Sabtu, 27/6/26 | 12:00 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Melirik Geliat Aktivitas Pasar Gauang

Minggu, 11/4/21 | 07:28 WIB

Oleh: Yesi Sumarni
(Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Dharma Andalas)

Menjelang Ramadan, kita melirik geliat salah satu pasar tradisional di Kota Padang, yaitu Pasar Gauang. Pasar ini dikenal dengan pasar ikan yang besar di Sumatera Barat. Pasar ini terletak tepatnya di Jln. Makasar No.8, Teluk Bayur, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Sumatera Barat. Sebelum dilanjutkan, mari mengenal apa itu pasar tradisional. Pasar tradisional merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli serta ditandai dengan adanya transaksi penjual dan pembeli secara langsung dan biasanya ada proses tawar-menawar di sana. Pasar tradisional biasanya terdiri dari kios-kios atau gerai, los dan dasaran terbuka yang dibuka oleh penjual maupun suatu pengelola pasar. Pasar tradisional kebanyakan menjual kebutuhan sehari-hari seperti bahan-bahan makanan berupa ikan, buah, sayur-sayuran, telur, daging, pakaian serta barang elektronik dan lain-lain (www.wikipedia.com).

Pasar tradisional menjual berbagai kebutuhan pokok, terutama ikan. Ikan merupakan salah satu lauk yang sangat disukai oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang desa, bahkan lansia juga banyak menyukai ikan. Selain enak, ikan juga mengandung 18 % protein terdiri dari asam-asam amino esensial yang tidak rusak pada waktu pemasakan. Kandungan lemaknya 1-20 % lemak yang mudah dicerna serta langsung dapat digunakan oleh jaringan tubuh. Kandungan lemaknya sebagian besar adalah asam lemak tak jenuh yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan dapat menurunkan kolesterol darah. Vitamin yang ada dalam ikan juga bermacam-macam, yaitu vitamin A, D, Thiamin, Riboflavin,dan Niacin. Ikan juga mengandung mineral yang kurang lebih sama banyaknya dengan mineral yang ada dalam susu seperti kalsium dan fosfor yang lebih tinggi dibandingkan dengan susu. Ada dua kelompok vitamin dalam ikan, yaitu larut dalam air dan larut minyak. Hal itulah yang menyebabkan ikan banyak disukai dan dijual di pasar-pasar baik itu pasar modern maupun pasar tradisional. Pasar tradisional Gauang ini salah satu yang terkenal dengan pasar ikannya. Jenis ikan yang diperjualbelikan di pasar tradisional ini, yaitu ikan laut. Pedagang yang menjual ikan di sini merupakan pedagang kecil dan menengah.

BACAJUGA

Paylater, Kemudahan di Ujung Jari atau Jebakan Keuangan di Masa Depan

Paylater, Kemudahan di Ujung Jari atau Jebakan Keuangan di Masa Depan

Minggu, 21/6/26 | 14:59 WIB
Makna Dibalik Puisi “Harapan” Karya Sapardi Tinjauan Semiotika

Gaya Bahasa dalam Cerpen “Beki Bebek” Karya Vanda Parengkuan

Minggu, 21/6/26 | 14:42 WIB
Foto:Yesi

Selain kegiatan jual beli, di pasar ikan Gauang juga ada pelelangan ikan. Pasar Gauang terlihat tidak terlalu besar, tetapi pelelangan ikan di sini termasuk cukup besar karena dalam sehari bisa mencapai 20 hingga 30 ton jika keadaan cuaca bagus. Namun, jika cuaca tidak bagus, biasanya, kegiatan melaut dihentikan,  seperti ada badai, terang bulan, dan gangguan cuaca lainnya.

Ikan yang diperjualbelikan dan dilelang di Pasar Gauang mulai dari ikan teri, tuna, kerapu, tongkol, dan jenis ikan laut lainnya kecuali ikan air tawar yang tidak dilelang di Pasar Gauang ini. Ikan-ikan yang  dilelang maupun diperjualbelikan di Pasar Gauang berasal dari segala penjuru pantai di Sumatera Barat, seperti Pesisir, Air Bangis, dan lain-lain. Setiap jenis ikan mempunyai agen masing-masing. Ikan-ikan di pasar tradisional ini tidak hanya dilelang di dalam provinsi,  tetapi juga dibawa keluar, seperti Pekan Baru, Jambi, dan daerah lain di Sumatera Barat.

