Minggu, 18/10/26 | 06:07 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home TERAS

Hari Jadi Sumbar ke-81, Muhidi dan Mahyeldi Bicara Masa Depan: “Sumbar Tumbuh, Sumbar Tangguh”

Kamis, 01/10/26 | 17:40 WIB

PADANG,-Sumatera Barat genap berusia 81 tahun. Momentum tersebut tidak sekadar menjadi perayaan perjalanan sejarah, tetapi juga menjadi ruang untuk melihat kembali capaian pembangunan sekaligus membaca tantangan yang akan dihadapi daerah ke depan.

Pesan itu mengemuka dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sumatera Barat dalam rangka Hari Jadi Sumatera Barat ke-81, Kamis (1/10). Forum tersebut mempertemukan unsur legislatif, eksekutif, pemerintah pusat, tokoh nasional hingga berbagai elemen masyarakat.

Hadir dalam rapat paripurna tersebut Wakil Menteri Dalam Negeri RI Dr. H. Bima Arya Sugiarto, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi, serta Presiden Senat Malaysia periode 2020–2023 Tan Sri Dato’ Seri Panglima Dr. Rais Yatim melalui Zoom Meeting.

Turut hadir unsur Forkopimda Sumbar, anggota DPR dan DPD RI daerah pemilihan Sumatera Barat, pimpinan dan anggota DPRD Sumbar, Sekda Sumbar, bupati dan wali kota, pimpinan instansi vertikal, BUMN dan BUMD, perguruan tinggi, organisasi keagamaan serta tokoh masyarakat.

BACAJUGA

Usai Pengukuhan, DPC PKB se-Sumbar Dituntut Terjemahkan Struktur Menjadi Kerja Nyata

Usai Pengukuhan, DPC PKB se-Sumbar Dituntut Terjemahkan Struktur Menjadi Kerja Nyata

Rabu, 14/10/26 | 01:33 WIB
Muzli Perjuangkan Kelompok Tani Pasaman, Perjuangkan Infrastruktur Jalan

Muzli Perjuangkan Kelompok Tani Pasaman, Perjuangkan Infrastruktur Jalan

Selasa, 13/10/26 | 18:06 WIB

Di hadapan peserta rapat paripurna, Ketua DPRD Sumbar Muhidi menegaskan, usia 81 tahun harus dimaknai lebih dari sekadar pertambahan usia daerah.

Menurutnya, Hari Jadi Sumbar menjadi momentum untuk mengevaluasi perjalanan pembangunan, melihat berbagai capaian yang telah diraih, sekaligus memastikan arah pembangunan ke depan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

“Kita tidak hanya mengenang perjalanan masa lalu, tetapi juga memikirkan apa yang akan kita wariskan kepada generasi berikutnya,” kata Muhidi.

Ia menyebut Sumatera Barat telah melewati berbagai ujian. Gempa bumi 2009, pandemi Covid-19 hingga bencana hidrometeorologi menjadi pengalaman yang membentuk ketangguhan masyarakat sekaligus memberikan pelajaran bahwa pembangunan tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan.

Pembangunan, kata Muhidi, juga harus mampu menciptakan masyarakat yang siap menghadapi perubahan dan memiliki kemampuan untuk bangkit ketika menghadapi krisis.

Dari sisi pembangunan manusia, Sumbar mencatat sejumlah indikator positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 77,27, tingkat kemiskinan pada Maret 2026 berada di angka 5,27 persen, sementara Indeks Gini tercatat 0,285.

Namun, angka-angka tersebut menurut Muhidi harus terus diterjemahkan menjadi peningkatan kualitas hidup yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Karena itu, pendidikan dan penguatan generasi muda menjadi salah satu perhatian penting. Keterampilan, kreativitas dan inovasi perlu diperluas agar anak-anak muda Sumbar memiliki kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman.

Hal serupa berlaku bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Muhidi mendorong UMKM tidak berhenti pada aktivitas produksi dan perdagangan konvensional, tetapi terus didorong naik kelas melalui peningkatan pengetahuan, pemanfaatan teknologi, akses pembiayaan, perluasan pasar, digitalisasi serta pendampingan yang berkelanjutan.

