Selasa, 13/10/26 | 05:39 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Nasib Mapel Sejarah dalam Kurikulum Merdeka

Minggu, 15/1/23 | 09:12 WIB

Oleh: Vidya Putri Kartini
(Mahasiswa S-2 Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta)

 

Kemendikbudristek meluncurkan kurikulum baru dalam rangka masa khusus pandemi Covid-19, yaitu Kurikulum Prototipe atau Kurikulum Merdeka. Latar belakang diberlakukannya kurikulum ini adalah keadaan Covid-19 yang mengharuskan pembelajaran dilakukan dengan sistem daring memanfaatkan Google Meet, Zoom ataupun Google Classroom. Dampak adanya kondisi ini adalah rendahnya daya tangkap siswa bila dibandingkan dengan tatap muka. Kondisi ini menyebabkan adanya loss learning secara signifikan.

BACAJUGA

Regulasi Saja Tidak Cukup: Menangkal Gangguan Informasi di Ruang Digital

Regulasi Saja Tidak Cukup: Menangkal Gangguan Informasi di Ruang Digital

Senin, 12/10/26 | 14:55 WIB
Puisi-puisi M. Subarkah

Bahasa, Miskomunikasi, dan Konflik Rumah Ibadah

Senin, 12/10/26 | 06:40 WIB

Pemerintah melalui keputusan Mendikbudristek No. 56 Tahun 2022 tentang Pedoman Penerapan Kurikulum dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran memberikan tiga pilihan bagi satuan pendidikan. yaitu Kurikulum 2013 dengan KI dan KD secara penuh, Kurikulum 2013 dengan KI dan KD yang telah disederhanakan dan Kurikulum Merdeka. Tiga kurikulum inilah yang akan dilaksanakan selama tahun 2022 hingga 2023 setelahnya akan dievaluasi menentukan kurikulum nasional.

Karakteristik Kurikulum Merdeka menekankan pada materi esensial dan fleksibilitas dalam menyusun rencana pembelajaran. Pada Kurikulum Merdeka, peminatan dilakukan di kelas XI. Selanjutnya, tidak ada lagi istilah jurusan melainkan mata pelajaran dari IPA, IPS, dan Bahasa. Siswa diberi kemerdekaan dalam memilih mapel yang diambil. Sebagai contoh Siswa A ketika kelas XI dan XII memilih mapel Biologi, Kimia, dan Ekonomi. Hal tersebut dapat terjadi.

Kebebasan dalam memilih mata pelajaran akan berimbas pada hilangnya jam mengajar apabila peminat pelajaran sedikit. Salah satu yang terdampak dari adanya Kurikulum Merdeka adalah mata pelajaran (mapel) sejarah. Sebelumnya pada Kurikulum 2013, sejarah terbagi atas dua mata pelajaran, yaitu Sejarah Indonesia sebagai mata pelajaran wajib dan Sejarah Peminatan sebagai mapel peminatan IPS.

Pada Kurikulum Merdeka, pelajaran Sejarah Indonesia dan Sejarah Peminatan dialihkan menjadi mata pelajaran “Sejarah” dan masuk dalam mapel umum. Secara kalkulasi, pada Kurikulum 2013, jam pelajaran Sejarah Indonesia adalah 2 JP dalam satu minggu, sedangkan Sejarah Peminatan adalah 3 JP pada kelas X, dan 4 JP pada kelas XI dan XII, sedangkan pada Kurikulum Merdeka jam Sejarah hanya 2 JP dalam satu minggu.

Kondisi ini akan sangat berimbas pada jam mengajar guru Sejarah. Problem akan semakin rumit apabila ada beberapa guru Sejarah harus kehilangan jam apabila berebut antara GTT dan PNS. Pasalnya syarat 24 jam berlaku, baik untuk GTT maupun PNS sebagai syarat gaji untuk GTT maupun tunjangan profesi bagi PNS.

Pemerintah memberikan solusi dari permasalahan ini, yakni dengan tambahan mengajar seperti sebagai koordinator projek penguatan profil Pelajar Pancasila. Setiap kebijakan pasti ada plus dan minus. Meskipun demikian, kita harus mendukung Kurikulum Merdeka walaupun dengan segala realita yang dihadapi.

Tags: #Vidya Putri Kartini
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Duka Cita atau Dukacita?

Berita Sesudah

Puisi-puisi Najwa Ramadhana dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

Berita Terkait

Regulasi Saja Tidak Cukup: Menangkal Gangguan Informasi di Ruang Digital

Regulasi Saja Tidak Cukup: Menangkal Gangguan Informasi di Ruang Digital

Senin, 12/10/26 | 14:55 WIB

Ilustrasi: Hukum dan regulasi hanyalah pagar luar, namun kesadaran dan etika digital masyarakat adalah benteng utama yang sesungguhnya dalam menangkal...

Puisi-puisi M. Subarkah

Bahasa, Miskomunikasi, dan Konflik Rumah Ibadah

Senin, 12/10/26 | 06:40 WIB

Oleh: M. Subarkah (Mahasiswa S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Bahasa memiliki peran penting dalam membentuk pemahaman, hubungan sosial, dan sikap...

Penentu Arah Perubahan Zaman

Penentu Arah Perubahan Zaman

Minggu, 11/10/26 | 20:39 WIB

Oleh: Arza Kailla Chaerani (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas) Dunia terus berubah, begitu pula cara manusia memahami identitas,...

Bias Pengetahuan Bahasa AI tentang Perempuan dan Krisis Iklim

Bias Pengetahuan Bahasa AI tentang Perempuan dan Krisis Iklim

Minggu, 11/10/26 | 20:02 WIB

Oleh: Arina Isti’anah (Dosen Sastra Inggris, Universitas Sanata Dharma)   Dalam ranah sosio-kognitif, bahasa merupakan piranti yang menjembatani memori dan...

Membaca Novel Siti Nurbaya dalam Pandangan Sejarah

Membaca Novel Siti Nurbaya dalam Pandangan Sejarah

Minggu, 04/10/26 | 22:27 WIB

Oleh: Irfan Pandesta Putra, S.Hum (Sejarawan & Alumni S1 Ilmu Sejarah FIB Universitas Andalas)   Novel Siti Nurbaya: Kasih Tak...

Representasi Perempuan dalam Film “Agensi Rumah Tangga”: Kajian Feminisme Hélène Cixous

Representasi Perempuan dalam Film “Agensi Rumah Tangga”: Kajian Feminisme Hélène Cixous

Minggu, 04/10/26 | 12:42 WIB

Oleh: Tri Sutrisman (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Apa yang terjadi ketika perempuan kehilangan pekerjaan, tetapi tetap...

Berita Sesudah
Puisi-puisi Najwa Ramadhana dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

Puisi-puisi Najwa Ramadhana dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

Discussion about this post

POPULER

  • Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerpen “Hutan Larangan” Karya Uda Agus dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026