Sabtu, 26/9/26 | 21:16 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Menghindari Sifat Benalu

Minggu, 31/8/25 | 13:20 WIB

Oleh: Yori Leo Saputra, S.Hum., Gr.
(Guru SMA Negeri 1 Ranah Pesisir)

Benalu merupakan salah satu jenis tumbuhan yang tidak memiliki manfaat bagi tumbuhan lain di sekitarnya. Keberadaan tumbuhan ini justru membahayakan bagi tumbuhan-tumbuhan lain—tempat  ia menumpang hidup.
Benalu, dalam KBBI VI daring, diartikan ‘tumbuhan yang menumpang pada tanaman lain dan mengisap makanan dari tanaman yang ditumpanginya; pasilan.’ Nama latin dari tumbuhan ini adalah loranthaceae. Sebagai orang Minangkabau, kita diajarkan untuk belajar dan mencontoh kepada alam. Pepatah berikut mengatakan.

“Biriak-biriak tabang ka samak,

BACAJUGA

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Mengenal Polisemi dan Homonimi dalam Bahasa Indonesia

Minggu, 20/9/26 | 15:43 WIB
Representasi Perempuan dalam Novel “Perempuan di Titik Nol dan Entrok: Kajian Feminisme”

Menyusuri Luka Kanak-kanak dalam Kumpulan Puisi “Belajar Menanggalkan Bulan”

Minggu, 13/9/26 | 22:05 WIB

ambiak batang londan tabuk,

salodang jadikan niru.

Dari niniak—turun ka mamak,

sakapa jadikan gunuang

alam takambang jadi guru.”

Salah satu pelajaran yang dapat kita ambil dari kehidupan yang ada di alam adalah menghindari sifat hidup benalu. Meski tumbuhan ini dapat digunakan sebagai obat tradisional yang bermanfaat untuk mengatasi berbagai macam penyakit, seperti sakit kepala, nyeri sendi, serta kanker. Namun, sifat hidup benalu tidak memberikan manfaat dan contoh bagi manusia. Di mana pun benalu hidup, keberadaannya selalu mecelakakan dan menyusahkan kehidupan di lingkungan sekitarnya.

Sebagai contoh, bila benalu tumbuh di batang pohon jengkol, tidak lama kemudian batang jengkol akan mati karenannya. Begitu pula bila tumbuhan benalu ini tumbuh di batang petai, secara pelahan pohon petai pun akan mati karenanya. Dengan demikian, sifat benalu akan selalu membawa kerugian pada kehidupan yang ditempatinya. Oleh karena itu, kita diingatkan perlu untuk menghindari sifat benalu, yang manjadi simbol perilaku menganiaya (menyakiti) orang lain. Orang yang suka dan senang manganiaya orang lain pada akhirnya akan membawa kesensaraan di tengah suasana yang mulanya aman, tentram, dan damai.

Hidup seperti benalu adalah menjadi beban bagi orang lain. Apa pun yang ditempatinya justru menjadi bencana dan malapetaka bagi orang lain. Kehadiran orang yang berperilaku seperti benalu hanyalah membawa kesusahan bagi orang lain. Bahkan, dapat membawa penderitaan yang mendalam hingga berujung pada kematian bagi pihak yang dirugikan.

Dengan begitu, benalu adalah sifat parasit yang merugikan dalam kehidupan. Selain membahayakan dan menzalimi orang lain, sifat buruk benalu juga membuat orang menjadi tersiksa dengan kehadirannya.

Sejatinya, kedatangan kita dalam masyarakat seharusnya membawa kebaikan bagi orang lain, malah bukan sebaliknya. Kedatangan kita seharusnya menjadi rahmat bagi orang-orang, justru bukan malapetaka baginya. Jadi, di mana pun kita menompang hidup, jangan sampai kita seperti benalu, yang menjadi penyebab kesensaraan dalam kehidupan orang lain.

Islam telah mengingatkan kita untuk menjauhi dan menghindari perilaku hidup seperti benalu. Dalam Islam, orang yang manyakit atau manganiayah orang lain dikatakan zalim. Perilaku ini merupakan dosa besar, sebab sifat ini suka dan senang membuat hidup orang menjadi tertindas dan menderita karena kesensaraan. Untuk itu, mari kita hindari sifat benalu ini supaya kita tidak menjadi sumber kesensaraan bagi diri kita dan hidup orang lain. Wallahualam bissawab.

Tags: #Yori Leo Saputra
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Fenomena Singkatan dalam Dunia Digital

Berita Sesudah

Bahasa dalam Pandangan Linguistik Fungsional Sistemik

Berita Terkait

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Mengenal Polisemi dan Homonimi dalam Bahasa Indonesia

Minggu, 20/9/26 | 15:43 WIB

Oleh: Noor Alifah (Mahasiswa Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Pernahkah Anda mendengar kalimat "kepala sekolah itu sedang memegang kepalanya...

Representasi Perempuan dalam Novel “Perempuan di Titik Nol dan Entrok: Kajian Feminisme”

Menyusuri Luka Kanak-kanak dalam Kumpulan Puisi “Belajar Menanggalkan Bulan”

Minggu, 13/9/26 | 22:05 WIB

Oleh: Rosidatul Arifah (Alumni S1 Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas)  Awal September 2026 ini memberikan angin ceria pada...

Kapitalisme dan Kontradiksi Kemajuan dalam Sastra Indonesia

Modernisme dan Dunia yang Dinamis dalam Karya Sastra

Minggu, 13/9/26 | 09:35 WIB

Oleh: Maharani Syifa Ramadhan (Alumni Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas dan Mahasiswa Program Magister Sastra Kontemporer, Universitas Padjajaran)   Modernisme...

Benarkah Onomatope Arbitrer?

Benarkah Onomatope Arbitrer?

Minggu, 13/9/26 | 08:48 WIB

Oleh: Ahmad Hamidi dan Andina Meutia Hawa (Dosen Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)    Seekor anjing sedang menggonggong di...

Semantik-Pragmatik Ketika Pulang Tidak Selalu Berarti Kembali

Semantik-Pragmatik Ketika Pulang Tidak Selalu Berarti Kembali

Minggu, 06/9/26 | 11:00 WIB

Oleh: Hasbi Witir (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Kata pulang merupakan kata yang sangat dekat dengan kehidupan...

Puisi-puisi M. Subarkah

Jangan Tunggu Hutan Habis untuk Sadar

Minggu, 06/9/26 | 10:37 WIB

Oleh: M. Subarkah (Mahasiswa Magister Linguistik FIB Universitas Andalas) Kita sering baru mengingat hutan ketika bencana datang. Ketika hujan turun...

Berita Sesudah
Struktur Kalimat Peraturan Perundang-undangan

Bahasa dalam Pandangan Linguistik Fungsional Sistemik

POPULER

  • Dampak Kecerdasan Buatan (AI) bagi Dunia Pendidikan di Indonesia

    Dampak Kecerdasan Buatan (AI) bagi Dunia Pendidikan di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rumah Dinas Wabup Solok Dibuka untuk Pengungsi, Warga Diminta Hindari Lokasi Rawan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Paket Data Masih Aktif, Telkomsel Blokir Internet karena Tagihan Pulsa Darurat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSAM Bukittinggi Butuh 500 Kantong Darah per Bulan, Golongan AB Paling Langka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kandidat Muda Warnai Pilwana Lingkuang Aua Baru, Muhammad Abdu Shadli Resmi Daftar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penayangan Film Sinematografi Mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Andalas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kata Penghubung dan, serta, dan Tanda Baca Koma (,)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026