Minggu, 26/4/26 | 02:00 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Ucapan Selamat Lebaran

Minggu, 07/5/23 | 06:40 WIB

Oleh: Alex Darmawan
(Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas)

 

Ramadan telah berakhir setelah sebulan penuh umat Islam berpuasa pada tahun ini. Tibalah saatnya umat Islam merayakan hari kemenangan 1444 H. Perayaan ini dirasakan oleh semua orang Islam, baik anak- anak maupun orang dewasa di seluruh pelosok bumi mana pun. Suasana kental dengan kemenangan terasa bagi mereka yang melaksanakan ibadah puasa  sebulan penuh, sedangkan mereka yang tidak puasa ikut juga meramaikan hari kemenangan. Keberhasilan itu diungkapkan dalam suatu perayaan yang disebut Idulfitri. Secara umum, kita mengenalnya dengan dengan istilah Lebaran atau Idulfitri.

BACAJUGA

Dari ‘Rakyat’ ke ‘Masyarakat’: Pergeseran Kata dan Ideologi

Dari ‘Rakyat’ ke ‘Masyarakat’: Pergeseran Kata dan Ideologi

Minggu, 19/4/26 | 22:40 WIB
Batu dan Zaman

Memaknai Ulang Sukses dalam Film “Tunggu Aku Sukses Nanti”

Minggu, 19/4/26 | 22:16 WIB

Keberhasilan bulan Ramadan bagi umat Islam dapat berwujud keberhasilannya menunaikan ibadah puasa dan ibadah lainnya dengan baik. Selain itu, mereka juga mampu mewujudkan nilai-nilai Ramadan dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan nilai-nilai itu dapat dilihat dari hubungan silaturahim dengan orang lain  dengan cara saling mengunjungi, bersalaman, dan bermaaf-maafan. Menjelang Idulfitri, umat Islam pun biasanya menyampaikan ucapan selamat Lebaran. Ucapan itu disampaikan baik secara lisan maupun secara tertulis dalam bentuk kartu Lebaran.dan pesan di media sosial. Dengan permohonan maaf akan meleburkan dosa sesama manusia sehingga mereka akan kembali ke fitrahnya. Jadilah mereka manusia yang suci seperti bayi yang baru dilahirkan.

Seiring perkembangan zaman dan  teknologi sekarang ini, kartu Lebaran seakan kehilangan pamornya. Orang jarang menggunkan kartu Lebaran untuk mengucapkan selamat dan memohon maaf, hanya dibingkisan parcel saja yang masih terlihat. Media ucapan  kartu Lebaran telah tergantikan oleh SMS  (Short Massage Service) melalui media sosial, seperti whatsapp, facebook, instagram dan lain sebagainya karena media ini dipandang lebih efektif dan efesien. Dalam hitungan detik, orang mampu mengirim ucapan selamat Lebaran sebanyak mungkin ke seluruh penjuru daerah di Indonesia. Bahkan seluruh penjuru dunia sekalipun. Apalagi handphone kini bukanlah barang mewah. Hampir semua orang memilikinya, mulai dari anak-anak, remaja, dan orang dewasa sampai kepada kakek-nenek.

Dalam tulisan ini, bukan medianya yang penulis ingin bicarakan, tetapi bahasa yang digunakan dalam pengucapan selamat Lebaran. Orang yang merayakan lebaran banyak memanfaatkan aspek-aspek kebahasaan dalam mengirimkan pesan/ucapan Lebaran. Ucapan Lebaran dibuat sedemikian rupa agar tampak menarik dan indah untuk dilihat dan dibaca oleh penerima tanpa kehilangan substansi ucapan Lebarannya. Hal ini menjadi fenomena kebahasaan tersendiri karena penuh dengan kreativitas dalam penggunaan ragam bahasa dan  pemanfaatan aspek kebahasaan untuk mendapatkan daya atau efek tertentu. Seperti berikut ini: /Sadang rancak bungo kakambang//Jalo taserak ikan tibo//Kok nan ditunggu alah datang// Nan dinanti alah tibo/./Buruang sinurak tabang tinggi//Tabang malayok di ateh pamatang//Siriah galak pinang manari//Mandanga Idulfitri nan kadatang/. Selamat Idul Fitri 1444 H.  Mohon Maaf Lahir dan Batin (Murdianty sekeluarga). Pada contoh ucapan Lebaran  di atas, ragam bahasa yang digunakan adalah ragam informal. Berdasarkan kosakata yang digunakan, gaya bahasanya tidak resmi karena pemilihan diksinya nonbaku dengan aspek kebahasaan yang digunakannya berupa pantun.

Pada dasarnya, pemakaian bahasa tidak hanya ditentukan oleh faktor-faktor linguistik saja, tetapi juga adanya faktor-faktor nonlinguistik yaitu faktor sosial dan faktor situasional. Kedua faktor ini sangat mempengaruhi pemakaian bahasa seseorang. Ragam bahasa terjadi karena penuturnya yang heterogen serta interaksi sosial yang mereka lakukan sangat beragam. Chaer dan Agustina (1995:81) menyatakan pandangannya tentang ragam bahasa. Pertama, ragam bahasa itu dilihat sebagai akibat adanya keragaman sosial penutur bahasa itu dan keragaman fungsi bahasa. Kedua, ragam bahasa itu sudah ada untuk memenuhi fungsinya sebagai alat interaksi dalam kegiatan masyarakat yang beranekaragam.

