Kamis, 05/3/26 | 03:31 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Ucapan Selamat Lebaran

Minggu, 07/5/23 | 06:40 WIB

Oleh: Alex Darmawan
(Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas)

 

Ramadan telah berakhir setelah sebulan penuh umat Islam berpuasa pada tahun ini. Tibalah saatnya umat Islam merayakan hari kemenangan 1444 H. Perayaan ini dirasakan oleh semua orang Islam, baik anak- anak maupun orang dewasa di seluruh pelosok bumi mana pun. Suasana kental dengan kemenangan terasa bagi mereka yang melaksanakan ibadah puasa  sebulan penuh, sedangkan mereka yang tidak puasa ikut juga meramaikan hari kemenangan. Keberhasilan itu diungkapkan dalam suatu perayaan yang disebut Idulfitri. Secara umum, kita mengenalnya dengan dengan istilah Lebaran atau Idulfitri.

BACAJUGA

Kecerdasan dan Berbahasa

Kecerdasan dan Berbahasa

Minggu, 09/3/25 | 09:59 WIB
Bahasa dan (Ber) Pikiran

Bahasa dan (Ber) Pikiran

Minggu, 02/3/25 | 10:48 WIB

Keberhasilan bulan Ramadan bagi umat Islam dapat berwujud keberhasilannya menunaikan ibadah puasa dan ibadah lainnya dengan baik. Selain itu, mereka juga mampu mewujudkan nilai-nilai Ramadan dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan nilai-nilai itu dapat dilihat dari hubungan silaturahim dengan orang lain  dengan cara saling mengunjungi, bersalaman, dan bermaaf-maafan. Menjelang Idulfitri, umat Islam pun biasanya menyampaikan ucapan selamat Lebaran. Ucapan itu disampaikan baik secara lisan maupun secara tertulis dalam bentuk kartu Lebaran.dan pesan di media sosial. Dengan permohonan maaf akan meleburkan dosa sesama manusia sehingga mereka akan kembali ke fitrahnya. Jadilah mereka manusia yang suci seperti bayi yang baru dilahirkan.

Seiring perkembangan zaman dan  teknologi sekarang ini, kartu Lebaran seakan kehilangan pamornya. Orang jarang menggunkan kartu Lebaran untuk mengucapkan selamat dan memohon maaf, hanya dibingkisan parcel saja yang masih terlihat. Media ucapan  kartu Lebaran telah tergantikan oleh SMS  (Short Massage Service) melalui media sosial, seperti whatsapp, facebook, instagram dan lain sebagainya karena media ini dipandang lebih efektif dan efesien. Dalam hitungan detik, orang mampu mengirim ucapan selamat Lebaran sebanyak mungkin ke seluruh penjuru daerah di Indonesia. Bahkan seluruh penjuru dunia sekalipun. Apalagi handphone kini bukanlah barang mewah. Hampir semua orang memilikinya, mulai dari anak-anak, remaja, dan orang dewasa sampai kepada kakek-nenek.

Dalam tulisan ini, bukan medianya yang penulis ingin bicarakan, tetapi bahasa yang digunakan dalam pengucapan selamat Lebaran. Orang yang merayakan lebaran banyak memanfaatkan aspek-aspek kebahasaan dalam mengirimkan pesan/ucapan Lebaran. Ucapan Lebaran dibuat sedemikian rupa agar tampak menarik dan indah untuk dilihat dan dibaca oleh penerima tanpa kehilangan substansi ucapan Lebarannya. Hal ini menjadi fenomena kebahasaan tersendiri karena penuh dengan kreativitas dalam penggunaan ragam bahasa dan  pemanfaatan aspek kebahasaan untuk mendapatkan daya atau efek tertentu. Seperti berikut ini: /Sadang rancak bungo kakambang//Jalo taserak ikan tibo//Kok nan ditunggu alah datang// Nan dinanti alah tibo/./Buruang sinurak tabang tinggi//Tabang malayok di ateh pamatang//Siriah galak pinang manari//Mandanga Idulfitri nan kadatang/. Selamat Idul Fitri 1444 H.  Mohon Maaf Lahir dan Batin (Murdianty sekeluarga). Pada contoh ucapan Lebaran  di atas, ragam bahasa yang digunakan adalah ragam informal. Berdasarkan kosakata yang digunakan, gaya bahasanya tidak resmi karena pemilihan diksinya nonbaku dengan aspek kebahasaan yang digunakannya berupa pantun.

Pada dasarnya, pemakaian bahasa tidak hanya ditentukan oleh faktor-faktor linguistik saja, tetapi juga adanya faktor-faktor nonlinguistik yaitu faktor sosial dan faktor situasional. Kedua faktor ini sangat mempengaruhi pemakaian bahasa seseorang. Ragam bahasa terjadi karena penuturnya yang heterogen serta interaksi sosial yang mereka lakukan sangat beragam. Chaer dan Agustina (1995:81) menyatakan pandangannya tentang ragam bahasa. Pertama, ragam bahasa itu dilihat sebagai akibat adanya keragaman sosial penutur bahasa itu dan keragaman fungsi bahasa. Kedua, ragam bahasa itu sudah ada untuk memenuhi fungsinya sebagai alat interaksi dalam kegiatan masyarakat yang beranekaragam.

