Senin, 01/6/26 | 11:35 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Menghindari Sifat Benalu

Minggu, 31/8/25 | 13:20 WIB

Oleh: Yori Leo Saputra, S.Hum., Gr.
(Guru SMA Negeri 1 Ranah Pesisir)

Benalu merupakan salah satu jenis tumbuhan yang tidak memiliki manfaat bagi tumbuhan lain di sekitarnya. Keberadaan tumbuhan ini justru membahayakan bagi tumbuhan-tumbuhan lain—tempat  ia menumpang hidup.
Benalu, dalam KBBI VI daring, diartikan ‘tumbuhan yang menumpang pada tanaman lain dan mengisap makanan dari tanaman yang ditumpanginya; pasilan.’ Nama latin dari tumbuhan ini adalah loranthaceae. Sebagai orang Minangkabau, kita diajarkan untuk belajar dan mencontoh kepada alam. Pepatah berikut mengatakan.

“Biriak-biriak tabang ka samak,

BACAJUGA

Jastip Peluang Bisnis Anak Muda di Tengah Tren Konsumtif

Jastip Peluang Bisnis Anak Muda di Tengah Tren Konsumtif

Minggu, 31/5/26 | 23:50 WIB
Gaya Bahasa dalam Lagu, Teater, dan Cerpen Kajian Stilistika

Kue Asida: Makanan Para Raja Riau yang Hampir Punah

Minggu, 31/5/26 | 23:45 WIB

ambiak batang londan tabuk,

salodang jadikan niru.

Dari niniak—turun ka mamak,

sakapa jadikan gunuang

alam takambang jadi guru.”

Salah satu pelajaran yang dapat kita ambil dari kehidupan yang ada di alam adalah menghindari sifat hidup benalu. Meski tumbuhan ini dapat digunakan sebagai obat tradisional yang bermanfaat untuk mengatasi berbagai macam penyakit, seperti sakit kepala, nyeri sendi, serta kanker. Namun, sifat hidup benalu tidak memberikan manfaat dan contoh bagi manusia. Di mana pun benalu hidup, keberadaannya selalu mecelakakan dan menyusahkan kehidupan di lingkungan sekitarnya.

Sebagai contoh, bila benalu tumbuh di batang pohon jengkol, tidak lama kemudian batang jengkol akan mati karenannya. Begitu pula bila tumbuhan benalu ini tumbuh di batang petai, secara pelahan pohon petai pun akan mati karenanya. Dengan demikian, sifat benalu akan selalu membawa kerugian pada kehidupan yang ditempatinya. Oleh karena itu, kita diingatkan perlu untuk menghindari sifat benalu, yang manjadi simbol perilaku menganiaya (menyakiti) orang lain. Orang yang suka dan senang manganiaya orang lain pada akhirnya akan membawa kesensaraan di tengah suasana yang mulanya aman, tentram, dan damai.

Hidup seperti benalu adalah menjadi beban bagi orang lain. Apa pun yang ditempatinya justru menjadi bencana dan malapetaka bagi orang lain. Kehadiran orang yang berperilaku seperti benalu hanyalah membawa kesusahan bagi orang lain. Bahkan, dapat membawa penderitaan yang mendalam hingga berujung pada kematian bagi pihak yang dirugikan.

Dengan begitu, benalu adalah sifat parasit yang merugikan dalam kehidupan. Selain membahayakan dan menzalimi orang lain, sifat buruk benalu juga membuat orang menjadi tersiksa dengan kehadirannya.

Sejatinya, kedatangan kita dalam masyarakat seharusnya membawa kebaikan bagi orang lain, malah bukan sebaliknya. Kedatangan kita seharusnya menjadi rahmat bagi orang-orang, justru bukan malapetaka baginya. Jadi, di mana pun kita menompang hidup, jangan sampai kita seperti benalu, yang menjadi penyebab kesensaraan dalam kehidupan orang lain.

Islam telah mengingatkan kita untuk menjauhi dan menghindari perilaku hidup seperti benalu. Dalam Islam, orang yang manyakit atau manganiayah orang lain dikatakan zalim. Perilaku ini merupakan dosa besar, sebab sifat ini suka dan senang membuat hidup orang menjadi tertindas dan menderita karena kesensaraan. Untuk itu, mari kita hindari sifat benalu ini supaya kita tidak menjadi sumber kesensaraan bagi diri kita dan hidup orang lain. Wallahualam bissawab.

Tags: #Yori Leo Saputra
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Fenomena Singkatan dalam Dunia Digital

Berita Sesudah

Bahasa dalam Pandangan Linguistik Fungsional Sistemik

Berita Terkait

Jastip Peluang Bisnis Anak Muda di Tengah Tren Konsumtif

Jastip Peluang Bisnis Anak Muda di Tengah Tren Konsumtif

Minggu, 31/5/26 | 23:50 WIB

Oleh: Najwa Maliha Zharfa (Mahasiswa Prodi S1 Akuntansi dan Mahasiswa MKWK Bahasa Indonesia Universitas Andalas)   Siapa yang tidak mengenal...

Gaya Bahasa dalam Lagu, Teater, dan Cerpen Kajian Stilistika

Kue Asida: Makanan Para Raja Riau yang Hampir Punah

Minggu, 31/5/26 | 23:45 WIB

Oleh: Muhammad Zakwan Rizaldi (Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas dan Anggota UKMF Labor Penulisan Kreatif)...

Ironi Nasib Anak Perempuan di Tengah Himpitan Ekonomi

Kebebasan Perempuan dalam Film “Gowok” Analisis Semiotika Christian Metz

Minggu, 31/5/26 | 23:30 WIB

Oleh: Adela Damanik (Mahasiswi Sastra Indonesia dan  Anggota UKMF Labor Penulisan Kreatif Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas)   Film Gowok:...

Nilai-Nilai Religius pada Karya Andreas Gryphius

Manusia yang Selalu Kekurangan Tiga Puluh Peso

Minggu, 31/5/26 | 23:11 WIB

Oleh: Hilda Septriani (Dosen Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran)   "Membaca Ulang “Surat buat Tuhan” di Tengah Budaya Tak Pernah...

Regulasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan di Perguruan Tinggi

Regulasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan di Perguruan Tinggi

Minggu, 24/5/26 | 20:02 WIB

Oleh: Intan Rhaudhatul Jannah (Mahasiswa Program Studi Administrasi Publik Universitas Andalas) Kekerasan berbasis gender di lingkungan kampus bukanlah sebuah cerita...

Gaya Bahasa dalam Lagu, Teater, dan Cerpen Kajian Stilistika

Sumpah Pemuda: Tonggak Perkembangan Sastra Indonesia

Minggu, 24/5/26 | 19:17 WIB

Oleh: Muhammad Zakwan Rizaldi (Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas dan Anggota UKMF Labor Penulisan Kreatif)...

Berita Sesudah
Struktur Kalimat Peraturan Perundang-undangan

Bahasa dalam Pandangan Linguistik Fungsional Sistemik

POPULER

  • Jastip Peluang Bisnis Anak Muda di Tengah Tren Konsumtif

    Jastip Peluang Bisnis Anak Muda di Tengah Tren Konsumtif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kue Asida: Makanan Para Raja Riau yang Hampir Punah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kebebasan Perempuan dalam Film “Gowok” Analisis Semiotika Christian Metz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Manusia yang Selalu Kekurangan Tiga Puluh Peso

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026