Selasa, 14/4/26 | 19:08 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home TERAS

Menag Soroti “Multiple Shock”: Teknologi Geser Cara Beragama, Umat Diminta Perkuat Akidah

Kamis, 02/4/26 | 07:52 WIB

Jakarta, Scientia.id – Menteri Agama Nasaruddin Umar menilai masyarakat Indonesia sedang berada dalam tekanan perubahan besar yang datang bertubi-tubi. Ia menyebut kondisi ini sebagai multiple shock, dipicu oleh kemajuan teknologi yang melesat jauh lebih cepat dibanding kesiapan sosial dan spiritual masyarakat.

Pernyataan itu disampaikannya saat memberikan arahan kepada aparatur sipil negara Kementerian Agama dalam agenda pembinaan kinerja di Palu, Rabu (1/3/2026).

Menurutnya, kehadiran teknologi mutakhir mulai dari kecerdasan buatan hingga perangkat digital yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan generasi muda telah mengubah banyak aspek kehidupan. Bukan hanya cara berkomunikasi atau belajar, tetapi juga cara memahami agama.

BACAJUGA

Ketua Bidang Penataan Organisasi, Legislatid dan Eksekutif DPP PKB.[foto : sci yrp]

Dari Politisi ke Negarawan, Halim Iskandar Tekankan Arah Kaderisasi PKB di Muscab Sumbar

Senin, 13/4/26 | 22:57 WIB
Tim Lupak Polres Dharmasraya Sikat 5 Pelaku Narkoba di Sungai Kambut

Tim Lupak Polres Dharmasraya Sikat 5 Pelaku Narkoba di Sungai Kambut

Minggu, 12/4/26 | 14:27 WIB

Ia mengingatkan bahwa perubahan teknologi tersebut membawa dampak lanjutan pada cara berpikir keagamaan masyarakat. Pergeseran terjadi begitu cepat, dari pendekatan yang selama ini berbasis tradisi menuju pola pikir yang lebih logis dan terbuka, namun berpotensi mengikis kekuatan dasar keyakinan.

Dalam pandangannya, kondisi ini membuat umat berada di posisi yang tidak mudah di satu sisi dihadapkan pada arus pemikiran ekstrem, di sisi lain terdorong ke arah kebebasan berpikir yang tanpa batas.

Selain itu, derasnya arus informasi juga memperumit situasi. Menag menyinggung fenomena post-truth, ketika kebenaran kerap ditentukan oleh persepsi publik, bukan lagi fakta yang objektif.

Tak kalah penting, ia juga mengangkat isu hubungan manusia dengan alam. Kemajuan teknologi, menurutnya, telah mengubah cara manusia memandang lingkungan dari yang semula sakral menjadi sekadar objek yang bisa dieksploitasi. Dampaknya, kerusakan lingkungan kian sulit dihindari.

Di dunia pendidikan keagamaan, penggunaan teknologi seperti AI memang membuka peluang baru. Namun, ia mengingatkan bahwa ada aspek yang tidak bisa digantikan mesin, yakni kedekatan batin antara guru dan murid yang selama ini diyakini membawa nilai keberkahan dalam proses belajar.

Menag pun menegaskan bahwa pekerjaan rumah Kementerian Agama ke depan tidak ringan. Ia mengajak seluruh jajarannya untuk tidak terjebak pada ukuran keberhasilan yang bersifat administratif semata.

Baginya, laporan keuangan yang rapi atau penghargaan institusi bukanlah tolok ukur utama. Yang jauh lebih penting adalah sejauh mana negara mampu menghadirkan agama secara nyata dalam kehidupan umat.

“Kalau umat semakin memahami dan mengamalkan ajaran agamanya, di situlah ukuran keberhasilan kita,” tegasnya.

Ia juga mendorong terbangunnya kekompakan lintas organisasi keagamaan. Perbedaan pandangan, menurutnya, tidak boleh menjadi penghalang dalam menjaga fondasi keyakinan masyarakat.

