![Anggota DPRD Kota Padang, Yusri Latif. [foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/06/FB_IMG_1742013147944.jpg)
Menurutnya, aspirasi adalah hak masyarakat yang tidak boleh diabaikan. Ia memastikan, jika di Kota Padang nantinya juga muncul aksi serupa, dirinya akan hadir langsung menemui massa.
“Sebagai wakil rakyat, saya tidak akan menutup mata. Saya akan temui mereka, dengarkan apa yang disampaikan, dan berdiskusi mencari solusi,” kata Latif, Minggu (31/8).
Namun, Latif juga mengingatkan agar massa tetap mengedepankan cara-cara damai dan tidak melakukan tindakan agresif yang berujung pada perusakan fasilitas umum. Ia menilai, merusak fasilitas hanya akan merugikan masyarakat sendiri.
“Kalau rusak, tentu diperbaiki dengan uang rakyat. Akibatnya, anggaran yang seharusnya dipakai untuk program penting, malah dialihkan untuk memperbaiki kerusakan. Ini tentu merugikan kita semua,” ujarnya.
Meski begitu, Latif optimis masyarakat Minangkabau akan menjaga tradisi musyawarah dalam menyampaikan pendapat. Ia meyakini karakter orang Minang yang dikenal menjunjung tinggi adat bundo kanduang akan menjadi penopang gerakan aspirasi yang santun.
“Minangkabau sejak dulu terkenal dengan musyawarah mufakat. Saya percaya, masyarakat kita akan tetap menjaga itu dalam setiap gerakan,” tutupnya.(yrp)
![Anggota DPRD Kota Padang, Yusri Latif. [foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/06/FB_IMG_1742013147944-750x375.jpg)