“UMKM harus kita dorong agar semakin kuat, bukan hanya bertahan. Mereka harus memiliki akses terhadap teknologi, pembiayaan dan pasar sehingga mampu berkembang dan menciptakan lapangan kerja,” ujarnya.

Budaya dan Ketangguhan Bencana

Di tengah derasnya perubahan teknologi dan globalisasi, Muhidi juga mengingatkan pentingnya menjaga identitas budaya Minangkabau.

Nilai Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah (ABS-SBK), menurutnya, tidak boleh kehilangan tempat dalam kehidupan masyarakat Sumatera Barat.

Kemajuan teknologi dan modernisasi harus berjalan seiring dengan penguatan nilai budaya dan karakter generasi muda.

Selain ekonomi, pendidikan dan budaya, ketangguhan menghadapi bencana juga menjadi bagian penting dari arah pembangunan Sumbar.

Posisi geografis Sumatera Barat membuat daerah ini memiliki berbagai risiko bencana, mulai dari gempa bumi, tsunami, letusan gunung api, longsor hingga banjir.

Karena itu, Muhidi menekankan agar mitigasi dan kesiapsiagaan bencana tidak ditempatkan sebagai agenda setelah bencana terjadi.

Pembangunan ke depan harus sejak awal memperhitungkan risiko bencana.

Infrastruktur, tata ruang, permukiman, fasilitas publik hingga aktivitas ekonomi masyarakat perlu dibangun dengan mempertimbangkan karakteristik wilayah dan potensi ancaman bencana.

Mahyeldi: Pertumbuhan Harus Berdampak

Sejalan dengan pesan yang disampaikan pimpinan DPRD, Gubernur Sumbar Mahyeldi menempatkan Hari Jadi ke-81 sebagai momentum refleksi pembangunan.

Menurut Mahyeldi, peringatan Hari Jadi Sumbar bukan sekadar seremoni tahunan. Momentum tersebut merupakan kesempatan untuk mengenang perjalanan sejarah, menghargai jasa para pendahulu, mensyukuri capaian sekaligus mengevaluasi berbagai persoalan yang masih harus diselesaikan.

Mahyeldi memaparkan sejumlah indikator pembangunan Sumbar. IPM 2025 mencapai 77,27, tingkat kemiskinan pada Maret 2026 sebesar 5,27 persen, sedangkan ekonomi Sumbar pada Triwulan II 2026 tumbuh 4,54 persen secara tahunan.

Namun, pertumbuhan ekonomi tersebut harus diikuti peningkatan kesempatan kerja, pendapatan riil dan kesejahteraan masyarakat yang semakin merata.

Karena itu, Mahyeldi membawa satu pesan utama dalam Hari Jadi Sumbar ke-81, yakni “Sumbar Tumbuh, Sumbar Tangguh.”

Sumbar Tumbuh dimaknai sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperkuat perekonomian dan membuka kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda.

Sementara Sumbar Tangguh menggambarkan kemampuan daerah dan masyarakat dalam menghadapi tantangan, bangkit dari kesulitan serta memperkuat fondasi sosial, budaya dan pemerintahan.

Dua pesan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pembangunan Sumbar tidak cukup hanya mengejar angka pertumbuhan.

Pertumbuhan harus menghadirkan manfaat bagi masyarakat, sedangkan ketangguhan diperlukan agar setiap kemajuan yang telah dicapai mampu bertahan menghadapi berbagai perubahan dan ancaman.

Kolaborasi Jadi Kunci

Muhidi dan Mahyeldi pada akhirnya bertemu pada satu pesan penting: pembangunan Sumbar membutuhkan kolaborasi.

Pemerintah dan DPRD tidak dapat bekerja sendiri. Dunia usaha, perguruan tinggi, masyarakat, tokoh adat dan agama, hingga para perantau memiliki peran dalam memperkuat pembangunan daerah.

