Kamis, 18/6/26 | 13:23 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Kunci Sukses Beternak Ayam Broiler dengan Sistem Closed House

Minggu, 29/9/24 | 09:49 WIB

Oleh: Riza Andesca Putra
(Dosen Departemen Pembangunan dan Bisnis Peternakan Unand & Mahasiswa Program Doktor Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan UGM)

Usaha peternakan ayam broiler saat ini menggunakan kandang closed house, terutama pada usaha berbentuk kemitraan, menggantikan kandang open house yang sudah tidak kompetitif. Kandang closed house adalah jenis kandang modern untuk ayam broiler yang didesain tertutup dan terkontrol penuh. Dengan sistem ini, lingkungan dalam kandang selalu dijaga agar tetap ideal sehingga ayam bisa tumbuh dengan baik tanpa terpengaruh oleh faktor luar seperti cuaca, penyakit, atau binatang predator. Kandang ini dilengkapi alat otomatis untuk memberi makan dan mengatur suhu, kelembapan, dan kualitas udara. Peternak juga bisa memantau kondisi ayam secara langsung lewat sensor sehingga bisa cepat bertindak jika ada masalah, sekaligus membuat produksi jadi lebih efisien.

Sebagai kandang modern, penggunaan teknologi dan automatisasi peralatan menjadi ciri khas utama kandang closed house, seperti pada bahasan artikel minggu yang lalu, pemanfaatan teknologi dan automatisasi peralatan ini semata-mata adalah untuk meningkatkan efisiensi produksi dan produktivitas agar bisa bersaing di pasar global yang semakin kompetitif.

BACAJUGA

Gus Hery dan Transisi NU di Abad Kedua

Gus Hery dan Transisi NU di Abad Kedua

Minggu, 14/6/26 | 22:37 WIB
Nilai-Nilai Religius pada Karya Andreas Gryphius

Membaca Sapardi dan Seni Berdamai dengan Kefanaan

Minggu, 14/6/26 | 22:24 WIB

Ada beberapa kunci yang mesti dimiliki dan menjadi perhatian agar sukses beternak ayam broiler pada kandang closed house, kunci pertama, pastikan paham SOP (standar operasional prosedur) proses dan penggunaan semua peralatan. Kandang modern didesain memiliki SOP yang jelas dan peternak harus memahami semuanya tanpa ada yang terlewatkan. Hal terkait dengan sistem pakan, evaporasi, kelistrikan, brooding, air, tirai pada closed house mesti dipahami dengan baik. Memahaminya tidak hanya terkait prakti. Kalau bisa, peternak harus bisa paham hingga secara filosofis. Semua proses dan peralatan dalam closed house memiliki fungsi tersendiri, tetapi saling terkait satu sama lain. Miss pada satu hal akan menganggu atau berakibat buruk kepada hal yang lainnya.

Kunci kedua, pencatatan yang baik. Semua proses yang terjadi di kandang closed house mesti dicatat dan didokumentasikan. Hal ini sangat penting untuk membantu dalam analisis dan mengambil keputusan karena pengambilan keputusan pada usaha modern mesti berbasis pada data dan fakta real. Tidak boleh lagi mengambil keputusan berbasis perasaan dan perkiraan. Data-data harian terkait dengan pertumbuhan bobot badan, konsumsi pakan dan air, suhu serta ayam yang mati, mesti tersedia. Selain itu, kejadian-kejadian unik yang terjadi sepanjang pemeliharaan ayam broiler juga tidak boleh luput dari pencatatan.

Kunci ketiga, pastikan suhu dalam kandang selalu optimal. Salah satu perbedaan utama kandang closed house dengan kandang open house adalah terkait dengan tertutupnya seluruh ruang. Suhu dalam kandang sepenuhnya dalam kontrol peternak yang dibantu oleh berbagai peralatan seperti: exhaust fan, cooling pad, pengatur suhu, sensor dan lainnya. Terdapat panduan terkait suhu optimal dalam kandang berdasarkan umur ayam dan ini mesti diikuti oleh peternak. Namun, peternak tidak boleh kaku terkait aturan suhu ini. Hal utama yang menjadi dasar dalam mengatur suhu dalam kandang adalah kondisi kenyaman ayam. Ayam mesti diupayakan senyaman mungkin. Oleh karena itu, peternak mesti rutin melihat kondisi ayam di dalam kandang.

Kunci keempat, amankan masa brooding. Masa brooding adalah masa awal kehidupan ayam broiler, biasanya umur 1-14 hari. Masa di mana sebenarnya ayam masih membutuhkan pengeraman dan kehangatan dari induknya. Pada periode ini, beberapa organ tubuh ayam, seperti sistem pengaturan suhu tubuh, pencernaan dan kekebalan, belum tumbuh sempurna. Oleh karena itu, peternak mesti memberikan kehangatan dan kenyamanan kepada anak ayam agar proses tumbuhnya dapat berjalan dengan baik. Selain itu, pada masa brooding terjadi proses perbanyakan sel (hiperplasia) dan perkembangan sel (hipertropi) yang berlangsung secara bersamaan. Hiperplasia terjadi pada masa brooding saja, setelah nya hanya hipertropi. Artinya sel-sel yang tumbuh pada masa brooding inilah yang berkembang dan membesar hingga ayam dipanen. Jika pada masa brooding sel yang tumbuh banyak, banyak pula yang akan berkembang setelahnya. Namun, jika sel tumbuh sedikit, hal yang akan berkembang juga sedikit sehingga bisa dikatakan masa brooding adalah penentu keberhasilan performa ayam broiler.

