Sabtu, 14/3/26 | 16:17 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI KLINIK BAHASA

Penulisan Gelar dalam Bahasa Indonesia

Minggu, 28/2/21 | 10:38 WIB
Oleh: Elly Delfia (Dosen Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas)

Gelar merupakan bagian penting setelah nama yang menjadi identitas pengenal diri seseorang. Gelar dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) diartikan sebagai sebutan kehormatan, kebangsawanan, atau kesarjanaan yang biasanya ditambahkan pada nama orang. Gelar juga dapat disebut sebagai sebutan kehormatan yang disematkan di depan atau di belakang nama lahir seseorang. Gelar dalam bahasa Indonesia ditulis dengan tata cara penulisan tersendiri. Tata cara penulisan gelar yang benar diatur dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI)  yang diresmikan pada tahun 2015.

Berdasarkan pengertian gelar menurut KBBI di atas, gelar terbagi atas tiga. Pertama, gelar kehormatan, contohnya Doktor Honoris Causa merupakan gelar kehormatan yang diberikan oleh suatu  perguruan tinggi kepada seseorang yang dianggap telah berjasa dan atau berkarya luar biasa bagi ilmu pengetahuan dan umat manusia (jdih.setkab.go.id). Tata cara penulisan Doktor Honoris Causa dalam bahasa Indonesia adalah dengan menyingkat gelar Doktor menjadi Dr. dan Honoris Causa menjadi H.C. Orang yang mendapat gelar Doktor Honoris Causa dituliskan Dr. H.C. di depan namanya. Mantan Presiden Republik Indonesia ke-6, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pernah mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Andalas di bidang pertanian berkelanjutan pada tahun 2006. Di depan nama beliau, disematkan Dr. H.C.  sehingga namanya ditulis menjadi Dr. H.C. Susilo Bambang Yudhoyono. Gelar kehormatan Doktor Honoris Causa juga pernah diberikan kepada tokoh-tokoh lain dengan pencapaian luar biasa dalam hidupnya, seperti Dr. H.C. Muhammad Hatta, Wakil Presiden pertama Republik Indonesia yang juga pernah mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa di bidang hukum dari Universitas Gadjah Mada dan Universitas Indonesia.

Kedua, gelar kesarjanaan atau yang lebih populer dengan sebutan gelar akademik. Gelar ini didapatkan melalui proses pendidikan atau perkuliahan di perguruan tinggi. Gelar ini diberikan sesuai dengan bidang ilmu yang ditekuni. Tata cara penulisan gelar kesarjanaan atau akademik, yaitu 1) huruf pertama pada gelar ditulis dengan singkatan huruf kapital (huruf besar) dan diberi tanda titik sebagai penanda singkatan, huruf kedua juga dengan huruf kapital, 2) jika ada dua gelar berbeda di belakang nama, gelar pertama dan kedua dipisahkan oleh tanda koma (gelar pertama adalah gelar sarjana dan gelar kedua adalah  gelar magister), dan 3) jika seseorang sudah meraih gelar doktor dan profesor, gelar doktor dan profesornya ditulis di bagian depan nama. Penulisan gelar akademik dapat dilihat pada contoh-contoh di bawah ini.
1. Dr. Muhammad Arifin, M.A.
(Dibaca:Profesor Doktor Muhammad Arifin, Master of Art).
2. Dr. dr. Ririn Dwi Putri, Sp.OG.
(Dibaca:Doktor dokter Ririn Dwi Putri, Spesial Obstetri Ginekologi atau kebidanan  dan        kandungan)
3. Bu Gunawan, M.T.
(Dibaca: Insinyur Budi Gunawan, Magister Teknik)
4. Ali Imran S.H., M.H.
(Dibaca: Ali Imran, Sarjana Hukum, Magister Hukum)
5. Aulia Agus, S.Hum., M.Hum.
(Dibaca: Aulia Agus, Sarjana Humaniora, Magister Humaniora)
6. Dewi Kumala, S.Farm., M.Farm., Apt.
(Dibaca: Dewi Kumala, Sarjana Farmasi, Magister Farmasi, Apoteker)
7. Dini Amelia, A.Md.
(Dibaca: Dini Amelia, Ahli Madya)
8. Sri Lasmini,S.Sos., Ph.D.
(Dibaca : Sri Lasmini, Sarjana Sosial, Doctor of Philosophy)

Gelar Master of Art (M.A) dan Doctor of Philosophy (Ph.D.) merupakan gelar yang didapatkan dari kuliah di luar negeri dan gelar itu menggunakan bahasa Inggris.

