Rabu, 14/10/26 | 21:46 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Ucapan Selamat Lebaran

Minggu, 07/5/23 | 06:40 WIB

Oleh: Alex Darmawan
(Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas)

 

Ramadan telah berakhir setelah sebulan penuh umat Islam berpuasa pada tahun ini. Tibalah saatnya umat Islam merayakan hari kemenangan 1444 H. Perayaan ini dirasakan oleh semua orang Islam, baik anak- anak maupun orang dewasa di seluruh pelosok bumi mana pun. Suasana kental dengan kemenangan terasa bagi mereka yang melaksanakan ibadah puasa  sebulan penuh, sedangkan mereka yang tidak puasa ikut juga meramaikan hari kemenangan. Keberhasilan itu diungkapkan dalam suatu perayaan yang disebut Idulfitri. Secara umum, kita mengenalnya dengan dengan istilah Lebaran atau Idulfitri.

BACAJUGA

Kabut Regulasi: UU ITE Berubah, Tetapi Apakah Publik Benar-Benar Memahaminya?

Kabut Regulasi: UU ITE Berubah, Tetapi Apakah Publik Benar-Benar Memahaminya?

Selasa, 13/10/26 | 18:50 WIB
Regulasi Saja Tidak Cukup: Menangkal Gangguan Informasi di Ruang Digital

Regulasi Saja Tidak Cukup: Menangkal Gangguan Informasi di Ruang Digital

Senin, 12/10/26 | 14:55 WIB

Keberhasilan bulan Ramadan bagi umat Islam dapat berwujud keberhasilannya menunaikan ibadah puasa dan ibadah lainnya dengan baik. Selain itu, mereka juga mampu mewujudkan nilai-nilai Ramadan dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan nilai-nilai itu dapat dilihat dari hubungan silaturahim dengan orang lain  dengan cara saling mengunjungi, bersalaman, dan bermaaf-maafan. Menjelang Idulfitri, umat Islam pun biasanya menyampaikan ucapan selamat Lebaran. Ucapan itu disampaikan baik secara lisan maupun secara tertulis dalam bentuk kartu Lebaran.dan pesan di media sosial. Dengan permohonan maaf akan meleburkan dosa sesama manusia sehingga mereka akan kembali ke fitrahnya. Jadilah mereka manusia yang suci seperti bayi yang baru dilahirkan.

Seiring perkembangan zaman dan  teknologi sekarang ini, kartu Lebaran seakan kehilangan pamornya. Orang jarang menggunkan kartu Lebaran untuk mengucapkan selamat dan memohon maaf, hanya dibingkisan parcel saja yang masih terlihat. Media ucapan  kartu Lebaran telah tergantikan oleh SMS  (Short Massage Service) melalui media sosial, seperti whatsapp, facebook, instagram dan lain sebagainya karena media ini dipandang lebih efektif dan efesien. Dalam hitungan detik, orang mampu mengirim ucapan selamat Lebaran sebanyak mungkin ke seluruh penjuru daerah di Indonesia. Bahkan seluruh penjuru dunia sekalipun. Apalagi handphone kini bukanlah barang mewah. Hampir semua orang memilikinya, mulai dari anak-anak, remaja, dan orang dewasa sampai kepada kakek-nenek.

Dalam tulisan ini, bukan medianya yang penulis ingin bicarakan, tetapi bahasa yang digunakan dalam pengucapan selamat Lebaran. Orang yang merayakan lebaran banyak memanfaatkan aspek-aspek kebahasaan dalam mengirimkan pesan/ucapan Lebaran. Ucapan Lebaran dibuat sedemikian rupa agar tampak menarik dan indah untuk dilihat dan dibaca oleh penerima tanpa kehilangan substansi ucapan Lebarannya. Hal ini menjadi fenomena kebahasaan tersendiri karena penuh dengan kreativitas dalam penggunaan ragam bahasa dan  pemanfaatan aspek kebahasaan untuk mendapatkan daya atau efek tertentu. Seperti berikut ini: /Sadang rancak bungo kakambang//Jalo taserak ikan tibo//Kok nan ditunggu alah datang// Nan dinanti alah tibo/./Buruang sinurak tabang tinggi//Tabang malayok di ateh pamatang//Siriah galak pinang manari//Mandanga Idulfitri nan kadatang/. Selamat Idul Fitri 1444 H.  Mohon Maaf Lahir dan Batin (Murdianty sekeluarga). Pada contoh ucapan Lebaran  di atas, ragam bahasa yang digunakan adalah ragam informal. Berdasarkan kosakata yang digunakan, gaya bahasanya tidak resmi karena pemilihan diksinya nonbaku dengan aspek kebahasaan yang digunakannya berupa pantun.

Pada dasarnya, pemakaian bahasa tidak hanya ditentukan oleh faktor-faktor linguistik saja, tetapi juga adanya faktor-faktor nonlinguistik yaitu faktor sosial dan faktor situasional. Kedua faktor ini sangat mempengaruhi pemakaian bahasa seseorang. Ragam bahasa terjadi karena penuturnya yang heterogen serta interaksi sosial yang mereka lakukan sangat beragam. Chaer dan Agustina (1995:81) menyatakan pandangannya tentang ragam bahasa. Pertama, ragam bahasa itu dilihat sebagai akibat adanya keragaman sosial penutur bahasa itu dan keragaman fungsi bahasa. Kedua, ragam bahasa itu sudah ada untuk memenuhi fungsinya sebagai alat interaksi dalam kegiatan masyarakat yang beranekaragam.

