Kamis, 27/8/26 | 02:19 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI KLINIK BAHASA

Mengenal Subjek dan Predikat Lebih Dekat

Minggu, 29/11/20 | 15:10 WIB

 

Elly Delfia, Dosen Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas

Sebuah buku “Mengarang itu Gampang” dari Arswendo Atmowiloto mengatakan bahwa menulis itu gampang, mudah, atau tidak sulit. Namun, menulis itu bisa gampang jika kita memahami cara menggunakan kalimat dengan baik. Menulis juga bisa sulit jika kita tidak memahami cara menggunakan kalimat dengan baik. Semua orang yang pernah belajar menulis mengetahui fakta ini.

Kalimat yang baik adalah kalimat yang mempunyai struktur lengkap dengan strukutur minimal subjek (S) dan predikat (P). Lalu, apa itu subjek dan predikat? Subjek atau pokok kalimat merupakan unsur utama kalimat dan subjek menentukan kejelasan makna kalimat (Widjono, 2012:188), sedangkan predikat bermakna perbuatan yang sedang dilakukan atau hal yang menerangkan tindakan subjek. Predikat merupakan unsur yang selalu ada dan merupakan pusat klausa karena memiliki hubungan dengan unsur-unsur lainnya, seperti S, O, Pel, dan Ket. (Ramlan, 2005:95).

Menurut Widjono (2012:188), subjek mempunyai delapan ciri-ciri, yaitu 1) jawaban atas pertanyaan apa atau siapa, 2) didahului kata bahwa, 3) berupa kata atau frasa benda, 4) disertai kata ini atau itu, 5) disertai pewatas yang, 6) jika dalam bentuk kata sifat, didahului kata sandang si atau sang, 7) tidak didahului oleh preposisi (di,dalam, pada, kepada, bagi, untuk, dari), 8) tidak dapat diingkari dengan kata tidak. Selanjutnya, predikat mempunyai tujuh ciri-ciri, yaitu 1) jawaban atas pertanyaan mengapa, bagaimana terhadap subjek, 2) dapat diingkari dengan tidak atau bukan, 3) dapat didahului keterangan aspek (akan, sedang, sudah, selalu, hampir), 4) dapat didahului keterangan modalitas (sebaiknya, seharusnya, seyogyanya, selayaknya, dan lain-lain), 5) tidak didahului oleh kata yang, 6) didahului kata adalah, ialah, yaitu, dan yakni, 7) dapat berupa kata benda, kata sifat, kata kerja, dan bilangan (Widjono, 2012:189).

BACAJUGA

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Psikologi Bahasa: Kompetisi dan Kolaborasi

Minggu, 16/8/26 | 22:38 WIB
Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Tele- dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan

Senin, 03/8/26 | 07:33 WIB

Saat menulis, banyak orang tidak menyadari kekeliruan. Terkadang, kalimat yang ditulis tidak mempunyai struktur yang lengkap. Rangkaian kata-kata yang panjang dalam tulisan belum tentu dapat disebut kalimat. Bahkan, rangkaian kata yang diawali huruf kapital dan diakhiri tanda titik pun belum tentu dapat disebut kalimat jika belum memiliki subjek dan predikat, seperti contoh berikut:

Ketiga contoh di atas terlihat seperti kalimat jika dilihat sepintas lalu. Ketiganya sudah diawali dengan huruf kapital dan sudah diakhiri tanda baca (titik). Akan tetapi, ketiganya belum bisa disebut kalimat karena belum mempunyai subjek dan predikat. Apa penyebabnya? Penyebabnya adalah penggunaan kata “yang” pada contoh 1 dan 2 serta penggunaan kata “dalam” pada contoh 3. Penggunaan kata “yang” pada contoh 1 dan 2 melanggar ciri-ciri predikat nomor 5 di atas, yaitu kalimat tidak didahului kata yang. Kehadiran kata “yang” pada kalimat 1 dan 2 menyebabkan kalimat menjadi tidak utuh. Polanya hanya subjek (S) saja. “Ayah” adalah subjek (S) dan “yang menyayangi anaknya” adalah keterangan yang menerangkan subjek. Hal sama juga berlaku untuk contoh 2, yaitu “Covid-19 yang telah menyebabkan kematian ribuan orang”. “Covid-19” merupakan subjek dan “yang telah menyebabkan kematian ribuan orang” merupakan keterangan yang menerangkan subjek. Contoh 3 juga tidak memiliki struktur yang lengkap atau hanya memiliki struktur subjek (S) dan keterangan (K). “KPK” adalah subjek (S) dan “dalam menangani korupsi yang menyebabkan kerugian negara milyaran” adalah keterangan (K).

Jadi, kekeliruan contoh 1, 2, dan 3 di atas sama-sama tidak memiliki predikat (P) sebagai salah satu unsur yang wajib hadir dalam kalimat. Lalu, bagaimana memperbaiki ketiga contoh di atas agar menjadi kalimat dengan struktur benar dan lengkap? Caranya adalah dengan menghilangkan kata “yang” pada contoh 1 dan 2 serta menghilangkan kata “dalam” pada contoh 3. Setelah itu, struktur ketiga contoh di atas akan menjadi subjek, predikat, dan objek atau SPO, seperti di bawah ini.

Semoga menulis makin gampang setelah mengenal subjek dan predikat lebih dekat. Ingatlah, sebuah tulisan yang baik selalu menghadirkan subjek dan predikat dalam  kalimat-kalimatnya. Kehadiran subjek dan predikat membuat informasi jadi jelas, makna mudah dipahami, dan tulisan enak dibaca. Semoga mencerahkan.

Tags: #Elly Delfia
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Pengulangan Makna dalam Penggunaan Kata Berimbuhan Bahasa Indonesia

Berita Sesudah

Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

Berita Terkait

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Psikologi Bahasa: Kompetisi dan Kolaborasi

Minggu, 16/8/26 | 22:38 WIB

Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Universitas Andalas baru saja menyambut...

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Tele- dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan

Senin, 03/8/26 | 07:33 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Kali ini, kita akan membahas bentuk terikat...

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Dari Ejaan menjadi Humor Kritik

Senin, 27/7/26 | 05:28 WIB

Oleh: Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan Linguistik FIB Universitas Andalas) Ada yang menarik dari konten...

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Kata “sudah” dan “telah” Bentuk Lampau dalam Bahasa Asing Lainnya

Minggu, 19/7/26 | 21:01 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan) Bahasa didefinisikan sebagai...

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Wacana Digital dan Dinamika Istilah dalam Bahasa Indonesia

Senin, 06/7/26 | 07:21 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Dunia hari ini tidak lagi sekadar dibatasi...

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Perbedaan kata “bantu” dan “tolong”

Minggu, 21/6/26 | 13:50 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia bagi Penutur Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan) Kata bantu dan tolong...

Berita Sesudah
Afrina Hanum

Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

Discussion about this post

POPULER

  • Sekdaprov Sumbar, Arry Yuswandi. [foto:ist]

    Kepala Biro PBJ Akui Ada dalam Rekaman Video Mesra dan Mundur dari Jabatan, Sekda : Tetap Diperiksa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diduga ASN Pemprov Sumbar Lakukan Perbuatan Asusila di Kantor

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penghilangan Awalan me- dalam Percakapan Nonformal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Kebun ke Pasar Dunia, Kabupaten Solok Siapkan 2.000 Hektare Lahan Kopi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Eksistensi Bahasa Melayu Riau di Tengah Dominasi Bahasa Indonesia di Era Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026