Sabtu, 17/1/26 | 09:14 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Ruang Bernama Kita

Minggu, 20/7/25 | 21:04 WIB

Lastry Monika
(Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Pada 16 Februari 2025, saya pernah menulis di rubrik Renyah dengan judul “Yang Tua Dulu Begitu, Yang Muda Sekarang Begini”, tentang perbedaan pandangan antara generasi tua dan muda. Kini, masih dalam ruang yang sama, saya ingin melanjutkan tema tersebut—bukan lagi soal perbedaan, tetapi bagaimana keduanya dapat berjalan berdampingan. Kolaborasi antargenerasi bukan hanya mungkin, tetapi penting untuk membangun kehidupan yang selaras, baik di rumah, dunia kerja, maupun ruang sosial yang lebih luas.

Jika kesenjangan generasi adalah keniscayaan, maka kolaborasi antargenerasi adalah keniscayaan yang harus diperjuangkan. Perbedaan usia, latar belakang, dan cara pandang bukanlah alasan untuk berjarak, melainkan peluang untuk saling melengkapi dan memperkaya satu sama lain. Ketika masing-masing generasi bersedia membuka diri, sebuah kerja sama yang harmonis dapat tercipta, baik di rumah, tempat kerja, maupun ruang sosial yang lebih luas.

BACAJUGA

Suatu Hari di Sekolah

Saat Ide Mengalir di Detik Terakhir

Minggu, 05/10/25 | 20:02 WIB
Suatu Hari di Sekolah

Antara Deadline dan Bedcover

Minggu, 14/9/25 | 18:56 WIB

Dalam kehidupan keluarga, kolaborasi bisa dimulai dari hal sederhana. Orang tua tidak hanya berperan sebagai pemberi nasihat, tetapi juga sebagai pendengar yang aktif. Anak muda pun tak semata-mata menjadi pengikut, melainkan mitra dalam pengambilan keputusan. Misalnya, ketika keluarga hendak merancang liburan bersama, anak bisa mengusulkan destinasi kekinian yang ramah digital, sementara orang tua memastikan kenyamanan dan keamanan tetap terjaga. Keduanya saling memberi masukan dan merumuskan pilihan terbaik bersama.

Di dunia kerja, banyak perusahaan mulai menyadari pentingnya kolaborasi antargenerasi. Tim yang terdiri dari anggota berusia berbeda terbukti memiliki keunggulan dalam hal inovasi dan penyelesaian masalah. Tantangannya adalah membangun lingkungan kerja yang inklusif dan saling menghargai perbedaan. Pelatihan lintas generasi, mentoring dua arah, dan forum diskusi internal bisa menjadi solusi nyata.

Sementara itu, dalam organisasi sosial atau komunitas, kolaborasi antargenerasi dapat menciptakan gerakan yang lebih kuat dan berkelanjutan. Kegiatan seperti pelatihan digital bagi lansia atau pelestarian budaya lokal oleh pemuda merupakan contoh nyata bagaimana generasi bisa saling mendukung. Anak muda bisa membantu mengenalkan teknologi, sementara orang tua berbagi nilai-nilai luhur dan kearifan lokal yang menjadi fondasi identitas bersama.

Kesadaran akan pentingnya kolaborasi ini perlu terus ditanamkan. Setiap generasi memiliki waktunya, tetapi tidak ada satu generasi pun yang bisa berjalan sendiri. Karena pada akhirnya, bukan soal siapa yang lebih dulu atau lebih belakangan, melainkan tentang bagaimana kita bisa maju bersama—dengan saling percaya, saling belajar, dan saling menguatkan.

Tags: #Lastry Monica
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Mahasiswa KKN UNAND Gelar Sosialisasi Perguruan Tinggi di Ponpes Al Mukhlisin Kajai, Tanamkan Semangat Lanjut Kuliah

Berita Sesudah

Wakil Bupati Leli Arni Kunjungi Kampuang Kuliner Gunung Medan, Dukung UMKM Lokal

Berita Terkait

Lagu yang Tak Selesai-selesai

2026 dan Renyah yang Tetap Menyapa

Minggu, 04/1/26 | 23:10 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Akhir tahun 2025 kita lewati dengan langkah yang lebih pelan. Bencana yang terjadi di...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Lengah di Tengah Jeda

Minggu, 21/12/25 | 20:08 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saat istirahat siang, saya sering lengah dengan waktu. Bukan karena terburu-buru seperti di pagi...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Ketika Waktu Tak Menunggu

Minggu, 07/12/25 | 22:22 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saya sering bangun tergesa, seolah pagi datang lebih cepat dari dugaan. Waktu terus berjalan...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Hujan yang Merawat Diam

Minggu, 23/11/25 | 19:52 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Hujan selalu punya cara sederhana untuk membuat saya berhenti sejenak. Di antara rintik yang...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Tentang Usaha yang Tidak Terlihat

Minggu, 09/11/25 | 20:13 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Dalam setiap pertandingan olahraga selalu ada dua kemungkinan, menang atau kalah. Dari kejauhan semuanya...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Ketika Hasil Tak Sepenting Perjalanan

Minggu, 26/10/25 | 21:50 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Libur kuliah dahulu selalu terasa seperti lagu merdu yang menandai kebebasan. Setelah berminggu-minggu bergulat...

Berita Sesudah
Wakil Bupati Leli Arni Kunjungi Kampuang Kuliner Gunung Medan, Dukung UMKM Lokal

Wakil Bupati Leli Arni Kunjungi Kampuang Kuliner Gunung Medan, Dukung UMKM Lokal

POPULER

  • Wali Kota Padang Fadly Amran, mengusulkan sejumlah proyek pelestarian lingkungan bagi Kota Padang dalam skema kerja sama bilateral Indonesia-Jerman di tahun 2026.(Foto:Ist)

    Wali Kota Padang Usulkan Proyek Lingkungan Hidup Pada Negara Jerman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denda PDAM Kota Padang Membingungkan, Tagihan Sampah Dipungut Meski Tak Diangkut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemko Padang Dukung Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sesuai Arahan Pemerintah Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Se Indonesia, seIndonesia, atau se-Indonesia?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024