Senin, 31/8/26 | 00:04 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Majas Hiperbola dalam Lagu “Seluruh Nafas Ini” Karya Virgoun

Minggu, 12/5/24 | 19:12 WIB

Oleh: Annisa Aulia Amanda
(Mahasiswi Program Studi Sastra Indonesia Universitas Andalas)

Stilistika juga dikenal sebagai gaya bahasa, adalah bidang yang mengeksplorasi bagaimana bahasa digunakan dalam proses komunikasi. Ini menyelidiki faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan kata, frasa, klausa, dan kalimat oleh penulis untuk menyampaikan pesan mereka secara efektif (Junus, 1989). Salah satu aspek penelitian stilistika berfokus pada penggunaan majas atau bisa disebut dengan kiasan. Aminuddin mendefinisikan majas sebagai teknik stilistika yang digunakan oleh penulis untuk mengartikulasikan ide-idenya agar selaras dengan tujuan dan dampak yang diinginkan (SOF, 2023).

BACAJUGA

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Bianglala: Menelusuri Makna, Sejarah, dan Jejak Kebudayaan dalam Sebuah Kata

Minggu, 30/8/26 | 16:29 WIB
Puisi-puisi M. Subarkah

Eksistensi Bahasa Melayu Riau di Tengah Dominasi Bahasa Indonesia di Era Digital

Selasa, 25/8/26 | 22:59 WIB

Dalam ranah penulisan lagu, majas berperan penting dalam membentuk dampak emosional pada sebuah lagu. Lagu bukan sekedar perpaduan kata dan melodi, melainkan suatu bentuk seni ekspresif yang menyampaikan gagasan tertentu. Gaya bahasa, khususnya majas, berfungsi sebagai sarana komunikasi artistik. Pemanfaatan majas dalam penulisan lagu tidak hanya menambah kedalaman dan nuansa lirik, namun juga meningkatkan makna dan resonansi emosional secara keseluruhan (Chaniago & Syahrial). Salah satu  jenis majas yang digunakan dalam lirik lagu, yaitu hiperbola. Hiperbola adalah gaya bahasa yang ditandai dengan sikap berlebihan yang disengaja, berfungsi untuk menekankan dan mengintensifkan unsur-unsur dalam sebuah lagu (Keraf, 2010). Pernyataan yang dilebih-lebihkan ini menimbulkan reaksi emosional yang kuat pada pendengar serta membuat liriknya lebih berdampak dan berkesan. Dengan memasukkan elemen hiperbolik, penulis lagu mampu menyampaikan emosi dan cerita yang kompleks dengan cara yang jelas dan menarik, memberikan keaslian, dan kekuatan pada komposisi lagu. Pada akhirnya, penggunaan hiperbola meningkatkan koneksi pendengar terhadap musik serta meninggalkan kesan mendalam di hati mereka.

Salah satu lagu Indonesia yang menonjolkan majas hiperbola adalah lagu “Seluruh Nafas Ini” yang dinyanyikan oleh Last Child bersama Giselle. Lagu tersebut merupakan karya Virgoun atau Muhammad Virgoun Putra Tambunan yang terkenal sebagai vokalis band Last Child dan juga sebagai artis solo  (Wikipedia, 2024). Lagu ini merupakan lagu duet atau dinyanyikan berpasangan. Lagu ini membicarakan mengenai perpisahan yang diakibatkan pertengkaran (Anak Senja, 2022). Dalam lagu ini, penulis mengungkapkan kisah pria dan wanita yang selalu memiliki masalah dalam hubungan yang mereka jalani. Walaupun ada perpisahan yang berulang kali terjadi, pada akhirnya mereka tetap akan kembali bersama.

Pada lagu ini terdapat beberapa lirik yang mengandung majas hiperbola sebagai majas yang dominan digunakan oleh penulis dan juga memberikan wawasan tentang kepribadian penulis serta pengaruhnya terhadap penciptaan karya seni. Dalam lagu “Seluruh Nafas Ini” karya Virgoun ditemukan majas hiperbola yang menambah keindahan, drama, dan kedalaman emosional pada komposisi lirik lagu tersebut.

Penulis menggunakan frasa hiperbola dalam lirik pertama lagu, yaitu “Lihatlah luka ini yang sakitnya abadi”. Di frasa “sakitnya abadi” penulis menunjukkan bahwa luka yang telah diciptakan adalah luka yang tidak akan pernah bisa diobati. Ini adalah pernyataan yang dibuat secara berlebihan untuk menekankan betapa dalamnya rasa sakit yang dirasakan si Aku. Lalu ada klausa hiperbola pada baris kedua, yaitu “Ku akan tua dan mati dalam pelukmu”. Klausa tersebut menunjukkan keinginan untuk selalu bersama pasangan.