Ikan-ikan di Pasar Gauang dilelang dengan sistem kilo, ton, ataupun keranjang. Hal itu tergantung sistem dari agen yang mengelola pelelangan dan kepada siapa atau siapa yang akan membeli, apakah ikan disalurkan keluar atau hanya pembeli biasa seperti untuk kebutuhan rumah tangga. Ikan tongkol dilelang 500 hingga 650 ribu perkeranjang dan perkilo dilelang mulai seharga 15 hingga 20 ribu. Tuna lokal dijual 28 hingga 32 ribu per kilo dan 40 hingga 50 ribu per kilo untuk ikan kerapuh. Semua harga sesuai dengan jenis ikannya dan hasil penangkapan ikan tersebut. Jika jenis ikan sedang langka, kebutuhan meningkat, harga ikan akan tinggi dan begitu sebaliknya. Hasil pelelangan di Pasar Gauang dalam sehari bisa mencapai puluhan juta jika cuaca bagus dan tidak sedang terang bulan. Satu kapal bisa menghasilkan 70 juta rupiah, apalagi sampai 2 hingga 4 kapal sehari dengan lama waktu melaut 17 hingga 20 hari dalam sebulan.

Di tengah proses transaksi jual beli maupun pelelangan di Pasar Gauang, pasti banyak sedikit berpengaruh terhadap lingkungan sekitar, apalagi pasar ini berada tepat dekat Pelabuhan Teluk Bayur. Hal itu terbukti dengan adanya tumpukan sampah di beberapa tempat. Penumpukan sampah ini bisa mengakibatkan pencemaran lingkungan dan merusak ekosistem laut. Demikian geliat aktivitas penjualan ikan di Pasar Gauang.

Tags: #Yesi Sumarni
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Jelajah Kata: Ramadhan atau Ramadan?

Berita Sesudah

Puisi-puisi Amalia Aris Saraswati

Berita Terkait

Paylater, Kemudahan di Ujung Jari atau Jebakan Keuangan di Masa Depan

Paylater, Kemudahan di Ujung Jari atau Jebakan Keuangan di Masa Depan

Minggu, 21/6/26 | 14:59 WIB

Oleh: Puty Mahira Zahrani (Mahasiswa MKWK Bahasa Indonesia dan Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Andalas)   Hidup di abad ke-21 rasanya...

Makna Dibalik Puisi “Harapan” Karya Sapardi Tinjauan Semiotika

Gaya Bahasa dalam Cerpen “Beki Bebek” Karya Vanda Parengkuan

Minggu, 21/6/26 | 14:42 WIB

Oleh: Muhammad Zakwan Rizaldi (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia dan Anggota UKMF Labor Penulisan Kreatif FIB Universitas Andalas)           "Kata yang...

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Peduli di Layar, Abai di Jalan: Ironi Aktivisme Lingkungan di Era Digital

Minggu, 21/6/26 | 14:31 WIB

Oleh: Noor Alifah (Mahasiswa Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Di era digital, menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan tidak pernah semudah...

Gus Hery dan Transisi NU di Abad Kedua

Gus Hery dan Transisi NU di Abad Kedua

Minggu, 14/6/26 | 22:37 WIB

Oleh: Satria Efendi Tuanku Kuniang (Ulama dan Tokoh Nahdlatul Ulama Sumatera Barat)   Nahdlatul Ulama (NU) sedang berada di sebuah...

Nilai-Nilai Religius pada Karya Andreas Gryphius

Membaca Sapardi dan Seni Berdamai dengan Kefanaan

Minggu, 14/6/26 | 22:24 WIB

Oleh: Hilda Septriani (Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran)   Pada masa ini, ada puisi yang justru berbahaya karena tampak...

Ketika Rupa Menjadi Stigma Sosial: Labeling dalam Novel “Dawuk”

Ketika Rupa Menjadi Stigma Sosial: Labeling dalam Novel “Dawuk”

Minggu, 14/6/26 | 22:16 WIB

Oleh: Nayla Aprilia (Mahasiswi Prodi Sastra Indonesia, Universitas Andalas, Padang)   Di tengah masyarakat, penampilan fisik sering kali menjadi dasar...

Berita Sesudah
Puisi-puisi Amalia Aris Saraswati

Puisi-puisi Amalia Aris Saraswati

Discussion about this post

POPULER

  • DPRD Kota Padang prihatin, terhadap semrawutnya Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kota Padang, khususnya berpusat pada kendala sistem aplikasi yang error.

    Ketua DPRD Kota Padang Muharlion Menilai Kurangnya Persiapan Disdik Dalam Pelaksanaan Sistem SPMB Tahun 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jelang Pemungutan Suara, Firdaus Minta Warga Jaga Kondusivitas dan Tolak Politik Uang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peduli di Layar, Abai di Jalan: Ironi Aktivisme Lingkungan di Era Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Oleh sebab itu, Oleh karena itu, atau Maka dari Itu?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kesalahan Bahasa yang Diproduksi AI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Jenis-jenis Pola Pikir Manusia, Begini Penjelasan Para Ahli Psikologi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026