![Wali Kota Padang, Fadly Amran saat memberikan sembutan pada Rakornas ICCN 2025.[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250808-WA0010.jpg)
Momen pembukaan ditandai dengan pemukulan gendang oleh sejumlah tokoh penting seperti Wakil Menteri Kebudayaan RI Giring Ganesha Djumaryo, Staf Khusus Presiden RI Bidang Ekonomi Kreatif Yovie Widianto, Ketua Umum ICCN Tubagus Fiki C. Satari, serta Wali Kota Padang Fadly Amran dan Wakil Wali Kota Maigus Nasir.
Dalam sambutannya, Wali Kota Fadly Amran menegaskan komitmen kuat Pemko Padang untuk menjadikan kota ini sebagai bagian dari UNESCO Creative Cities Network (UCCN) dalam kategori gastronomi. Ia menilai Rakornas ICCN merupakan ajang penting dalam merumuskan strategi bersama untuk membangun kota-kota kreatif di Indonesia.
“Rakornas ini jadi langkah awal yang penting. Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi batu loncatan agar Padang dikenal dunia lewat kekayaan kulinernya,” ujar Fadly.
Fadly menjelaskan, ada dua syarat utama untuk meraih status sebagai Kota Gastronomi Dunia, yakni adanya komunitas gastronomi yang aktif, serta keberlanjutan praktik kuliner lokal yang otentik. Menurutnya, dua hal ini sudah tumbuh subur di Kota Padang.
“Kami punya 47 ribu UMKM, dan 40 persennya bergerak di bidang kuliner. Sentra Rendang juga terus berkembang sebagai simbol kekuatan kuliner kita. Ini jadi bukti bahwa Padang sangat layak untuk melangkah ke level global,” tambahnya.
Ketua Umum ICCN, Tubagus Fiki Satari, menyatakan dukungan penuhnya terhadap Padang. Ia menyebut Rakornas ini bukan sekadar ruang diskusi, melainkan momentum penting untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan ekonomi kreatif.
“Kami sangat mengapresiasi langkah nyata Wali Kota Padang. Ini bukti bahwa sinergi antara pemerintah, komunitas, dan dunia usaha bisa mewujudkan perubahan besar,” tegas Fiki.
Rakornas ICCN 2025 berlangsung dari 6 hingga 10 Agustus. Sejumlah tokoh nasional dijadwalkan hadir sebagai narasumber, antara lain Menteri Ekonomi Kreatif RI Teuku Riefky, Utusan Khusus Presiden Bidang Generasi Muda dan Pekerja Seni Rafi Ahmad, serta Direktur Utama SMESCO Wientor Rah Mada. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memperkuat jejaring kota kreatif, tetapi juga membawa dampak nyata bagi kemajuan ekonomi lokal.(ade)









