, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman yang tertutup material. Sabtu malam, (30/11).[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251129-WA0047-350x250.jpg)

![Pembaruan data dampak bencana hidrometeorologi oleh Pusdalops BPBD Sumbar per Sabtu, (29/11) pukul 24.00 WIB.[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/11/1000758761-350x250.png)

![Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus.[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/09/FB_IMG_1748595612038-75x75.jpg)
![Kantor PDAM Kota Padang.[foto : net]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/07/FB_IMG_17535045128082-350x250.jpg)