Pernyataan yang dibuat oleh penulis dengan berlebihan juga tentang kesetiaan seperti yang terdapat pada lirik “Kita telah lewati rasa yang telah mati”. Dalam frasa “rasa yang telah mati” penulis merujuk pada perasaan atau emosi yang dulunya kuat, tetapi tidak ada lagi bahkan sempat hilang. Penggunaan frasa hiperbola untuk mengungkapkan perasaan pada pasangan yang sudah pernah kehilangan rasa cinta di antara mereka. Lirik lainnya adalah “Ku nikmati rindu yang datang membunuhku”. Klausa hiperbola tersebut terdengar dramatis dan berlebihan, bagaimana tokoh aku menikmati rindu yang dirasakan walau perasaan tersebut membunuhnya. Lirik itu mengungkapkan harapan di balik rasa rindu karena tokoh menikmati kerinduan tersebut. Terakhir, lirik yang menjadi judul dari lagu, yaitu “Untukmu seluruh nafas ini”. Klausa ini menjadi judul lagu yang dipilih penulis dan hiperbola mengenai pengorbanan untuk pasangan.

Dari beberapa lirik yang diungkapkan tersebut, ditemukan hiperbola. Hiperbola bukan sekedar majas yang melebih-lebihkan suatu hal, melainkan hiperbola mendobrak batasan bahasa dan mampu membangkitkan emosi pada diri pendengar. Tidak hanya penulis lagu, namun para seniman kreatif lainnya dapat memanfaatkan majas hiperbola sebagai kekuatan untuk menyertakan nilai keindahan dan sisi emosional di dalam karya. Kesimpulannya, penggunaan gaya bahasa berupa majas hiperbola mampu meningkatkan intensitas sentimen dan secara implisit penggunaan gaya bahasa mampu meningkatkan komunikasi yang efektif terhadap pesan dan emosi yang diungkapkan penulis lagu dan seniman lainnya terhadap penikmat karya kreatif seperti lagu ataupun puisi.

Padang, 2024-05-09

Tags: #hiperbolaAnnisa Aulia AmandaPuisi
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Asal-Usul Kata “Kepo” dan “Julid” di Media Sosial

Berita Sesudah

Pelesetan Nama Tempat dan Tokoh pada Novel Persiden karya Wisran Hadi

Berita Terkait

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Bianglala: Menelusuri Makna, Sejarah, dan Jejak Kebudayaan dalam Sebuah Kata

Minggu, 30/8/26 | 16:29 WIB

Oleh: Noor Alifah (Mahasiswa Sastra Indonesia dan Anggota Labor Penulisan Kreatif FIB Universitas Andalas)   Ketika melihat lengkungan warna-warni yang...

Puisi-puisi M. Subarkah

Eksistensi Bahasa Melayu Riau di Tengah Dominasi Bahasa Indonesia di Era Digital

Selasa, 25/8/26 | 22:59 WIB

Oleh: M. Subarkah (Mahasiswa Prodi S2 Linguistik FIB Universitas Andalas)    Bahasa Melayu Riau tidak sekadar kumpulan kata yang digunakan...

Makna Pulih dalam Lagu “Seperti Tulang” Karya Nadin Amizah

Makna Pulih dalam Lagu “Seperti Tulang” Karya Nadin Amizah

Minggu, 23/8/26 | 22:08 WIB

Oleh: Indri Rahmadani (Mahasiswi Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Di tengah padatnya aktivitas dan tekanan yang dihadapi anak...

Sintaksis: Sulit, tetapi Diam-Diam Menyenangkan

Sintaksis: Sulit, tetapi Diam-Diam Menyenangkan

Minggu, 16/8/26 | 23:09 WIB

Oleh: Bunga Amelia (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas) Bagi sebagian orang, mendengar kata sintaksis mungkin terasa menakutkan. Mata...

Rendang Lokan, Makanan Khas Pesisir Selatan

Batagak Gala Mudo dalam Adat Minangkabau

Minggu, 16/8/26 | 22:50 WIB

Oleh: Yori Leo Saputra, S.Hum., Gr. (Guru SMAN 1 Ranah Pesisir)   Batagak gala mudo menjadi salah satu tradisi penting...

Modal Sosial Kunci Utama Kinerja Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis

Modal Sosial Kunci Utama Kinerja Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis

Senin, 10/8/26 | 16:12 WIB

Oleh: Devi Analia (Dosen Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Andalas)   Akses pembiayaan kerap menjadi hambatan utama bagi petani kecil...

Berita Sesudah
Pelesetan Nama Tempat dan Tokoh pada Novel Persiden karya Wisran Hadi

Pelesetan Nama Tempat dan Tokoh pada Novel Persiden karya Wisran Hadi

Discussion about this post

POPULER

  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepala Biro PBJ Akui Ada dalam Rekaman Video Mesra dan Mundur dari Jabatan, Sekda : Tetap Diperiksa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bianglala: Menelusuri Makna, Sejarah, dan Jejak Kebudayaan dalam Sebuah Kata

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026