Kunci kelima, pastikan genset dan semua peralatan selalu dalam kondisi baik. Operasionalisasi kandang closed house sangat bergantung kepada keberadaan listrik.  Selain bersumber dari listrik PLN, genset yang memadai juga harus tersedia dan mesti dalam kondisi prima. Karena gangguan aliran listrik dari PLN tidak terduga waktunya dan genset harus selalu siap untuk menggantikan. Jika listrik terganggu, proses pemeliharaan ayam otomatis terganggu. Dampak yang diakibatkan oleh gangguan listrik terhadap ayam broiler tidak sekedar dampak biasa, namun dapat menimbulkan dampak yang luar biasa, seperti kematian ayam dalam jumlah besar. Selain maintenance yang baik terhadap genset, peralatan yang lain juga perlu dijaga kondisinya dan dipenuhi kebutuhannya.

Kunci keenam, analisis sepanjang waktu. Data dan fakta yang sudah tercatat dengan baik, tidak dibiarkan menganggur. Dia harus dibaca, dipelajari dan dianalisis sehingga menghasilkan keputusan dan tindakan yang tepat. Catatan dan kejadian pada satu periode, bisa menjadi pelajaran untuk periode-periode berikutnya. Karena memelihara ayam broiler adalah pekerjaan relatif sama antara periode yang satu dengan periode yang lain. Pekerjaan yang sama jika dilakukan secara terus menerus, biasanya akan menghadirkan keahlian/kefasihan, namun hanya untuk orang yang mengambil hikmah.

Keenam kunci sukses beternak ayam broiler pada kandang closed house ini, bukanlah lahir semata-mata hanya dari tinjauan literatur atau membaca berbagai sumber. Namun, keenam kunci ini lahir dari proses dan dinamika yang penulis alami sendiri ketika mengelola kandang closed house Universitas Andalas selama tiga tahun (2020-2022). Kunci-kunci sukses ini bisa saja menjadi hambar dan tidak bermakna, ketika si peternak tidak melakukannya dengan sepenuh hati. Ayam broiler hidup di kandang closed house bukan karena keinginannya, namun karena keinginan kita untuk menghasilkan daging ayam sebagai pemenuhan akan protein hewani. Oleh karena itu, kita mesti memenuhi semua kebutuhannya untuk tumbuh, seperti sebuah ungkapan minang, yaitu: awak bak kato ayam, bukan ayam bak kato awak.

Tags: #ayam broiler#closed house#Riza Andesca Putra#sukses
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Ke Dataran Tinggi Dieng, Mampir ke Candi Arjuna dan Kawah Sikidang

Berita Sesudah

Cerpen “Dadah Ayam” Karya Dara Layl dan Ulasannya oleh Azwar

Berita Terkait

Gus Hery dan Transisi NU di Abad Kedua

Gus Hery dan Transisi NU di Abad Kedua

Minggu, 14/6/26 | 22:37 WIB

Oleh: Satria Efendi Tuanku Kuniang (Ulama dan Tokoh Nahdlatul Ulama Sumatera Barat)   Nahdlatul Ulama (NU) sedang berada di sebuah...

Nilai-Nilai Religius pada Karya Andreas Gryphius

Membaca Sapardi dan Seni Berdamai dengan Kefanaan

Minggu, 14/6/26 | 22:24 WIB

Oleh: Hilda Septriani (Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran)   Pada masa ini, ada puisi yang justru berbahaya karena tampak...

Ketika Rupa Menjadi Stigma Sosial: Labeling dalam Novel “Dawuk”

Ketika Rupa Menjadi Stigma Sosial: Labeling dalam Novel “Dawuk”

Minggu, 14/6/26 | 22:16 WIB

Oleh: Nayla Aprilia (Mahasiswi Prodi Sastra Indonesia, Universitas Andalas, Padang)   Di tengah masyarakat, penampilan fisik sering kali menjadi dasar...

Batu dan Zaman

Memakanai Ulang Kata “Kecubung” dalam Dongeng

Minggu, 14/6/26 | 21:59 WIB

Oleh: Andina Meutia Hawa (Dosen Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Kecubung (Datura metel) merupakan sejenis tumbuhan dengan bunga...

Jastip Peluang Bisnis Anak Muda di Tengah Tren Konsumtif

Jastip Peluang Bisnis Anak Muda di Tengah Tren Konsumtif

Minggu, 31/5/26 | 23:50 WIB

Oleh: Najwa Maliha Zharfa (Mahasiswa Prodi S1 Akuntansi dan Mahasiswa MKWK Bahasa Indonesia Universitas Andalas)   Siapa yang tidak mengenal...

Gaya Bahasa dalam Lagu, Teater, dan Cerpen Kajian Stilistika

Kue Asida: Makanan Para Raja Riau yang Hampir Punah

Minggu, 31/5/26 | 23:45 WIB

Oleh: Muhammad Zakwan Rizaldi (Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas dan Anggota UKMF Labor Penulisan Kreatif)...

Berita Sesudah
Cerpen “Dadah Ayam” Karya Dara Layl dan Ulasannya oleh Azwar

Cerpen "Dadah Ayam" Karya Dara Layl dan Ulasannya oleh Azwar

POPULER

  • PKB Umumkan Susunan KSB DPC se-Sumbar

    PKB Umumkan Susunan KSB DPC se-Sumbar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wali Kota Minta SPPG se Kota Padang Persiapkan Diri Hadapi Sistem Penilaian atau Grading dari Badan Gizi Nasional (BGN)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Meninjau Kembali Ejaan Jepang dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Se Indonesia, seIndonesia, atau se-Indonesia?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kata Penghubung dan, serta, dan Tanda Baca Koma (,)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026