Ragam bahasa sebaiknya digunakan dalam satu peristiwa tergantung pada situasinya, apakah santai, akrab, maupun formal. Berikut ini contoh ragam bahasa dalam ucapan selamat lebaran, /Selamat Idulfitri 1444 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin/ Bapak Anton dan Keluarga. Ucapan lebaran ini disampaikan oleh atasan kepada bawahannya sehingga bahasanya agak formal. Bentuk ucapan ini tidak hanya ditemukan pada status sosial yang tinggi ke yang rendah, tetapi juga kepada orang yang saling menyegani.

Ucapan Lebaran akan berbeda bahasanya apabila status sosial sama dan hubungannya akrab. Hal ini dapat dilihat pada contoh berikut /Kok datorong kato takecean//Talompek muluik mangatoan//Talonsong tangan tajambauan// Dadorong kaki talangkahan/ Talantung kanaik//Tasinggung katurun//Ampun jo maaf kami pintokan/. /Selamat Hari Raya Idulfitri 1444 H, Mohon maaf dan batin, Retno dan Keluarga. Contoh lainnya, /Terselip khilaf dalam canda//Tergores luka dalam tawa//terbelit pilu dalam tingkah//Tersinggung rasa dalam bicara// Mari kita sucikan hati di hari yang fitri ini. Selamat Idulfitri 1444 H, Mohon maaf lahir dan batin. Sahat Parlindungan dan Keluarga.

Pada kedua contoh ucapan Lebaran di atas, penutur menggunakan ragam bahasa ragam santai dan akrab. Kode bahasa yang digunakan bahasa Minangkabau dan bahasa Indonesia. Permainan bunyi bahasa turut digunakan untuk memunculkan keindahan tuturan yang disampaikan.

Jadi pada umumnya, bentuk ucapan Lebaran yang disampaikan itu, ada ragam resmi dan ragam santai. Strategi kesantunan menghiasi setiap tuturan. Gaya bahasa dan permainan bunyi menjadi kreativitas penutur dalam menyampaikan tujuannya  supaya bahasa mempunyai daya dan efek keindahan. Kode bahasa yang digunakan bahasa daerah bahasa Arab dan bahasa Indonesia bahkan ada juga bahasa Inggris. Ucapan selamat Lebaran juga bertujuan untuk menjaga hubungan sosial antara penutur dan mitra tuturnya. Selamat Idulfitri 1444 H. Mohon Maaf Lahir dan Batin. Wallahu a’lam bish shawabi.

Tags: #Alex Darmawan
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Puisi-puisi R.S. Mila dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

Berita Sesudah

Memahami Fenomena dalam Kelompok

Berita Terkait

Puisi-puisi M. Subarkah

Pesan Tauhid dan Penyerahan Diri dalamPuisi “Sembahyang Rumputan”

Minggu, 01/3/26 | 15:51 WIB

Oleh: M. Subarkah (Mahasiswa Prodi S2 Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas)   Puisi “Sembahyang Rumputan” karya Ahmadun Yosi Herfanda...

Ketika Iman Menjadi Modal Sosial dan Ekonomi

Mencabut Tunggul: Transformasi Butuh Kekuatan Ekonomi

Minggu, 01/3/26 | 14:44 WIB

Oleh: Dr. Syamsul Bahri, M.M. (Dosen Universitas Ekasakti & Doktor Ilmu Ekonomi)   Masalah yang mengakar tak cukup ditebas dengan...

Abreviasi pada Perjanjian Kinerja Damkar Kabupaten Bengkalis

Abreviasi pada Perjanjian Kinerja Damkar Kabupaten Bengkalis

Minggu, 22/2/26 | 20:10 WIB

Oleh: Muhammad Zakwan Rizaldi (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas dan Anggota UKMF Labor Penulisan Kreatif) “Bahasa membentuk cara...

Batu dan Zaman

Memaknai Ulang Arti Kata Pensiun

Minggu, 22/2/26 | 19:58 WIB

Oleh: Andina Meutia Hawa (Dosen Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas)   Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pensiun...

Ketika Iman Menjadi Modal Sosial dan Ekonomi

Ketika Iman Menjadi Modal Sosial dan Ekonomi

Minggu, 22/2/26 | 19:45 WIB

Oleh: Dr. Syamsul Bahri (Dosen Fakultas Ekonomi, Universitas Eka Sakti, Sumatera Barat) Indonesia adalah negara dengan jiwa religius yang kuat....

Nilai-Nilai Religius pada Karya Andreas Gryphius

Membaca Cerpen “Robohnya Surau Kami” dari Perspektif Psikoanalisis

Minggu, 15/2/26 | 17:22 WIB

Oleh: Hilda Septriani (Dosen Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran)   Robohnya Surau Kami merupakan kumpulan cerita pendek yang ditulis oleh...

Berita Sesudah
Memahami Fenomena dalam Kelompok

Memahami Fenomena dalam Kelompok

Discussion about this post

POPULER

  • Afrina Hanum

    Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buka Puasa Bersama Golkar Sumbar, Khairunnas Tekankan Soliditas Kader

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bale by BTN, Transaksi Mudah Memanjakan Nasabah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata Ganti Orang Ketiga “Beliau”, “Dia”, dan “Ia” dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kopula Adalah, Merupakan dan Partikel Ialah, Yakni, Yaitu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024