
Kabupaten Solok, Scientia.id – Wakil Bupati Solok, H. Candra tampil sebagai penceramah utama dalam acara Tabligh Akbar memperingati bulan Muharram 1447 H yang digelar di Masjid Raya Istiqomah Alahan Panjang, Senin (7/7/2025).
Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam menguatkan ruh keummatan berbasis masjid.
Dalam sambutannya, Wabup Candra menyampaikan salam hangat dari Bupati Solok, Jon Firman Pandu, sekaligus apresiasi atas semangat pengurus dalam memakmurkan masjid.
“Titip salam dari Bupati dan rasa bangga kami atas program-program keummatan yang tumbuh dari masyarakat. Ini adalah contoh pembangunan kolaboratif yang kami harapkan,” ujar Wabup.
Dalam laporan panitia yang disampaikan oleh Ust. Darma, disebutkan bahwa selama dua tahun terakhir Masjid Raya Istiqomah telah meningkatkan frekuensi santunan untuk yatim piatu menjadi dua kali dalam setahun.
Ketua Pengurus Masjid, Ust. Abrar Hasanah, menambahkan bahwa masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga pemberdayaan ekonomi dan pendidikan generasi muda.
“Kami terinspirasi dari Masjid Jogokariyan di Yogyakarta. Kini kami juga mengelola usaha ikan larangan untuk mendukung kegiatan masjid. Anak-anak yatim kami bina lewat program Malam Bina Taqwa,” jelasnya.
Dalam ceramahnya, Wabup Candra menekankan pentingnya kedisiplinan ASN sebagai pelayan masyarakat. Ia menyamakan peran ASN dengan pengurus masjid sebagai pelayan umat.
“Kita harus bekerja dari hati. Membangun daerah bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab bersama masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mendorong agar setiap nagari di Kabupaten Solok membuat Peraturan Nagari (Perna) untuk pencegahan penyakit masyarakat. Pemerintah kabupaten, menurutnya, akan memberikan reward berupa dana tambahan pembangunan bagi nagari yang berhasil menjalankan program tersebut.
Mengangkat makna hijrah, Wabup mengajak masyarakat untuk menjadikan momen Muharram sebagai refleksi dan perubahan diri.
“Hijrah adalah proses memperbaiki kualitas kehambaan kita kepada Allah. Mari kita jadikan Solok sebagai negeri yang diberkahi dan penuh ampunan,” serunya.
Acara Tabligh Akbar ditutup dengan pemberian santunan kepada anak yatim dan hafiz Al-Qur’an, sebagai bentuk komitmen sosial dan keummatan.
Sejumlah tokoh hadir dalam acara ini, di antaranya Anggota DPRD Kabupaten Solok, Basrizal, Kabag Kesra, Mardaus, dan Kasi Kesra, Sapardi dan Kapolsek Lembah Gumanti, AKP Barata Rahmat Sukarsih, S.H serta Unsur Forkopimcam, Pengurus KAN, Bundo Kanduang, Kepala Puskesmas, serta generasi muda dan masyarakat setempat.
Baca Juga: Wabup Solok Terima Kunjungan Kerja Anggota Komite II DPD RI Muslim M. Yatim
Kegiatan Tabligh Akbar ini menjadi bukti bahwa masjid bukan hanya tempat ibadah, tapi pusat perubahan sosial dan pembangunan nagari. Semangat kolaboratif antara pengurus masjid, masyarakat, dan pemerintah menjadi teladan bagi daerah lainnya di Kabupaten Solok. (*)








![Yusri Latif saat menerima proposal dari penyuluh agama Islam KUA Lubuk Kilangan.[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250708-WA0004-75x75.jpg)
