Minggu, 19/4/26 | 15:19 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Ruang Bernama Kita

Minggu, 20/7/25 | 21:04 WIB

Lastry Monika
(Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Pada 16 Februari 2025, saya pernah menulis di rubrik Renyah dengan judul “Yang Tua Dulu Begitu, Yang Muda Sekarang Begini”, tentang perbedaan pandangan antara generasi tua dan muda. Kini, masih dalam ruang yang sama, saya ingin melanjutkan tema tersebut—bukan lagi soal perbedaan, tetapi bagaimana keduanya dapat berjalan berdampingan. Kolaborasi antargenerasi bukan hanya mungkin, tetapi penting untuk membangun kehidupan yang selaras, baik di rumah, dunia kerja, maupun ruang sosial yang lebih luas.

Jika kesenjangan generasi adalah keniscayaan, maka kolaborasi antargenerasi adalah keniscayaan yang harus diperjuangkan. Perbedaan usia, latar belakang, dan cara pandang bukanlah alasan untuk berjarak, melainkan peluang untuk saling melengkapi dan memperkaya satu sama lain. Ketika masing-masing generasi bersedia membuka diri, sebuah kerja sama yang harmonis dapat tercipta, baik di rumah, tempat kerja, maupun ruang sosial yang lebih luas.

BACAJUGA

Alasan Sederhana yang Tidak Pernah Sederhana

Minggu, 12/4/26 | 18:45 WIB
Suatu Hari di Sekolah

Memahami yang Tersisa, Merawat yang Bertahan

Minggu, 05/4/26 | 19:25 WIB

Dalam kehidupan keluarga, kolaborasi bisa dimulai dari hal sederhana. Orang tua tidak hanya berperan sebagai pemberi nasihat, tetapi juga sebagai pendengar yang aktif. Anak muda pun tak semata-mata menjadi pengikut, melainkan mitra dalam pengambilan keputusan. Misalnya, ketika keluarga hendak merancang liburan bersama, anak bisa mengusulkan destinasi kekinian yang ramah digital, sementara orang tua memastikan kenyamanan dan keamanan tetap terjaga. Keduanya saling memberi masukan dan merumuskan pilihan terbaik bersama.

Di dunia kerja, banyak perusahaan mulai menyadari pentingnya kolaborasi antargenerasi. Tim yang terdiri dari anggota berusia berbeda terbukti memiliki keunggulan dalam hal inovasi dan penyelesaian masalah. Tantangannya adalah membangun lingkungan kerja yang inklusif dan saling menghargai perbedaan. Pelatihan lintas generasi, mentoring dua arah, dan forum diskusi internal bisa menjadi solusi nyata.

Sementara itu, dalam organisasi sosial atau komunitas, kolaborasi antargenerasi dapat menciptakan gerakan yang lebih kuat dan berkelanjutan. Kegiatan seperti pelatihan digital bagi lansia atau pelestarian budaya lokal oleh pemuda merupakan contoh nyata bagaimana generasi bisa saling mendukung. Anak muda bisa membantu mengenalkan teknologi, sementara orang tua berbagi nilai-nilai luhur dan kearifan lokal yang menjadi fondasi identitas bersama.

Kesadaran akan pentingnya kolaborasi ini perlu terus ditanamkan. Setiap generasi memiliki waktunya, tetapi tidak ada satu generasi pun yang bisa berjalan sendiri. Karena pada akhirnya, bukan soal siapa yang lebih dulu atau lebih belakangan, melainkan tentang bagaimana kita bisa maju bersama—dengan saling percaya, saling belajar, dan saling menguatkan.

Tags: #Lastry Monica
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Mahasiswa KKN UNAND Gelar Sosialisasi Perguruan Tinggi di Ponpes Al Mukhlisin Kajai, Tanamkan Semangat Lanjut Kuliah

Berita Sesudah

Wakil Bupati Leli Arni Kunjungi Kampuang Kuliner Gunung Medan, Dukung UMKM Lokal

Berita Terkait

Alasan Sederhana yang Tidak Pernah Sederhana

Minggu, 12/4/26 | 18:45 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Potong rambut kerap dipandang sebagai kegiatan sederhana yang dilakukan sekadar untuk menjaga kerapian. Namun...

Suatu Hari di Sekolah

Memahami yang Tersisa, Merawat yang Bertahan

Minggu, 05/4/26 | 19:25 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Tulisan sebelumnya mungkin berhenti pada satu kesan: bahwa...

Suatu Hari di Sekolah

Sastra Lisan dalam dunia Pertanian: Ingatan yang Bertahan di Lahan yang Berubah

Minggu, 29/3/26 | 18:35 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/ Kolumnis Rubrik Renyah)   Setiap kali pulang dari kegiatan pengambilan dan perekaman...

Suatu Hari di Sekolah

Menjelang Kemenangan: Catatan Kecil tentang Sabar

Minggu, 15/3/26 | 13:29 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Ada satu hal yang selalu saya rasakan setiap kali...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Tenang, Kita Selesaikan Satu-Satu

Minggu, 08/3/26 | 22:59 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Suatu hari, dalam sebuah percakapan santai, saya tiba-tiba terpikir...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Dari Lahan ke Lisan: Warisan yang (Tak Lagi) Disemai

Minggu, 01/3/26 | 21:43 WIB

Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah/Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand) Dalam beberapa minggu terakhir, saya berkunjung ke beberapa nagari untuk...

Berita Sesudah
Wakil Bupati Leli Arni Kunjungi Kampuang Kuliner Gunung Medan, Dukung UMKM Lokal

Wakil Bupati Leli Arni Kunjungi Kampuang Kuliner Gunung Medan, Dukung UMKM Lokal

POPULER

  • Waspada Psikolog Gadungan, HIMPSI Sumbar Imbau Masyarakat Cek Keabsahan dan Legalitas

    Waspada Psikolog Gadungan, HIMPSI Sumbar Imbau Masyarakat Cek Keabsahan dan Legalitas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemikiran Halliday tentang Semiotika Sosial dalam Ilmu Bahasa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Konsep Metafungsi dalam Wacana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 65 Kandidat Ketua DPC PKB se-Sumbar Bakal Ikuti UKK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengangguran Sarjana Tembus 1 Juta, Puan: Sistem Pendidikan dan Pasar Kerja Kita Gagal Terkoneksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “sudah” dan “telah”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026