Jumat, 17/4/26 | 06:29 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Menghindari Sifat Benalu

Minggu, 31/8/25 | 13:20 WIB

Oleh: Yori Leo Saputra, S.Hum., Gr.
(Guru SMA Negeri 1 Ranah Pesisir)

Benalu merupakan salah satu jenis tumbuhan yang tidak memiliki manfaat bagi tumbuhan lain di sekitarnya. Keberadaan tumbuhan ini justru membahayakan bagi tumbuhan-tumbuhan lain—tempat  ia menumpang hidup.
Benalu, dalam KBBI VI daring, diartikan ‘tumbuhan yang menumpang pada tanaman lain dan mengisap makanan dari tanaman yang ditumpanginya; pasilan.’ Nama latin dari tumbuhan ini adalah loranthaceae. Sebagai orang Minangkabau, kita diajarkan untuk belajar dan mencontoh kepada alam. Pepatah berikut mengatakan.

“Biriak-biriak tabang ka samak,

BACAJUGA

Makna Konotasi dan Denotasi Kata Cabe-Cabean

Makna Konotasi dan Denotasi Kata Cabe-Cabean

Minggu, 12/4/26 | 16:27 WIB
Peran Sintaksis dalam Kehidupan Sehari-hari

Peran Sintaksis dalam Kehidupan Sehari-hari

Minggu, 12/4/26 | 15:54 WIB

ambiak batang londan tabuk,

salodang jadikan niru.

Dari niniak—turun ka mamak,

sakapa jadikan gunuang

alam takambang jadi guru.”

Salah satu pelajaran yang dapat kita ambil dari kehidupan yang ada di alam adalah menghindari sifat hidup benalu. Meski tumbuhan ini dapat digunakan sebagai obat tradisional yang bermanfaat untuk mengatasi berbagai macam penyakit, seperti sakit kepala, nyeri sendi, serta kanker. Namun, sifat hidup benalu tidak memberikan manfaat dan contoh bagi manusia. Di mana pun benalu hidup, keberadaannya selalu mecelakakan dan menyusahkan kehidupan di lingkungan sekitarnya.

Sebagai contoh, bila benalu tumbuh di batang pohon jengkol, tidak lama kemudian batang jengkol akan mati karenannya. Begitu pula bila tumbuhan benalu ini tumbuh di batang petai, secara pelahan pohon petai pun akan mati karenanya. Dengan demikian, sifat benalu akan selalu membawa kerugian pada kehidupan yang ditempatinya. Oleh karena itu, kita diingatkan perlu untuk menghindari sifat benalu, yang manjadi simbol perilaku menganiaya (menyakiti) orang lain. Orang yang suka dan senang manganiaya orang lain pada akhirnya akan membawa kesensaraan di tengah suasana yang mulanya aman, tentram, dan damai.

Hidup seperti benalu adalah menjadi beban bagi orang lain. Apa pun yang ditempatinya justru menjadi bencana dan malapetaka bagi orang lain. Kehadiran orang yang berperilaku seperti benalu hanyalah membawa kesusahan bagi orang lain. Bahkan, dapat membawa penderitaan yang mendalam hingga berujung pada kematian bagi pihak yang dirugikan.

Dengan begitu, benalu adalah sifat parasit yang merugikan dalam kehidupan. Selain membahayakan dan menzalimi orang lain, sifat buruk benalu juga membuat orang menjadi tersiksa dengan kehadirannya.

Sejatinya, kedatangan kita dalam masyarakat seharusnya membawa kebaikan bagi orang lain, malah bukan sebaliknya. Kedatangan kita seharusnya menjadi rahmat bagi orang-orang, justru bukan malapetaka baginya. Jadi, di mana pun kita menompang hidup, jangan sampai kita seperti benalu, yang menjadi penyebab kesensaraan dalam kehidupan orang lain.

Islam telah mengingatkan kita untuk menjauhi dan menghindari perilaku hidup seperti benalu. Dalam Islam, orang yang manyakit atau manganiayah orang lain dikatakan zalim. Perilaku ini merupakan dosa besar, sebab sifat ini suka dan senang membuat hidup orang menjadi tertindas dan menderita karena kesensaraan. Untuk itu, mari kita hindari sifat benalu ini supaya kita tidak menjadi sumber kesensaraan bagi diri kita dan hidup orang lain. Wallahualam bissawab.

Tags: #Yori Leo Saputra
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Fenomena Singkatan dalam Dunia Digital

Berita Sesudah

Bahasa dalam Pandangan Linguistik Fungsional Sistemik

Berita Terkait

Makna Konotasi dan Denotasi Kata Cabe-Cabean

Makna Konotasi dan Denotasi Kata Cabe-Cabean

Minggu, 12/4/26 | 16:27 WIB

Oleh: Alya Najwa Abdillah (Mahasiswa MKWK Bahasa Indonesia dan S1 Teknik Lingkungan Universitas Andalas)   Bahasa berkembang seiring dengan berjalannya...

Peran Sintaksis dalam Kehidupan Sehari-hari

Peran Sintaksis dalam Kehidupan Sehari-hari

Minggu, 12/4/26 | 15:54 WIB

Oleh: Gilang Nindra (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas)   Dalam Tarmini dan Sulistyawati (2019: 1-2), sintaksis...

Membongkar Rahasia Kalimat Menurut Para Ahli

Membongkar Rahasia Kalimat Menurut Para Ahli

Minggu, 12/4/26 | 15:41 WIB

Oleh: Febby Gusmelyyana (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas)   Bahasa adalah sistem komunikasi paling sempurna yang...

Batu dan Zaman

Lebih dari Ego: Membaca Bawang Merah Bawang Putih melalui Psikoanalisis

Minggu, 05/4/26 | 11:04 WIB

Oleh: Andina Meutia Hawa (Dosen Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Cerita Bawang Merah Bawang Putih dalam antologi berjudul...

Puisi-puisi M. Subarkah

Konfigurasi Makna Leksikal dan Kontekstual Kata “Siap” dalam Kajian Semantik

Minggu, 05/4/26 | 10:54 WIB

Oleh: M. Subarkah (Mahasiswa Prodi S2 Linguistik FIB Universitas Andalas)    Bahasa merupakan sistem tanda yang tidak hanya berfungsi sebagai...

Efektivitas Ribuan Tangga di Universitas Andalas

Efektivitas Ribuan Tangga di Universitas Andalas

Minggu, 29/3/26 | 15:18 WIB

Oleh: Naura Aziza Cahyani (Mahasiswa Prodi Teknik Lingkungan Universitas Andalas)   Universitas Andalas (UNAND) merupakan salah satu universitas tertua di...

Berita Sesudah
Struktur Kalimat Peraturan Perundang-undangan

Bahasa dalam Pandangan Linguistik Fungsional Sistemik

POPULER

  • Tim Lupak Polres Dharmasraya Sikat 5 Pelaku Narkoba di Sungai Kambut

    Tim Lupak Polres Dharmasraya Sikat 5 Pelaku Narkoba di Sungai Kambut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Meriah! Dharmasraya Gelar CFD dan Bazaar UMKM 18–19 April

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KAN Pauh Kamba Diduga Cegah Pencalonan Warga, Status Adat Jadi Penghalang Pilwana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada Psikolog Gadungan, HIMPSI Sumbar Imbau Masyarakat Cek Keabsahan dan Legalitas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 65 Kandidat Ketua DPC PKB se-Sumbar Bakal Ikuti UKK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Jenis-jenis Pola Pikir Manusia, Begini Penjelasan Para Ahli Psikologi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026