Ragam bahasa sebaiknya digunakan dalam satu peristiwa tergantung pada situasinya, apakah santai, akrab, maupun formal. Berikut ini contoh ragam bahasa dalam ucapan selamat lebaran, /Selamat Idulfitri 1444 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin/ Bapak Anton dan Keluarga. Ucapan lebaran ini disampaikan oleh atasan kepada bawahannya sehingga bahasanya agak formal. Bentuk ucapan ini tidak hanya ditemukan pada status sosial yang tinggi ke yang rendah, tetapi juga kepada orang yang saling menyegani.

Ucapan Lebaran akan berbeda bahasanya apabila status sosial sama dan hubungannya akrab. Hal ini dapat dilihat pada contoh berikut /Kok datorong kato takecean//Talompek muluik mangatoan//Talonsong tangan tajambauan// Dadorong kaki talangkahan/ Talantung kanaik//Tasinggung katurun//Ampun jo maaf kami pintokan/. /Selamat Hari Raya Idulfitri 1444 H, Mohon maaf dan batin, Retno dan Keluarga. Contoh lainnya, /Terselip khilaf dalam canda//Tergores luka dalam tawa//terbelit pilu dalam tingkah//Tersinggung rasa dalam bicara// Mari kita sucikan hati di hari yang fitri ini. Selamat Idulfitri 1444 H, Mohon maaf lahir dan batin. Sahat Parlindungan dan Keluarga.

Pada kedua contoh ucapan Lebaran di atas, penutur menggunakan ragam bahasa ragam santai dan akrab. Kode bahasa yang digunakan bahasa Minangkabau dan bahasa Indonesia. Permainan bunyi bahasa turut digunakan untuk memunculkan keindahan tuturan yang disampaikan.

Jadi pada umumnya, bentuk ucapan Lebaran yang disampaikan itu, ada ragam resmi dan ragam santai. Strategi kesantunan menghiasi setiap tuturan. Gaya bahasa dan permainan bunyi menjadi kreativitas penutur dalam menyampaikan tujuannya  supaya bahasa mempunyai daya dan efek keindahan. Kode bahasa yang digunakan bahasa daerah bahasa Arab dan bahasa Indonesia bahkan ada juga bahasa Inggris. Ucapan selamat Lebaran juga bertujuan untuk menjaga hubungan sosial antara penutur dan mitra tuturnya. Selamat Idulfitri 1444 H. Mohon Maaf Lahir dan Batin. Wallahu a’lam bish shawabi.

Tags: #Alex Darmawan
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Puisi-puisi R.S. Mila dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

Berita Sesudah

Memahami Fenomena dalam Kelompok

Berita Terkait

Kabut Regulasi: UU ITE Berubah, Tetapi Apakah Publik Benar-Benar Memahaminya?

Kabut Regulasi: UU ITE Berubah, Tetapi Apakah Publik Benar-Benar Memahaminya?

Selasa, 13/10/26 | 18:50 WIB

Taufiq Muhammad Akbar ‎Magister Ilmu Komunikasi, Universitas Andalas (UNAND) Undang-undang berubah, Pasal diperbaiki, Ancaman pidana disesuaikan, Istilah hukum diperbarui. Tetapi...

Regulasi Saja Tidak Cukup: Menangkal Gangguan Informasi di Ruang Digital

Regulasi Saja Tidak Cukup: Menangkal Gangguan Informasi di Ruang Digital

Senin, 12/10/26 | 14:55 WIB

Ilustrasi: Hukum dan regulasi hanyalah pagar luar, namun kesadaran dan etika digital masyarakat adalah benteng utama yang sesungguhnya dalam menangkal...

Puisi-puisi M. Subarkah

Bahasa, Miskomunikasi, dan Konflik Rumah Ibadah

Senin, 12/10/26 | 06:40 WIB

Oleh: M. Subarkah (Mahasiswa S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Bahasa memiliki peran penting dalam membentuk pemahaman, hubungan sosial, dan sikap...

Penentu Arah Perubahan Zaman

Penentu Arah Perubahan Zaman

Minggu, 11/10/26 | 20:39 WIB

Oleh: Arza Kailla Chaerani (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas) Dunia terus berubah, begitu pula cara manusia memahami identitas,...

Bias Pengetahuan Bahasa AI tentang Perempuan dan Krisis Iklim

Bias Pengetahuan Bahasa AI tentang Perempuan dan Krisis Iklim

Minggu, 11/10/26 | 20:02 WIB

Oleh: Arina Isti’anah (Dosen Sastra Inggris, Universitas Sanata Dharma)   Dalam ranah sosio-kognitif, bahasa merupakan piranti yang menjembatani memori dan...

Membaca Novel Siti Nurbaya dalam Pandangan Sejarah

Membaca Novel Siti Nurbaya dalam Pandangan Sejarah

Minggu, 04/10/26 | 22:27 WIB

Oleh: Irfan Pandesta Putra, S.Hum (Sejarawan & Alumni S1 Ilmu Sejarah FIB Universitas Andalas)   Novel Siti Nurbaya: Kasih Tak...

Berita Sesudah
Memahami Fenomena dalam Kelompok

Memahami Fenomena dalam Kelompok

Discussion about this post

POPULER

  • Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fenomena Kabut Asap di Sumbar, Donizar: Jangan Tunggu Ada Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026