Sabtu, 02/5/26 | 00:15 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Pengembangan Sitandu untuk Meningkatkan Pengelolaan Lahan Pekarangan yang Menguntungkan

Minggu, 09/1/22 | 07:00 WIB

Oleh:
Silvia Permata Sari
(Dosen Fakultas Pertanian, Universitas Andalas)

 

Kondisi lahan yang semakin berkurang karena banyaknya lahan digunakan untuk kebutuhan nonpangan menyebabkan penurunan produksi hasil pertanian. Hal ini sesuai dengan hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS, 2018) yang menyebutkan luas lahan baku sawah terus menurun, luas lahan tinggal 7,1 juta hektare, turun dibanding 2017 yang masih 7,75 juta hektare. Hal ini menjadi permasalahan untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat. Alternatif yang bisa dilakukan, yaitu memanfaatkan lahan pekarangan di rumah. Lahan pekarangan sekitar rumah yang dikatakan sempit bisa diolah agar dapat digunakan untuk budidaya tanaman.

Salah satu caranya yaitu dengan Sistem Pertanian Terpadu (Sitandu). Sistem ini bisa efektif dalam mengelola lahan sempit untuk ditanami tanaman hortikultura dan ternak ikan. Sistem pertanian terpadu atau dikenal dengan istilah Sitandu adalah sistem pertanian yang mengkombinasikan berbagai tanaman dan ternak. sistem ini juga menerapkan berbagai teknik untuk menciptakan kondisi yang cocok untuk melindungi lingkungan, menjaga produktivitas lahan, dan meningkatkan pendapatan petani.

BACAJUGA

Dari ‘Rakyat’ ke ‘Masyarakat’: Pergeseran Kata dan Ideologi

Dari ‘Rakyat’ ke ‘Masyarakat’: Pergeseran Kata dan Ideologi

Minggu, 19/4/26 | 22:40 WIB
Batu dan Zaman

Memaknai Ulang Sukses dalam Film “Tunggu Aku Sukses Nanti”

Minggu, 19/4/26 | 22:16 WIB

Sistem pertanian terpadu adalah pemanfaatan sumber daya yang bertujuan ganda dan berimbang dengan seleksi jenis tanaman maupun ternak. Sistem pertanian terpadu ialah sistem pertanian yang didasarkan pada konsep daur ulang biologis antara usaha tanaman, perikanan dan peternakan. Sistem pertanian terpadu adalah suatu sistem pengelolaan tanaman, hewan ternak dan ikan dengan lingkungannya untuk menghasilkan suatu produk yang optimal dan sifatnya cenderung tertutup terhadap masukan luar.

Penerapan sistem pertanian terpadu ini sudah berkembang di beberapa daerah, hanya saja banyak yang takut mencobanya dengan alasan klasik, yaitu tidak mempunyai banyak keterampilan dalam berbagai bidang (multi talent). Padahal, sistem pertanian terpadu bisa mengurangi risiko gagal panen karena jumlah tanaman yang banyak ditanam sehingga gagal salah satu masih bisa di panen tanaman yang lain dan memberikan keuntungan yang lebih ke petani dan masyarakat yang menerapkannya.

Sebagai contoh, terdapat kondisi lahan yang hanya 200 meter persegi. Lahan tersebut bisa ditanami tanaman hortikultura seperti kangkung, bayam,terong, cabai dengan ternak kambing dan ayam di mana kotoran dari kambing dan ayam bisa digunakan sebagai pupuk kandang, sedangkan tanaman kangkung dan bayam bisa di panen sekali 25 hari, lalu ayam yang sehari bisa rata-rata 5 butir telur sehingga hal ini bisa membantu menjaga kondisi ramah lingkungan serta meningkatkan pendapatan petani walaupun hanya dengan lahan yang sempit. Kondisi lahan di pekarangan bisa di gunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan paling tidak untuk diri sendiri dan keluarga dan bisa juga di jual ke pasar terdekat.

Dapat dilihat bagaimana pengelolaan lahan pekarangan untuk tanaman sayuran dan beternak ayam yang bisa memenuhi kebutuhan pangan serta meningkatkan pendapatan petani. Oleh sebab itu, kita perlu menerapkan sistem pertanian terpadu karena memiliki banyak keuntungan bagi petani dan masyarakat mulailah bertanam dari rumah menciptakan suasana indah dan segar karena kita yang akan menikmatinya. Lahan sempit bukan menjadi alasan untuk sistem pertanian terpadu ini, tapi menjadi solusi untuk budidaya tanaman itu sendiri. Selain itu, dapat meringankan biaya produksi dari pemasukan kotoran hewan sebagai pupuk.