Kolaborasi tersebut menjadi semakin penting karena tantangan Sumbar ke depan tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kualitas sumber daya manusia, lapangan kerja, keberlanjutan lingkungan, pelestarian budaya dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Hari Jadi Sumbar ke-81 pun menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama tersebut.

Sumbar Tumbuh berarti memastikan pembangunan terus bergerak. Sumbar Tangguh berarti memastikan masyarakat memiliki kekuatan untuk menghadapi setiap tantangan.

Dari ruang paripurna DPRD Sumbar, pesan itu menjadi bagian dari refleksi 81 tahun perjalanan daerah sekaligus pijakan untuk menatap masa depan Sumatera Barat yang semakin maju, sejahtera, berbudaya dan tangguh.

 

ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Donizar Apresiasi Penampian Kesenian Musik Gondang Boroguang, Warisan Adat Lubuak Gadang yang Terus Dijaga

Berita Sesudah

Wamendagri Bima Arya Tinjau Penanganan Pascabencana di Kabupaten Solok

Berita Terkait

Usai Pengukuhan, DPC PKB se-Sumbar Dituntut Terjemahkan Struktur Menjadi Kerja Nyata

Usai Pengukuhan, DPC PKB se-Sumbar Dituntut Terjemahkan Struktur Menjadi Kerja Nyata

Rabu, 14/10/26 | 01:33 WIB

Padang, Scientia — Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumatera Barat, Firdaus, mendesak Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB kabupaten dan...

Muzli Perjuangkan Kelompok Tani Pasaman, Perjuangkan Infrastruktur Jalan

Muzli Perjuangkan Kelompok Tani Pasaman, Perjuangkan Infrastruktur Jalan

Selasa, 13/10/26 | 18:06 WIB

PASAMAN,— Anggota DPRD Sumatera Barat, Muzli M. Nur, menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada sejumlah kelompok tani di...

Pascabanjir Bandang, Irman Gusman Dorong Pemkab Solok Susun Ulang Arah Pembangunan

Pascabanjir Bandang, Irman Gusman Dorong Pemkab Solok Susun Ulang Arah Pembangunan

Senin, 12/10/26 | 10:16 WIB

Arosuka, Scientia.id — Banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Solok pada 21 September 2026 menjadi momentum untuk mengevaluasi...

Anak Berkebutuhan Khusus Berhak Fasilitas Layak, Evi Yandri Tinjau SLB Negeri 1 Padang

Anak Berkebutuhan Khusus Berhak Fasilitas Layak, Evi Yandri Tinjau SLB Negeri 1 Padang

Minggu, 11/10/26 | 18:11 WIB

PADANG, - Di balik semangat anak-anak berkebutuhan khusus menuntut ilmu, terdapat kebutuhan akan fasilitas pendidikan yang layak, aman, dan nyaman....

Oknum RSUD Sungai Dareh Dharmasraya Cabuli Pasien

Oknum RSUD Sungai Dareh Dharmasraya Cabuli Pasien

Minggu, 11/10/26 | 16:42 WIB

Dharmasraya Scientia.id — Seorang oknum pegawai RSUD Sungai Dareh berinisial RIP (33) diamankan polisi setelah diduga melakukan pelecehan terhadap pasien...

Bukan Hanya Urusan Suami Istri, Evi Yandri Dorong Ninik Mamak dan Bundo Kanduang Perkuat Ketahanan Keluarga

Bukan Hanya Urusan Suami Istri, Evi Yandri Dorong Ninik Mamak dan Bundo Kanduang Perkuat Ketahanan Keluarga

Sabtu, 10/10/26 | 18:06 WIB

PADANG, – Ketahanan keluarga tidak hanya dibangun dari komitmen suami dan istri, tetapi juga membutuhkan dukungan lingkungan, nilai-nilai adat, serta...

Berita Sesudah
Wamendagri Bima Arya Tinjau Penanganan Pascabencana di Kabupaten Solok

Wamendagri Bima Arya Tinjau Penanganan Pascabencana di Kabupaten Solok

Discussion about this post

POPULER

  • Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026