BACAJUGA

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Nama Nagari di Sumatera Barat: Dari Sejarah menjadi Sistem Pertahanan Daerah

Minggu, 08/3/26 | 23:23 WIB
Memahami Kembali Imbuhan memper-

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Minggu, 01/3/26 | 14:29 WIB

Ketiga, gelar kebangsawanan. Gelar ini diperoleh berdasarkan garis keturunan atau keluarga atau kerabat raja. Contohnya gelar bangsawan yang ada pada keturunan keluarga raja-raja di Pulau Jawa, misalnya Gusti Kanjeng Ratu, Raden Mas, Raden Ajeng dan Raden Ayu. Penulisan gelar tersebut bisa disingkat menjadi G.K.R, R.M., dan R.A. Selain ketiga gelar yang disebutkan dalam KBBI di atas, ada juga gelar agama. Gelar agama diberikan kepada seseorang yang memahami dan menguasai agama dengan pemahaman yang lebih baik daripada orang-orang biasa disebut Kyai Haji (K.H.) dan juga ada gelar yang diberikan kepada orang yang sudah menunai rukun kelima dalam agama Islam, contohnya Haji (H.) dan Hajjah (Hj.).

Sebuah gelar adalah kebanggaan dan pencapaian tertinggi dalam kehidupan seseorang. Cara terbaik untuk menghormati kebanggaan dan pencapaian itu adalah menuliskan gelar dengan benar tanpa keliru. Demikian penjelasan mengenai penulisan gelar dalam bahasa Indonesia. Semoga mencerahkan.

Tags: #Elly Delfia
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Dilema Bahasa Inggris bagi Masyarakat Indonesia

Berita Sesudah

Seluk-Beluk Kata Baku

Berita Terkait

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Nama Nagari di Sumatera Barat: Dari Sejarah menjadi Sistem Pertahanan Daerah

Minggu, 08/3/26 | 23:23 WIB

Oleh: Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan Prodi S2 & S3 Linguistik Universitas Andalas) Orang Minangkabau...

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Minggu, 01/3/26 | 14:29 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan) Di laman Klinik...

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Gerakan Sosial Baru pada Perang Kata-kata antara SEAblings dan Knetz

Minggu, 22/2/26 | 22:46 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Beberapa minggu terakhir dunia digital dihebohkan oleh...

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

KBBI dan Kuasa Badan Bahasa

Minggu, 15/2/26 | 16:59 WIB

Oleh: Ria Febrina (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik Universitas Andalas) Setelah kapitil, masyarakat Indonesia kembali dihebohkan dengan definisi...

Aspek Fonologis dan Keformalan Bahasa

Bon atau Bien? Dua Kata yang Sering Tertukar, tetapi Tidak Pernah Sama

Minggu, 01/2/26 | 14:54 WIB

Oleh: Nani Kusrini (Dosen Pendidikan Bahasa Prancis Universitas Lampung)   Bon dan bien adalah dua kosakata dalam bahasa Prancis yang...

Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

Berbagai Istilah Tempat Perbelanjaan dalam Bahasa Indonesia

Minggu, 25/1/26 | 17:00 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan) Berbelanja merupakan...

Berita Sesudah

Seluk-Beluk Kata Baku

Discussion about this post

POPULER

  • Wali Kota Padang Fadly Amran berbuka puasa bersama, petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang, Tim Reaksi Cepat (TRC) Dinas PUPR, dan Petugas Lembaga Pengelola Sampah (LPS) se-Kota Padang, di Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center, Selasa (10/3/2026).(Foto:Ist)

    Wali Kota Padang Bakal Menggelar Lomba Kebersihan Tingkat RT se Kota Padang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nama Nagari di Sumatera Barat: Dari Sejarah menjadi Sistem Pertahanan Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemko Padang Bakal Buka Jalur Dua Arah di Depan Plaza Andalas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebanyak 314 KK Korban Terdampak Bencana Hidrometeorologi Terima Bantuan dari PMI Kota Padang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aspirasi Warga Bayang Berbuah Listrik Gratis, 67 Rumah Teraliri BPBL

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berbagai Istilah Urutan Waktu dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata Ganti Orang Ketiga “Beliau”, “Dia”, dan “Ia” dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026