Penerapan sistem pertanian terpadu tersebut dapat membantu masyarakat dalam menyediakan kebutuhan pangan secara mandiri (baik sayuran, buah-buahan maupun obat-obatan maupun ternak) di pekarangan dengan lahan yang sempit sehingga jika masyarakat sudah mulai sedikit mandiri dalam menyediakan pangan maka krisis pangan karena meningkatnya jumlah penduduk dapat di atasi, serta lingkungan yang bersih, tingkat stres yang tinggi, biaya hidup yang mahal, cuaca yang panas (berkurang karena banyaknya oksigen dari tanaman) dapat sedikit teratasi dengan sistem pertanian terpadu ini menggabungkan budidaya tanaman dan ternak.

Tags: #Silvia Permata Sari
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Pelajaran dari IKEA

Berita Sesudah

Cerpen “Lifa” Karya Alhimmatul ‘Aliyah Radhwa dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka

Berita Terkait

Dari ‘Rakyat’ ke ‘Masyarakat’: Pergeseran Kata dan Ideologi

Dari ‘Rakyat’ ke ‘Masyarakat’: Pergeseran Kata dan Ideologi

Minggu, 19/4/26 | 22:40 WIB

Oleh: M. Subarkah dan Maharani Syifa Ramadhan (Mahasiswa Program Magister Linguistik Universitas Andalas dan Mahasiswi Program Magister Sastra Universitas Padjajaran)...

Batu dan Zaman

Memaknai Ulang Sukses dalam Film “Tunggu Aku Sukses Nanti”

Minggu, 19/4/26 | 22:16 WIB

Oleh: Andina Meutia Hawa (Dosen Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas)    Idulfitri merupakan frasa  bahasa Arab, terdiri...

Makna Konotasi dan Denotasi Kata Cabe-Cabean

Makna Konotasi dan Denotasi Kata Cabe-Cabean

Minggu, 12/4/26 | 16:27 WIB

Oleh: Alya Najwa Abdillah (Mahasiswa MKWK Bahasa Indonesia dan S1 Teknik Lingkungan Universitas Andalas)   Bahasa berkembang seiring dengan berjalannya...

Peran Sintaksis dalam Kehidupan Sehari-hari

Peran Sintaksis dalam Kehidupan Sehari-hari

Minggu, 12/4/26 | 15:54 WIB

Oleh: Gilang Nindra (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas)   Dalam Tarmini dan Sulistyawati (2019: 1-2), sintaksis...

Membongkar Rahasia Kalimat Menurut Para Ahli

Membongkar Rahasia Kalimat Menurut Para Ahli

Minggu, 12/4/26 | 15:41 WIB

Oleh: Febby Gusmelyyana (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas)   Bahasa adalah sistem komunikasi paling sempurna yang...

Batu dan Zaman

Lebih dari Ego: Membaca Bawang Merah Bawang Putih melalui Psikoanalisis

Minggu, 05/4/26 | 11:04 WIB

Oleh: Andina Meutia Hawa (Dosen Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Cerita Bawang Merah Bawang Putih dalam antologi berjudul...

Berita Sesudah
Cerpen “Lifa” Karya Alhimmatul ‘Aliyah Radhwa dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka

Cerpen "Lifa" Karya Alhimmatul 'Aliyah Radhwa dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka

Discussion about this post

POPULER

  • KAN Pauh Kamba Diduga Cegah Pencalonan Warga, Status Adat Jadi Penghalang Pilwana

    KAN Pauh Kamba Diduga Cegah Pencalonan Warga, Status Adat Jadi Penghalang Pilwana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Prof. Dr. dr. H. Idris idham SpJP (K), FIHA, FACC, FESC, FAsCC, FSCAI dan kiprahnya pada Pengembangan Kardiologi dan Kedokteran Vascular di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kata Penghubung dan, serta, dan Tanda Baca Koma (,)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jenguk Bocah Korban Penganiayaan, Wabup Solok: Perlindungan Anak Jadi Prioritas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari ‘Rakyat’ ke ‘Masyarakat’: Pergeseran Kata dan Ideologi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Konsep Metafungsi dalam Wacana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sastra Bandingan: dari Dongeng Klasik ke Novel Populer

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026