
Dharmasraya, Scientia.id – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Dharmasraya terus mematangkan berbagai persiapan pelaksanaan Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaska) Tahun 2026.
Sebagai bentuk keseriusan dalam menyukseskan pelaksanaan Paskibraka, Bidang Kesatuan Bangsa Kesbangpol Dharmasraya menggelar rapat pemantapan persiapan Pusdiklat pada Selasa (7/7/2026) di Aula Kesbangpol.
Rapat tersebut dihadiri jajaran panitia, unsur pelatih dari TNI dan Polri, Danpas dan Pataka, tim medis, Persatuan Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kabupaten Dharmasraya, serta Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Kabupaten Dharmasraya.
Pertemuan tersebut membahas secara menyeluruh kesiapan pelaksanaan Pusdiklat, mulai dari aspek logistik, teknis kepelatihan, pelayanan kesehatan, hingga kesiapan karantina bagi para Capaska yang dijadwalkan memasuki “Desa Bahagia” pada awal Agustus mendatang.
Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Dharmasraya melalui Kepala Bidang Kesatuan Bangsa, Marlisna, SE., MM, menyampaikan bahwa secara umum seluruh tahapan persiapan berjalan sesuai rencana.
Sebanyak 54 orang Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka telah dinyatakan lulus seleksi dan berstatus siap mengikuti pemusatan pendidikan dan pelatihan.
Untuk akomodasi, karantina akan dipusatkan di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Dharmasraya. Dalam waktu dekat, panitia akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan guna memastikan kelayakan fasilitas, mulai dari ruang tidur, ruang makan, hingga ruang kelas.
Sementara itu, lokasi latihan dipusatkan di Lapangan SKB serta halaman Kantor Bupati Dharmasraya.
Di bidang logistik, proses pengadaan berbagai perlengkapan peserta seperti Pakaian Dinas Upacara (PDU), Pakaian Dinas Harian (PDH), pakaian latihan, peci, sepatu, dan atribut lainnya tengah dipercepat oleh pihak ketiga.
Panitia menargetkan seluruh perlengkapan telah tersedia pada awal masa karantina sehingga peserta memiliki waktu untuk melakukan pengepasan maupun penyesuaian apabila diperlukan.
Persiapan juga dilakukan pada sektor kesehatan. Kesbangpol telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk menyiagakan tenaga medis, penyediaan vitamin, obat-obatan, serta pelayanan kesehatan selama masa karantina. Selain itu, penyedia jasa katering telah ditunjuk guna memastikan kebutuhan gizi seluruh peserta terpenuhi dengan baik.
Tidak hanya berfokus pada pembinaan fisik dan baris-berbaris, Pusdiklat tahun ini juga memperkuat pembinaan karakter melalui materi Wawasan Kebangsaan dan Ideologi Pancasila.
Hal tersebut sejalan dengan standar pembinaan Paskibraka yang berada di bawah koordinasi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Marlisna menegaskan bahwa kesiapan panitia menjadi faktor penting dalam menunjang keberhasilan para Capaska menjalankan tugas pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Aula Kesbangpol hari ini menjadi saksi komitmen kita bersama. Waktu kita tinggal menghitung hari menuju bulan Agustus. Saya meminta seluruh unsur kepanitiaan, pelatih, dan pamong untuk memastikan seluruh kelengkapan, mulai dari asrama, konsumsi, hingga kesehatan peserta benar-benar selesai. Kita ingin anak-anak kita nanti hanya fokus pada satu hal, yaitu berlatih dengan sungguh-sungguh untuk mengibarkan Sang Saka Merah Putih dengan sempurna,” tegasnya.
Adapun rangkaian kegiatan Paskibraka Kabupaten Dharmasraya Tahun 2026 akan dimulai pada 3 Agustus 2026 dengan pembukaan Pusdiklat sekaligus masuk karantina di Desa Bahagia.
Selanjutnya, pada 15 Agustus 2026 akan dilaksanakan Malam Pengukuhan Paskibraka oleh Bupati Dharmasraya. Puncak pelaksanaan tugas akan berlangsung pada 17 Agustus 2026 melalui Upacara Pengibaran dan Penurunan Duplikat Bendera Pusaka.
Pemerintah Kabupaten Dharmasraya melalui Badan Kesbangpol menaruh harapan besar agar seluruh rangkaian Pusdiklat berjalan lancar, aman, dan kondusif.
Melalui pembinaan yang terstruktur, para Capaska diharapkan tidak hanya mampu menjalankan tugas sebagai pengibar bendera dengan disiplin dan penuh tanggung jawab, tetapi juga tumbuh sebagai Duta Pancasila yang memiliki karakter kebangsaan yang kuat, jiwa kepemimpinan, integritas, serta mampu menjadi teladan bagi generasi muda dan masyarakat. (*)








