Senin, 02/3/26 | 22:14 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Majas Hiperbola dalam Lagu “Seluruh Nafas Ini” Karya Virgoun

Minggu, 12/5/24 | 19:12 WIB
Analisis Unsur Intrinsik Naskah Drama “Orang-Orang di Tikungan Jalan” Karya Rendra

Oleh: Annisa Aulia Amanda
(Mahasiswi Program Studi Sastra Indonesia Universitas Andalas)

Stilistika juga dikenal sebagai gaya bahasa, adalah bidang yang mengeksplorasi bagaimana bahasa digunakan dalam proses komunikasi. Ini menyelidiki faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan kata, frasa, klausa, dan kalimat oleh penulis untuk menyampaikan pesan mereka secara efektif (Junus, 1989). Salah satu aspek penelitian stilistika berfokus pada penggunaan majas atau bisa disebut dengan kiasan. Aminuddin mendefinisikan majas sebagai teknik stilistika yang digunakan oleh penulis untuk mengartikulasikan ide-idenya agar selaras dengan tujuan dan dampak yang diinginkan (SOF, 2023).

BACAJUGA

Penamaan Tempat di Nagari Andiang

Penamaan Tempat di Nagari Andiang

Minggu, 20/7/25 | 11:20 WIB
Puisi-puisi Puti Fathiya Azzahra dan Ulasannya oleh Ragdi F Daye

Puisi-puisi Puti Fathiya Azzahra dan Ulasannya oleh Ragdi F Daye

Minggu, 01/6/25 | 06:46 WIB

Dalam ranah penulisan lagu, majas berperan penting dalam membentuk dampak emosional pada sebuah lagu. Lagu bukan sekedar perpaduan kata dan melodi, melainkan suatu bentuk seni ekspresif yang menyampaikan gagasan tertentu. Gaya bahasa, khususnya majas, berfungsi sebagai sarana komunikasi artistik. Pemanfaatan majas dalam penulisan lagu tidak hanya menambah kedalaman dan nuansa lirik, namun juga meningkatkan makna dan resonansi emosional secara keseluruhan (Chaniago & Syahrial). Salah satu  jenis majas yang digunakan dalam lirik lagu, yaitu hiperbola. Hiperbola adalah gaya bahasa yang ditandai dengan sikap berlebihan yang disengaja, berfungsi untuk menekankan dan mengintensifkan unsur-unsur dalam sebuah lagu (Keraf, 2010). Pernyataan yang dilebih-lebihkan ini menimbulkan reaksi emosional yang kuat pada pendengar serta membuat liriknya lebih berdampak dan berkesan. Dengan memasukkan elemen hiperbolik, penulis lagu mampu menyampaikan emosi dan cerita yang kompleks dengan cara yang jelas dan menarik, memberikan keaslian, dan kekuatan pada komposisi lagu. Pada akhirnya, penggunaan hiperbola meningkatkan koneksi pendengar terhadap musik serta meninggalkan kesan mendalam di hati mereka.

Salah satu lagu Indonesia yang menonjolkan majas hiperbola adalah lagu “Seluruh Nafas Ini” yang dinyanyikan oleh Last Child bersama Giselle. Lagu tersebut merupakan karya Virgoun atau Muhammad Virgoun Putra Tambunan yang terkenal sebagai vokalis band Last Child dan juga sebagai artis solo  (Wikipedia, 2024). Lagu ini merupakan lagu duet atau dinyanyikan berpasangan. Lagu ini membicarakan mengenai perpisahan yang diakibatkan pertengkaran (Anak Senja, 2022). Dalam lagu ini, penulis mengungkapkan kisah pria dan wanita yang selalu memiliki masalah dalam hubungan yang mereka jalani. Walaupun ada perpisahan yang berulang kali terjadi, pada akhirnya mereka tetap akan kembali bersama.

Pada lagu ini terdapat beberapa lirik yang mengandung majas hiperbola sebagai majas yang dominan digunakan oleh penulis dan juga memberikan wawasan tentang kepribadian penulis serta pengaruhnya terhadap penciptaan karya seni. Dalam lagu “Seluruh Nafas Ini” karya Virgoun ditemukan majas hiperbola yang menambah keindahan, drama, dan kedalaman emosional pada komposisi lirik lagu tersebut.

Penulis menggunakan frasa hiperbola dalam lirik pertama lagu, yaitu “Lihatlah luka ini yang sakitnya abadi”. Di frasa “sakitnya abadi” penulis menunjukkan bahwa luka yang telah diciptakan adalah luka yang tidak akan pernah bisa diobati. Ini adalah pernyataan yang dibuat secara berlebihan untuk menekankan betapa dalamnya rasa sakit yang dirasakan si Aku. Lalu ada klausa hiperbola pada baris kedua, yaitu “Ku akan tua dan mati dalam pelukmu”. Klausa tersebut menunjukkan keinginan untuk selalu bersama pasangan.