Baca Juga: Kemenag Pastikan Informasi Hibah Arab Saudi untuk Pribadi Adalah Hoaks

Di akhir arahannya, Menag mengingatkan pentingnya integritas dan kepekaan terhadap perubahan zaman. Ia menekankan bahwa peran Kementerian Agama bukan sekadar administratif, tetapi juga menjaga arah spiritual masyarakat di tengah derasnya arus modernitas. (*)

Tags: KemenagMenteri Agama
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Resmikan Gedung Baru SDIT Anak Sholeh, Wabup Solok Tekankan Pentingnya Pendidikan Berbasis Islam

Berita Sesudah

Gempa M 7,3 Guncang Bitung, BMKG Peringatkan Potensi Tsunami

Berita Terkait

Ketua Bidang Penataan Organisasi, Legislatid dan Eksekutif DPP PKB.[foto : sci yrp]

Dari Politisi ke Negarawan, Halim Iskandar Tekankan Arah Kaderisasi PKB di Muscab Sumbar

Senin, 13/4/26 | 22:57 WIB

Ketua Bidang Penataan Organisasi, Legislatid dan Eksekutif DPP PKB.Padang, Scientia - Ketua Bidang Penataan Organisasi, Eksekutif dan Legislatif DPP Partai...

Tim Lupak Polres Dharmasraya Sikat 5 Pelaku Narkoba di Sungai Kambut

Tim Lupak Polres Dharmasraya Sikat 5 Pelaku Narkoba di Sungai Kambut

Minggu, 12/4/26 | 14:27 WIB

Dharmasraya, Scientia.id — Tim Lupak Satresnarkoba Polres Dharmasraya Polda Sumbar menggerebek aktivitas pesta narkotika jenis sabu di Kecamatan Pulau Punjung...

Komisi V DPRD Sumbar Turun Lapangan, Pastikan Anggaran Pendidikan Tepat Sasaran di Pessel

Komisi V DPRD Sumbar Turun Lapangan, Pastikan Anggaran Pendidikan Tepat Sasaran di Pessel

Sabtu, 11/4/26 | 21:27 WIB

PESSEL — Komisi V DPRD Provinsi Sumatera Barat turun langsung ke lapangan untuk memastikan penggunaan anggaran pendidikan tahun 2026 berjalan...

Muhidi Serap Aspirasi Disabilitas Usai Musrenbang RKPD 2027.

Muhidi Serap Aspirasi Disabilitas Usai Musrenbang RKPD 2027.

Kamis, 09/4/26 | 21:21 WIB

PADANG — Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, berdiskusi dengan perwakilan penyandang disabilitas usai menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana...

Muhidi Dorong Kepala SMK Aktif Gaet APBN, DPRD Sumbar Siapkan Dukungan

Muhidi Dorong Kepala SMK Aktif Gaet APBN, DPRD Sumbar Siapkan Dukungan

Kamis, 09/4/26 | 21:18 WIB

PADANG — Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, mendorong kepala sekolah SMK agar aktif mengakses anggaran pendidikan dari APBN untuk...

Tekanan Fiskal dan Beban Pascabencana, DPRD Sumbar Kawal RKPD 2027

Tekanan Fiskal dan Beban Pascabencana, DPRD Sumbar Kawal RKPD 2027

Rabu, 08/4/26 | 21:13 WIB

PADANG — DPRD Provinsi Sumatera Barat berkomitmen mengawal penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 di tengah tekanan keuangan...

Berita Sesudah
Gempa M 6,3 Guncang Sabang Aceh

Gempa M 7,3 Guncang Bitung, BMKG Peringatkan Potensi Tsunami

POPULER

  • Peran Sintaksis dalam Kehidupan Sehari-hari

    Peran Sintaksis dalam Kehidupan Sehari-hari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Membongkar Rahasia Kalimat Menurut Para Ahli

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada Psikolog Gadungan, HIMPSI Sumbar Imbau Masyarakat Cek Keabsahan dan Legalitas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Politisi ke Negarawan, Halim Iskandar Tekankan Arah Kaderisasi PKB di Muscab Sumbar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Padang Usulkan Pencabutan Perda Keuangan Kepala Daerah 2003, Dinilai Tak Relevan Lagi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Makna Konotasi dan Denotasi Kata Cabe-Cabean

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Makna Idiom “Keras Kepala” dari Presiden Prabowo untuk Iran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026