Ragam bahasa sebaiknya digunakan dalam satu peristiwa tergantung pada situasinya, apakah santai, akrab, maupun formal. Berikut ini contoh ragam bahasa dalam ucapan selamat lebaran, /Selamat Idulfitri 1444 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin/ Bapak Anton dan Keluarga. Ucapan lebaran ini disampaikan oleh atasan kepada bawahannya sehingga bahasanya agak formal. Bentuk ucapan ini tidak hanya ditemukan pada status sosial yang tinggi ke yang rendah, tetapi juga kepada orang yang saling menyegani.

Ucapan Lebaran akan berbeda bahasanya apabila status sosial sama dan hubungannya akrab. Hal ini dapat dilihat pada contoh berikut /Kok datorong kato takecean//Talompek muluik mangatoan//Talonsong tangan tajambauan// Dadorong kaki talangkahan/ Talantung kanaik//Tasinggung katurun//Ampun jo maaf kami pintokan/. /Selamat Hari Raya Idulfitri 1444 H, Mohon maaf dan batin, Retno dan Keluarga. Contoh lainnya, /Terselip khilaf dalam canda//Tergores luka dalam tawa//terbelit pilu dalam tingkah//Tersinggung rasa dalam bicara// Mari kita sucikan hati di hari yang fitri ini. Selamat Idulfitri 1444 H, Mohon maaf lahir dan batin. Sahat Parlindungan dan Keluarga.

Pada kedua contoh ucapan Lebaran di atas, penutur menggunakan ragam bahasa ragam santai dan akrab. Kode bahasa yang digunakan bahasa Minangkabau dan bahasa Indonesia. Permainan bunyi bahasa turut digunakan untuk memunculkan keindahan tuturan yang disampaikan.

Jadi pada umumnya, bentuk ucapan Lebaran yang disampaikan itu, ada ragam resmi dan ragam santai. Strategi kesantunan menghiasi setiap tuturan. Gaya bahasa dan permainan bunyi menjadi kreativitas penutur dalam menyampaikan tujuannya  supaya bahasa mempunyai daya dan efek keindahan. Kode bahasa yang digunakan bahasa daerah bahasa Arab dan bahasa Indonesia bahkan ada juga bahasa Inggris. Ucapan selamat Lebaran juga bertujuan untuk menjaga hubungan sosial antara penutur dan mitra tuturnya. Selamat Idulfitri 1444 H. Mohon Maaf Lahir dan Batin. Wallahu a’lam bish shawabi.

Tags: #Alex Darmawan
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Puisi-puisi R.S. Mila dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

Berita Sesudah

Memahami Fenomena dalam Kelompok

Berita Terkait

Dari ‘Rakyat’ ke ‘Masyarakat’: Pergeseran Kata dan Ideologi

Dari ‘Rakyat’ ke ‘Masyarakat’: Pergeseran Kata dan Ideologi

Minggu, 19/4/26 | 22:40 WIB

Oleh: M. Subarkah dan Maharani Syifa Ramadhan (Mahasiswa Program Magister Linguistik Universitas Andalas dan Mahasiswi Program Magister Sastra Universitas Padjajaran)...

Batu dan Zaman

Memaknai Ulang Sukses dalam Film “Tunggu Aku Sukses Nanti”

Minggu, 19/4/26 | 22:16 WIB

Oleh: Andina Meutia Hawa (Dosen Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas)    Idulfitri merupakan frasa  bahasa Arab, terdiri...

Makna Konotasi dan Denotasi Kata Cabe-Cabean

Makna Konotasi dan Denotasi Kata Cabe-Cabean

Minggu, 12/4/26 | 16:27 WIB

Oleh: Alya Najwa Abdillah (Mahasiswa MKWK Bahasa Indonesia dan S1 Teknik Lingkungan Universitas Andalas)   Bahasa berkembang seiring dengan berjalannya...

Peran Sintaksis dalam Kehidupan Sehari-hari

Peran Sintaksis dalam Kehidupan Sehari-hari

Minggu, 12/4/26 | 15:54 WIB

Oleh: Gilang Nindra (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas)   Dalam Tarmini dan Sulistyawati (2019: 1-2), sintaksis...

Membongkar Rahasia Kalimat Menurut Para Ahli

Membongkar Rahasia Kalimat Menurut Para Ahli

Minggu, 12/4/26 | 15:41 WIB

Oleh: Febby Gusmelyyana (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas)   Bahasa adalah sistem komunikasi paling sempurna yang...

Batu dan Zaman

Lebih dari Ego: Membaca Bawang Merah Bawang Putih melalui Psikoanalisis

Minggu, 05/4/26 | 11:04 WIB

Oleh: Andina Meutia Hawa (Dosen Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Cerita Bawang Merah Bawang Putih dalam antologi berjudul...

Berita Sesudah
Memahami Fenomena dalam Kelompok

Memahami Fenomena dalam Kelompok

Discussion about this post

POPULER

  • Ketua Mabincab PMII Kota Padang, Wendriadi saat membrikan sambutan pada pembukaan Konfercab. Sabtu, (25/4) [foto : sci/yrp]

    PMII Diingatkan Tak Jadi Alat Politik, Mabincab Padang Soroti Pragmatisme Kekuasaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Annisa Hadiri Sosialisasi Pencabutan PBPH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPP PKB Kantongi Hasil UKK, 15 Ketua DPC di Sumbar Segera Ditetapkan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Generasi Emas Sawit, 114 Pemuda Dharmasraya Ikuti Sosialisasi Beasiswa SDM Perkebunan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Jenis-jenis Pola Pikir Manusia, Begini Penjelasan Para Ahli Psikologi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berbagai Istilah Urutan Waktu dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026