![Kasat Lantas Polres Pariaman, Iptu Afrizal Sahar saat memberikan edukasi kepada pengendara.[foto:ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261027-WA00582.jpg)
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Pariaman, Iptu Afrizal Sahar mengatakan, pendekatan edukatif menjadi langkah awal untuk membangun kedisiplinan masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas. Pada tahap ini, kepolisian belum memfokuskan operasi pada penindakan hukum.
Menurut Afrizal, edukasi diperlukan agar masyarakat memahami bahwa kepatuhan berlalu lintas bukan sekadar kewajiban untuk menghindari sanksi, melainkan bagian dari upaya melindungi keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.
“Edukasi masih menjadi prioritas utama kami dibandingkan penegakan hukum,” ujar Afrizal.
Ia mengatakan, kegiatan sosialisasi menyasar lingkungan sekolah untuk menanamkan pemahaman tertib berlalu lintas sejak dini. Sementara itu, edukasi di persimpangan dilakukan pada lokasi yang berpotensi memiliki aktivitas kendaraan tinggi, sehingga pesan keselamatan dapat menjangkau masyarakat yang sedang beraktivitas di jalan raya.
Meski mengedepankan pendekatan persuasif, Afrizal menegaskan, kepolisian tidak mengabaikan pelanggaran yang ditemukan selama operasi berlangsung. Penindakan tetap dimungkinkan apabila petugas mendapati pengendara yang melanggar ketentuan lalu lintas secara berulang.
Pendekatan edukatif ini menjadi penting karena ketertiban lalu lintas tidak cukup dibangun melalui kehadiran petugas atau penindakan saja. Kesadaran pengendara untuk mematuhi rambu, menggunakan perlengkapan keselamatan, dan menghormati hak pengguna jalan lain menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko kecelakaan.
“Keberhasilan operasi karena itu tidak semata-mata diukur dari banyaknya pelanggaran yang ditindak. Perubahan perilaku masyarakat setelah operasi berakhir juga menjadi ukuran penting untuk melihat sejauh mana pesan keselamatan benar-benar dipahami dan diterapkan,” terang Afrizal.
Satlantas Polres Pariaman mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas, menggunakan helm berstandar bagi pengendara sepeda motor, mengenakan sabuk pengaman bagi pengemudi mobil, serta memastikan kelengkapan surat kendaraan.
Kepolisian berharap kesadaran tersebut tumbuh menjadi kebiasaan dalam berkendara sehari-hari, bukan hanya ketika Operasi Patuh Singgalang berlangsung.(yrp)






![Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus.[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2026/04/IMG_49952-350x250.jpg)
![Kasat Lantas Polres Pariaman, IPTU Afrizal Sahar.[foto:ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2026/10/FB_IMG_17929233426782-350x250.jpg)