Padang Pariaman, Scientia — Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumatera Barat, Firdaus, meminta DPC PKB Kabupaten Padang Pariaman segera melakukan pemetaan kekuatan organisasi hingga ke tingkat bawah. Pemetaan dinilai penting untuk mengetahui kondisi riil struktur partai sekaligus menentukan langkah konsolidasi yang lebih terukur.
Pesan itu disampaikan Firdaus saat menghadiri Musyawarah Kerja Cabang (Muskerkab) DPC PKB Padang Pariaman di Istana Seafood. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum konsolidasi internal DPC PKB Padang Pariaman serta persiapan Pra-Musyawarah Anak Cabang (Musancab).
Menurut Firdaus, konsolidasi partai tidak cukup hanya dilakukan melalui rapat-rapat struktural. DPC perlu memiliki gambaran yang jelas mengenai kekuatan dan kelemahan organisasi di setiap wilayah.
Karena itu, ia meminta jajaran DPC segera melakukan mapping atau pemetaan terhadap struktur dan potensi politik PKB di tingkat kecamatan hingga nagari.
“Segera lakukan mapping. Kita harus tahu secara riil bagaimana kondisi struktur kita di setiap wilayah, siapa yang aktif, mana yang perlu diperkuat, dan potensi apa yang bisa dikembangkan,” ujar Firdaus.
Ia mengatakan, pemetaan tersebut harus menjadi dasar dalam menyusun program kerja partai. Dengan begitu, konsolidasi tidak berhenti pada agenda seremonial, tetapi menghasilkan langkah konkret untuk memperkuat keberadaan PKB di tengah masyarakat.
Firdaus juga menekankan pentingnya memastikan struktur organisasi bekerja secara aktif. Menurut dia, kekuatan partai pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh keberadaan kepengurusan di atas kertas, tetapi oleh sejauh mana struktur tersebut hadir dan berinteraksi dengan masyarakat.
“Jangan sampai kita hanya punya struktur, tetapi tidak tahu bagaimana struktur itu bekerja. Kita harus memastikan organisasi hidup sampai ke bawah,” katanya.
Muskerkab DPC PKB Padang Pariaman menjadi salah satu ruang untuk mengevaluasi kerja organisasi sekaligus menyusun agenda ke depan. Sementara Pra-Musancab menjadi bagian dari proses penataan struktur partai di tingkat kecamatan.
Firdaus berharap seluruh proses konsolidasi tersebut dilakukan secara terbuka dan terukur. Setiap persoalan di tingkat bawah, kata dia, harus dipetakan sehingga dapat segera dicarikan solusi.
Ia menilai Padang Pariaman memiliki posisi strategis bagi penguatan PKB di Sumatera Barat. Karena itu, konsolidasi organisasi di daerah tersebut harus dilakukan secara serius dan tidak menunggu momentum politik datang.
“Kalau kita ingin membangun kekuatan politik yang solid, persiapannya harus dilakukan dari sekarang. Jangan bekerja ketika momentum sudah dekat,” ujar Firdaus.
Ia meminta jajaran DPC PKB Padang Pariaman menjadikan Muskerkab dan Pra-Musancab sebagai titik awal untuk memperkuat kembali mesin organisasi. Pemetaan wilayah, evaluasi struktur, serta penguatan kader dinilai menjadi pekerjaan yang harus berjalan beriringan.
Dengan konsolidasi yang lebih terarah, Firdaus berharap PKB Padang Pariaman mampu membangun basis politik yang semakin kuat sekaligus memperluas kedekatan partai dengan masyarakat.(yrp)