Pernyataan yang dibuat oleh penulis dengan berlebihan juga tentang kesetiaan seperti yang terdapat pada lirik “Kita telah lewati rasa yang telah mati”. Dalam frasa “rasa yang telah mati” penulis merujuk pada perasaan atau emosi yang dulunya kuat, tetapi tidak ada lagi bahkan sempat hilang. Penggunaan frasa hiperbola untuk mengungkapkan perasaan pada pasangan yang sudah pernah kehilangan rasa cinta di antara mereka. Lirik lainnya adalah “Ku nikmati rindu yang datang membunuhku”. Klausa hiperbola tersebut terdengar dramatis dan berlebihan, bagaimana tokoh aku menikmati rindu yang dirasakan walau perasaan tersebut membunuhnya. Lirik itu mengungkapkan harapan di balik rasa rindu karena tokoh menikmati kerinduan tersebut. Terakhir, lirik yang menjadi judul dari lagu, yaitu “Untukmu seluruh nafas ini”. Klausa ini menjadi judul lagu yang dipilih penulis dan hiperbola mengenai pengorbanan untuk pasangan.

Dari beberapa lirik yang diungkapkan tersebut, ditemukan hiperbola. Hiperbola bukan sekedar majas yang melebih-lebihkan suatu hal, melainkan hiperbola mendobrak batasan bahasa dan mampu membangkitkan emosi pada diri pendengar. Tidak hanya penulis lagu, namun para seniman kreatif lainnya dapat memanfaatkan majas hiperbola sebagai kekuatan untuk menyertakan nilai keindahan dan sisi emosional di dalam karya. Kesimpulannya, penggunaan gaya bahasa berupa majas hiperbola mampu meningkatkan intensitas sentimen dan secara implisit penggunaan gaya bahasa mampu meningkatkan komunikasi yang efektif terhadap pesan dan emosi yang diungkapkan penulis lagu dan seniman lainnya terhadap penikmat karya kreatif seperti lagu ataupun puisi.

Padang, 2024-05-09

Tags: #hiperbolaAnnisa Aulia AmandaPuisi
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Asal-Usul Kata “Kepo” dan “Julid” di Media Sosial

Berita Sesudah

Pelesetan Nama Tempat dan Tokoh pada Novel Persiden karya Wisran Hadi

Berita Terkait

Puisi-puisi M. Subarkah

Pesan Tauhid dan Penyerahan Diri dalamPuisi “Sembahyang Rumputan”

Minggu, 01/3/26 | 15:51 WIB

Oleh: M. Subarkah (Mahasiswa Prodi S2 Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas)   Puisi “Sembahyang Rumputan” karya Ahmadun Yosi Herfanda...

Ketika Iman Menjadi Modal Sosial dan Ekonomi

Mencabut Tunggul: Transformasi Butuh Kekuatan Ekonomi

Minggu, 01/3/26 | 14:44 WIB

Oleh: Dr. Syamsul Bahri, M.M. (Dosen Universitas Ekasakti & Doktor Ilmu Ekonomi)   Masalah yang mengakar tak cukup ditebas dengan...

Abreviasi pada Perjanjian Kinerja Damkar Kabupaten Bengkalis

Abreviasi pada Perjanjian Kinerja Damkar Kabupaten Bengkalis

Minggu, 22/2/26 | 20:10 WIB

Oleh: Muhammad Zakwan Rizaldi (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas dan Anggota UKMF Labor Penulisan Kreatif) “Bahasa membentuk cara...

Batu dan Zaman

Memaknai Ulang Arti Kata Pensiun

Minggu, 22/2/26 | 19:58 WIB

Oleh: Andina Meutia Hawa (Dosen Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas)   Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pensiun...

Ketika Iman Menjadi Modal Sosial dan Ekonomi

Ketika Iman Menjadi Modal Sosial dan Ekonomi

Minggu, 22/2/26 | 19:45 WIB

Oleh: Dr. Syamsul Bahri (Dosen Fakultas Ekonomi, Universitas Eka Sakti, Sumatera Barat) Indonesia adalah negara dengan jiwa religius yang kuat....

Nilai-Nilai Religius pada Karya Andreas Gryphius

Membaca Cerpen “Robohnya Surau Kami” dari Perspektif Psikoanalisis

Minggu, 15/2/26 | 17:22 WIB

Oleh: Hilda Septriani (Dosen Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran)   Robohnya Surau Kami merupakan kumpulan cerita pendek yang ditulis oleh...

Berita Sesudah
Pelesetan Nama Tempat dan Tokoh pada Novel Persiden karya Wisran Hadi

Pelesetan Nama Tempat dan Tokoh pada Novel Persiden karya Wisran Hadi

Discussion about this post

POPULER

  • Firdaus: Pengurus PMII Bukan Pengisi Struktur, Tapi Penggerak Perubahan

    Firdaus: Pengurus PMII Bukan Pengisi Struktur, Tapi Penggerak Perubahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gerakan Sosial Baru pada Perang Kata-kata antara SEAblings dan Knetz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bale by BTN, Transaksi Cepat Tanpa Ribet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satu Tahun Duo Srikandi Dharmasraya, Pendidikan dan OVOP Jadi Andalan Bangun Ekonomi Rakyat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bahasa dan (Ber) Pikiran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanda Titik pada Singkatan Nama Perusahaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024