Kamis, 12/3/26 | 07:42 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Belajar Membuat Kompos dari Sampah Rumah Tangga

Minggu, 12/2/23 | 07:49 WIB

Oleh: Dr. Silvia Permata Sari, SP., M.P.
(Dosen Fakultas Pertanian Universitas Andalas)

 

Setiap kegiatan pasti menghasilkan barang sisa yang biasa kita sebut dengan istilah sampah atau limbah. Apalagi kegiatan rumah tangga akan menghasilkan sampah yang lebih banyak, baik sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik yang berasal dari rumah tangga umumnya berasal dari kegiatan dapur, antara lain sisa makanan, sisa nasi, sisa potongan sayur, daun, umbi, dan kulit buah. Selain itu, juga bisa dari sampah tanaman pekarangan dan kebun seperti rumput, daun, ranting, dan sisa-sisa tanaman lainnya. Sedangkan sampah anorganik dari rumah tangga seperti plastik, kaca, mika, kawat, kertas, dan
styrofoam.

BACAJUGA

Ketika Cinta Kalah oleh Adat dan Zaman dalam Novel Siti Nurbaya

Ketika Cinta Kalah oleh Adat dan Zaman dalam Novel Siti Nurbaya

Minggu, 08/3/26 | 22:51 WIB
Pandangan Khalil Gibran tentang Musik sebagai Bahasa Rohani

Analogi dan Lokalitas Lagu “Rindu Tebal” Karya Iwan Fals

Minggu, 08/3/26 | 18:27 WIB

Kompos adalah bahan-bahan organik yang sudah mengalami proses pelapukan karena terjadi interaksi antara mikroorganisme atau bakteri pengurai dengan bahan organik tersebut. Pada dasarnya proses pelapukan ini merupakan proses alamiah yang biasa terjadi di alam. Kompos memiliki bentuk seperti tanah dan tidak berbau. Kompos sangat bermanfaat terutama bagi tumbuhan dan tanaman. Itu karena kompos dapat digunakan sebagai pupuk (unsur hara) bagi tanaman sehingga dapat meningkatkan produktivitas tanaman. Selain sebagai pupuk, kompos juga dapat memperbaiki struktur tanah sehingga tanah menjadi lebih gembur.

Cara pembuatan kompos dari sampah rumah tangga dapat dilakukan dengan mudah, murah, serta tidak memerlukan banyak peralatan dan tempat yang luas.
Oleh karena itu, sekarang kita akan ulas bagaimana cara membuat kompos dari sampah organik rumah tangga. Adapun langkah membuah kompos dari sampah organik rumah tangga yaitu sebagai berikut :
1. Pisahkan wadah untuk sampah organik dengan sampah anorganik di rumah  tangga.
2. Kumpulkan sampah organik dari rumah tangga.
3. Sediakan alat dan bahan untuk membuat pupuk kompos. Alat yang digunakan yaitu wadah berukuran besar dengan penutup (ember atau tong),
dan sarung tangan. Bahan membuat pupuk kompos yaitu sampah organik dari rumah tangga, tanah, air, arang sekam, kapur, dan EM4 (bakteri
pengurai).
4. Pastikan wadah pembuat kompos (tong atau ember) tersebut tidak terkontaminasi oleh air hujan dan tidak terkena paparan sinar matahari
langsung.
5. Masukkan tanah secukupnya ke dalam wadah yang telah yang telah diisi dengan sampah organik.
6. Siram permukaan tanah tersebut dengan air secukupnya.
7. Masukkan sampah organik yang telah dicampur arang sekam (optional) dan kapur pertanian ke dalam wadah yang telah disediakan (tong atau ember).
8. Siram dengan air yang telah dicampur dengan EM4.
9. Masukkan lagi tanah ke dalam wadah (yang fungsi tanah tersebut sebagai penutup sampah).
10. Tutup wadah dengan rapat dan biarkan sekitar 3-4 minggu. Setelah itu kompos dari sampah rumah tangga pun siap diaplikasikan ke tanaman Anda.

Begitu uraian singkat mengenai pembuatan kompos dari sampah rumah tangga. Mudah bukan. Selamat mencoba sahabat pembaca semua. Salam organik.

Tags: #Silvia Permata Sari
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Pecinta dan Pencinta

Berita Sesudah

Puisi-puisi Afifah Syafila Alwafi dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

Berita Terkait

Ketika Cinta Kalah oleh Adat dan Zaman dalam Novel Siti Nurbaya

Ketika Cinta Kalah oleh Adat dan Zaman dalam Novel Siti Nurbaya

Minggu, 08/3/26 | 22:51 WIB

Oleh: Amanda Restia (Mahasiswa Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas)   Nama Siti Nurbaya sering kali langsung dilibatkan dengan...

Pandangan Khalil Gibran tentang Musik sebagai Bahasa Rohani

Analogi dan Lokalitas Lagu “Rindu Tebal” Karya Iwan Fals

Minggu, 08/3/26 | 18:27 WIB

Oleh: Faathir Tora Ugraha (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Iwan Fals merupakan musisi legendaris Indonesia yang menjadi...

Puisi-puisi M. Subarkah

Pesan Tauhid dan Penyerahan Diri dalamPuisi “Sembahyang Rumputan”

Minggu, 01/3/26 | 15:51 WIB

Oleh: M. Subarkah (Mahasiswa Prodi S2 Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas)   Puisi “Sembahyang Rumputan” karya Ahmadun Yosi Herfanda...

Ketika Iman Menjadi Modal Sosial dan Ekonomi

Mencabut Tunggul: Transformasi Butuh Kekuatan Ekonomi

Minggu, 01/3/26 | 14:44 WIB

Oleh: Dr. Syamsul Bahri, M.M. (Dosen Universitas Ekasakti & Doktor Ilmu Ekonomi)   Masalah yang mengakar tak cukup ditebas dengan...

Abreviasi pada Perjanjian Kinerja Damkar Kabupaten Bengkalis

Abreviasi pada Perjanjian Kinerja Damkar Kabupaten Bengkalis

Minggu, 22/2/26 | 20:10 WIB

Oleh: Muhammad Zakwan Rizaldi (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas dan Anggota UKMF Labor Penulisan Kreatif) “Bahasa membentuk cara...

Batu dan Zaman

Memaknai Ulang Arti Kata Pensiun

Minggu, 22/2/26 | 19:58 WIB

Oleh: Andina Meutia Hawa (Dosen Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas)   Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pensiun...

Berita Sesudah
Puisi-puisi Afifah Syafila Alwafi dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

Puisi-puisi Afifah Syafila Alwafi dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

Discussion about this post

POPULER

  • Wali Kota Padang Fadly Amran berbuka puasa bersama, petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang, Tim Reaksi Cepat (TRC) Dinas PUPR, dan Petugas Lembaga Pengelola Sampah (LPS) se-Kota Padang, di Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center, Selasa (10/3/2026).(Foto:Ist)

    Wali Kota Padang Bakal Menggelar Lomba Kebersihan Tingkat RT se Kota Padang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nama Nagari di Sumatera Barat: Dari Sejarah menjadi Sistem Pertahanan Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Analogi dan Lokalitas Lagu “Rindu Tebal” Karya Iwan Fals

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PKDP Sumbar Perkuat Silaturahmi Perantau Pariaman Lewat Buka Puasa Bersama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harimau vs Singa, Siapa yang Lebih Kuat? Ini Fakta Sains dan Kasus Nyatanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wali Kota Padang Apresiasi Huntap Mandiri Kampung Tangguh Kadin di Batu Busuk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026