Kamis, 23/7/26 | 09:21 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS

Pendidikan: Perjuangan Pertama Mohammad Natsir

Minggu, 03/3/24 | 11:36 WIB

Lastry Monika
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Mohammad Natsir merupakan seorang pejuang kemerdekaan yang lahir pada 17 Juli 1908. Lahir di tahun tersebut membuatnya tumbuh di bawah pemerintahan kolonial Belanda dan diwarnai berbagai pergolakan, termasuk PRRI di kampung halamannya sendiri.

“Perjuangan” pertama Natsir dilakoninya ketika berusia 7 atau 8 tahun. Ketika itu perjuangannya belum mengacu pada perjuangan melawan penjajahan Belanda, melainkan pada upayanya dalam menjalani pendidikan.

BACAJUGA

Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus.[foto : ist]

Firdaus Ingatkan Pengurus DPC Peka Terhadap Persoalan Masyarakat

Kamis, 23/7/26 | 03:10 WIB
Cak Imin: Nasib Rakyat Ada di Pundak Seluruh Kader PKB

Cak Imin: Nasib Rakyat Ada di Pundak Seluruh Kader PKB

Kamis, 23/7/26 | 02:46 WIB

Kala itu Natsir mengupayakan pendidikan dengan penuh kegigihan. Di siang hari ia mengikuti sekolah umum, sedangkan di malam hari ia mengikuti kelas di Adabiyah. Di sekolah yang didirikan oleh Abdullah Ahmad itu Natsir mendapat pendidikan yang cukup berkualitas dari para gurunya. Setelah lulus dari Adabiyah Natsir kemudian melanjutkan studinya dengan bersekolah di HIS.

Ketika Natsir berusia belasan tahun, ia telah tumbuh menjadi seorang pemuda yang mandiri. Ketika tinggal bersama bibinya, Macik Rahim, ia berperan sebagai juru masak. Setiap malam, ia akan menyusuri pantai untuk mengumpulkan kayu bakar. Bagi Natsir, dengan berkontribusi dalam keluarga tersebut ia terbebas dari perasaan hutang budi. Prinsip itu menjadi pegangan hidupnya di kemudian hari. Bagi Natsir, kebahagiaan tidak lahir dari kekayaan dan kemudahan, melainkan melalui hati yang terbebas dari penindasan.

Natsir muda pernah memiliki pemikiran bahwa orang Belanda lebih unggul dibandingkan orang Indonesia. Namun, ketika mendapat beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO), Natsir menemukan fakta bahwa warna kulit tidak menjamin keunggulan akademis suatu bangsa.

Setelah menyelesaikan pendidikan di MULO, Natsir memperoleh kesempatan untuk menjadi juru tulis. Di kala itu, ia berpikir dengan bekerja ia dapat membantu keluarganya lebih banyak. Sebab di saat yang sama, ayahnya telah memasuki masa pensiun dari pekerjaan. Namun, ayahnya lebih mendukungnya untuk tidak terputus dari jenjang pendidikan. Natsir yang lulus dengan hasil memuaskan mendapat beasiswa dari pemerintah untuk melanjutkan pendidikan di Algemeene Middelbare School (AMS) Bandung. Kesempatan ini pun tidak ia sia-siakan.

Di AMS, Natsir menyadari ketertinggalannya dari siswa-siswa di Jawa. Untuk mengatasi hal ini, ia berjang dengan keras untuk studinya. Ia menghabiskan enam hari dalam seminggu untuk belajar dari pagi hingga malam. Natsir yang semula memiliki ketertarikan untuk menekuni biola terpaksa mengenyampingkan minat tersebut karena tidak ingin mengganggu perhatiannya terhadap studi yang dijalani.

Kerja keras Natsir dalam belajar membuahkan hasil yang amat memuaskan. Ia mendapat nilai 9 ketika rekan-rekannya hanya mampu mendapat nilai 3 dan 4 dalam bahasa Latin. Meskipun demikian, Natsir ketika itu belum terlalu fasih dalam menggunakan bahasa Belanda. Hal ini membuat dirinya mendapat cemoohan dari gurunya. Untuk mengatasi hal itu, ia pun kembali belajar dengan keras untuk meningkatkan kemampuan bahasanya.

