Padang, Scientia – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumatera Barat resmi dikukuhkan. Pengukuhan dilakukan oleh Ketua Bidang Ekonomi, Keuangan, Investasi, dan Penanaman Modal DPP PKB, Anggia Ermarini. Jum’at, (13/2)
Acara ini menjadi penanda dimulainya kerja politik kepengurusan baru PKB Sumbar sekaligus konsolidasi menghadapi Pemilu 2029.
Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus, menyatakan optimistis partainya dapat meraih kemenangan di Sumatera Barat. Ia menilai, kekuatan utama PKB terletak pada loyalitas kader yang terus bekerja di tengah masyarakat.
“Kami optimis menang karena PKB memiliki kader yang loyal dan konsisten bergerak bersama rakyat,” kata Firdaus dalam sambutannya.
Menurut dia, PKB tidak ingin hanya berbicara soal kekuasaan. Partai, kata Firdaus, harus hadir melalui gerakan sosial yang merespons isu-isu strategis daerah, termasuk persoalan pemulihan pascabencana yang masih dihadapi sejumlah wilayah di Sumatera Barat.
“PKB siap mengawal masa pemulihan bencana agar kondisi masyarakat terus membaik. Kami berkomitmen hadir bersama masyarakat, bukan hanya saat pemilu,” ujarnya.
Firdaus juga menekankan pentingnya kerja sama seluruh struktur partai, mulai dari DPW hingga DPC se-Sumbar, untuk memperkuat basis dukungan menuju 2029. Ia menyebut peran anak muda menjadi salah satu fokus utama.
“Kami mendorong keterlibatan generasi muda, hadir bersama komunitas dan kelompok-kelompok anak muda. PKB harus menjadi ruang tumbuh bagi mereka,” kata dia.
Sementara itu, Anggia Ermarini menyampaikan amanat Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar. Dalam pesannya, Muhaimin menegaskan partai politik harus hadir sebagai solusi atas persoalan rakyat, bukan sekadar menjadi peserta pemilu.
“PKB tidak hanya menjadi peserta pemilu. PKB harus memimpin dan melahirkan pemimpin. Kita tidak cukup dipimpin politisi, tetapi harus melahirkan negarawan,” ujar Anggia.
Ia menekankan bahwa DPW merupakan mesin politik yang hidup. Karena itu, program harus jelas dan terukur, serta manajemen partai dijalankan secara rapi dan disiplin.
“Berani berpikir melampaui pemilu. Namun kita juga harus bekerja keras untuk memenangkan pemilu. Pengurus harus terus mencari solusi dan hadir di tengah persoalan rakyat,” katanya.
Menurut Anggia, melayani rakyat adalah inti kerja PKB. Pengurus diminta menjadi teladan dalam sikap dan etika, jujur dalam bekerja, serta santun dalam berkomitmen.
“PKB harus melayani, bukan dilayani. Tugas kita bukan hanya mengelola partai, tetapi memenangkan kepercayaan rakyat. Dari politisi menjadi pemimpin, dari pemimpin menjadi negarawan,” ujar dia.
Setelah pengukuhan, kegiatan dilanjutkan dengan Orientasi Politik bagi pengurus DPW PKB serta Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) bersama DPC se-Sumatera Barat sebagai bagian dari penguatan konsolidasi internal.
Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya anggota DPR RI Sumbar, Rico Alviano, Wakil Ketua DPRD Sumbar Nanda Satria, Sekretaris Golkar Sumbar, Ketua DPW Gerakan Rakyat Sumbar, serta Bendahara Partai Amanat Nasional (PAN) Sumbar. Kehadiran lintas partai itu menandai terbukanya ruang komunikasi politik di tingkat daerah menjelang kontestasi mendatang.(yrp)
![Pelantikan Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) se-Indonesia di Kawasan Pacenongan, Jakarta. Selasa, (3/2) [foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2026/02/Pelantikan-Firdaus-scaled-e1770147107564-120x86.jpeg)
![Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus.[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/09/FB_IMG_1723701517807_1-120x86.jpg)






