Selasa, 02/6/26 | 10:08 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS

Dari Pensil ke Pena: Tentang Perjalanan Kreativitas

Minggu, 24/3/24 | 14:43 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Perpindahan alat menulis dari pensil ke pena saat sekolah merupakan hal membahagiakan. Saat sekolah dasar, saya baru boleh menggunakan pena ketika duduk di kelas tiga. Kelas satu hingga dua harus menggunakan pensil.

Hal yang paling ditunggu-tunggu saat naik ke kelas tiga adalah pena. Begitu saya dan teman-teman rasakan waktu itu. Di kelas, kami pun saling memamerkan pena masing-masing.

BACAJUGA

Rendang Lokan, Makanan Khas Pesisir Selatan

Memahami Makna Peribahasa “Muluik Manih Kucindan Murah”

Senin, 01/6/26 | 08:57 WIB
Kader Fatayat NU Diminta Optimalkan Pemanfaatan Teknologi di Era Digital

Kader Fatayat NU Diminta Optimalkan Pemanfaatan Teknologi di Era Digital

Senin, 01/6/26 | 08:55 WIB

Salah seorang teman memamerkan penanya yang memiliki empat warna, hitam, merah, biru, dan kuning (kami menyebutnya tinta emas). Bagi kami itu merupakan pena yang paling keren.

Bentuknya lebih besar dari pena kebanyakan yang kami miliki. Wajar saja, pemilik pena itu memang dari keluarga “berada” pula. Tidak heran jika penanya lebih bagus dari kebanyakan yang kami punya.

Ada hal menarik dan filosofis yang saya dapati dari kenangan itu. Tanpa disadari, pensil dan pena berperan dalam proses kreativitas kita. Keduanya menjadi teman dalam menjelajahi dunia kata-kata dan gambar.

Perjalanan dari pensil ke pena menjadi narasi yang menginspirasi tentang ketekunan, eksplorasi, dan transformasi. Pensil dengan kemudahannya untuk dihapus menjadi langkah awal dalam belajar menulis.

Kemampuan dalam menggunakan pensil adalah sebuah keterampilan yang membutuhkan latihan dan kesabaran. Melalui setiap gerakan pensilnya, seorang akan belajar memahami tekanan, arah, dan kecepatan. Ia belajar merangkai huruf menjadi kata, dan kata-kata menjadi kalimat bermakna.

Sedangkan pena memiliki ujung yang tajam dan menggunakan tinta. Bagi saya ini merupakan simbol kematangan dan kepercayaan diri dalam menulis.  Saat saya pertama kali menulis dengan pena, ada rasa kepercayaan diri dan tanggung jawab yang lebih.

Pena membutuhkan kehati-hatian dan ketelitian dalam setiap gerakannya. Namun, di balik tantangan itu, ada kepuasan yang mendalam ketika setiap kata yang terukir di atas kertas terasa begitu kuat dan berarti.

Perjalanan dari pensil ke pena adalah sebuah transformasi. Itu bukan hanya tentang mengubah alat tulis, tetapi juga tentang mengubah cara kita memandang diri kita sendiri dan karya kita. Dari seorang siswa yang awalnya merasa canggung dengan goyangan pensil di tangannya, menjadi seorang penulis yang percaya diri dengan pena di tangan, itu adalah sebuah prestasi yang luar biasa.

Dalam perjalanan ini, kita belajar bahwa setiap alat tulis memiliki keunikan dan keindahannya sendiri. Pensil mengajarkan kita tentang kesabaran dan ketekunan, sementara pena mengajarkan kita tentang ketelitian dan keberanian. Bersama-sama, mereka membentuk fondasi yang kokoh bagi kreativitas kita.

ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Dari Pensil ke Pena: Tentang Perjalanan Kreativitas

Berita Sesudah

Pengurus Komisariat PMII Undhari Dilantik, Ini Daftar Namanya

Berita Terkait

Rendang Lokan, Makanan Khas Pesisir Selatan

Memahami Makna Peribahasa “Muluik Manih Kucindan Murah”

Senin, 01/6/26 | 08:57 WIB

Oleh: Yori Leo Saputra (Guru SMA 1 Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan)   Minangkabau memiliki banyak peribahasa. Peribahasa merupakan kelompok...

Kader Fatayat NU Diminta Optimalkan Pemanfaatan Teknologi di Era Digital

Kader Fatayat NU Diminta Optimalkan Pemanfaatan Teknologi di Era Digital

Senin, 01/6/26 | 08:55 WIB

Dharmasraya, Scientia.id – Wakil Ketua Tanfidziyah Nahdlatul Ulama (NU) Dharmasraya, H. Junaindra Sumawan, S.TP, menjadi pembicara dalam sarasehan Pelantikan Pimpinan...

Jastip Peluang Bisnis Anak Muda di Tengah Tren Konsumtif

Jastip Peluang Bisnis Anak Muda di Tengah Tren Konsumtif

Minggu, 31/5/26 | 23:50 WIB

Oleh: Najwa Maliha Zharfa (Mahasiswa Prodi S1 Akuntansi dan Mahasiswa MKWK Bahasa Indonesia Universitas Andalas)   Siapa yang tidak mengenal...

Gaya Bahasa dalam Lagu, Teater, dan Cerpen Kajian Stilistika

Kue Asida: Makanan Para Raja Riau yang Hampir Punah

Minggu, 31/5/26 | 23:45 WIB

Oleh: Muhammad Zakwan Rizaldi (Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas dan Anggota UKMF Labor Penulisan Kreatif)...

Ironi Nasib Anak Perempuan di Tengah Himpitan Ekonomi

Kebebasan Perempuan dalam Film “Gowok” Analisis Semiotika Christian Metz

Minggu, 31/5/26 | 23:30 WIB

Oleh: Adela Damanik (Mahasiswi Sastra Indonesia dan  Anggota UKMF Labor Penulisan Kreatif Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas)   Film Gowok:...

Nilai-Nilai Religius pada Karya Andreas Gryphius

Manusia yang Selalu Kekurangan Tiga Puluh Peso

Minggu, 31/5/26 | 23:11 WIB

Oleh: Hilda Septriani (Dosen Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran)   "Membaca Ulang “Surat buat Tuhan” di Tengah Budaya Tak Pernah...

Berita Sesudah

Pengurus Komisariat PMII Undhari Dilantik, Ini Daftar Namanya

Discussion about this post

POPULER

  • Jastip Peluang Bisnis Anak Muda di Tengah Tren Konsumtif

    Jastip Peluang Bisnis Anak Muda di Tengah Tren Konsumtif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Memahami Makna Peribahasa “Muluik Manih Kucindan Murah”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Delivia Nazwa Syafiariza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kue Asida: Makanan Para Raja Riau yang Hampir Punah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kata Penghubung dan, serta, dan Tanda Baca Koma (,)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026