Seiring bertemunya Natsir dengan beragam pendidikan dari tanah kelahiran hingga ke perantauan membuat makna “perjuangan” baginya semakin kompleks. Berawal dari perjuangan dalam pendidikan ini pulalah yang membentuk pemikirannya mengenai nasionalisme, politik, dan agama hingga menjadi salah satu pahlawan yang membawa kemerdekaan bagi bangsa Indonesia.

ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Pendidikan: Perjuangan Pertama Mohammad Natsir

Berita Sesudah

Dari Cahcam hingga Canggah

Berita Terkait

Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus.[foto : ist]

Firdaus Ingatkan Pengurus DPC Peka Terhadap Persoalan Masyarakat

Kamis, 23/7/26 | 03:10 WIB

Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus.Jakarta, Scientia – Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumatera Barat, Firdaus, mengingatkan...

Cak Imin: Nasib Rakyat Ada di Pundak Seluruh Kader PKB

Cak Imin: Nasib Rakyat Ada di Pundak Seluruh Kader PKB

Kamis, 23/7/26 | 02:46 WIB

Jakarta, Scientia – Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar, meminta seluruh pengurus Dewan...

PKB Resmi Lantik Pengurus DPC se-Indonesia, Ribuan Kader Ucapkan Sumpah Jabatan

PKB Resmi Lantik Pengurus DPC se-Indonesia, Ribuan Kader Ucapkan Sumpah Jabatan

Kamis, 23/7/26 | 01:12 WIB

Jakarta, Scientia – Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) melantik jajaran pengurus Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB dari...

Lama Rusak, Jalan Belakang Eks RSUD Sungai Dareh Kini Kembali Mulus

Lama Rusak, Jalan Belakang Eks RSUD Sungai Dareh Kini Kembali Mulus

Rabu, 22/7/26 | 09:15 WIB

Dharmasraya, Scientia.id – Jalan di belakang eks RSUD Sungai Dareh, Nagari IV Koto Pulau Punjung, kembali menghitam setelah lama tidak...

Kandidat Muda Warnai Pilwana Lingkuang Aua Baru, Muhammad Abdu Shadli Resmi Daftar

Kandidat Muda Warnai Pilwana Lingkuang Aua Baru, Muhammad Abdu Shadli Resmi Daftar

Selasa, 21/7/26 | 18:05 WIB

Pasaman Barat, Scientia.id – Kontestasi Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Lingkuang Aua Baru, Kecamatan Pasaman, mulai memasuki babak baru. Muhammad Abdu...

Pemerintah Kota Padang menerima dana Transfer ke Daerah (TKD) tambahan sebesar Rp371,85 miIiar, yang dialokasikan khusus untuk penanganan serta mitigasi bencana.

Wali Kota Padang Menerima Tim Monitoring Kemendagri Tinjau Proses Rehab Rekon Pasca Bencana

Selasa, 21/7/26 | 11:59 WIB

Pemerintah Kota Padang menerima dana Transfer ke Daerah (TKD) tambahan sebesar Rp371,85 miIiar, yang dialokasikan khusus untuk penanganan serta mitigasi...

Berita Sesudah
Kata “dalem“ dan Pronomina Serapan dalam Bahasa Indonesia

Dari Cahcam hingga Canggah

Discussion about this post

POPULER

  • Diksi Cantik sebagai Identitas Perempuan di Instagram

    Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PKB Resmi Lantik Pengurus DPC se-Indonesia, Ribuan Kader Ucapkan Sumpah Jabatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerpen “Suluh Jo Siampa” Karya Linda Tanjung dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harimau vs Singa, Siapa yang Lebih Kuat? Ini Fakta Sains dan Kasus Nyatanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-Puisi Linda Tanjung dan Ulasannya oleh Ragdi F Daye

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bentuk-Bentuk Singkatan dalam Surat Resmi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026