Selasa, 10/3/26 | 23:21 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home TERAS

Kunjungi Koto Lalang, Evi Yandri Terima Sejumlah Aspirasi Masyarakat

Senin, 02/2/26 | 17:40 WIB

Padang,Sumbar-Pertama kali dikunjungi wakil rakyat dari provinsi, masyarakat kelurahan Koto Lalang, Lubuk Kilangan, Kota Padang sampaikan sejumlah aspirasi pada Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman, Senin (2/2) di Kantor Lurah Koto Lalang.

Aspirasi tersebut beragam, mulai dari terkait pembangunan fisik, peternakan, pertanian, pemberdayaan SDM, UMKM, pengelolaan sampah dan lainnya.

Ketua Forum Nagari Koto Lalang, Maulana mengatakan kunjungan Evi Yandri menjadi kunjungan pertama kali wakil rakyat dari provinsi.

“Ini pertama kalinya kami dikunjungi DPRD provinsi, biasanya hanya DPRD Padang. Kami berharap kunjungan ini bisa membawa manfaat bagi warga Koto Lalang,” katanya.

BACAJUGA

Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Buka Bersama Sahabat Mulia Madani Padang

Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Buka Bersama Sahabat Mulia Madani Padang

Selasa, 10/3/26 | 04:06 WIB
KAI Dukung Pengembangan Infrastruktur dan Optimalisasi Aset di Kota Padang

KAI Dukung Pengembangan Infrastruktur dan Optimalisasi Aset di Kota Padang

Rabu, 04/3/26 | 17:41 WIB

Ia mengatakan pada umumnya masyarakat Koto Lalang petani, sebagian lainnya UMKM dan pedagang kecil.

“Untuk pertanian ada permasalahan saluran irigasi yang rusak. Ada pula yang terban karena banjir, ” katanya.

Ada pula sumber air dari lubuk tangah, tapi pendistribusiannya tidak optimal karena belum dibeton atau belum dipasang batu pondasi. Alhasil panen tidak optimal. Untuk mengatasinya masyarakat sering gotong royong membersihkan endapan.

Selain itu, untuk mencari tambahan penghasilan, para petani menyambi beternak. Oleh karena itu, mereka berharap ada pelatihan untuk membuat pakan ternak.

Untuk UMKM, mereka sulit berkembang karena keterbatasan keahlian dan modal. Usaha diantaranya seperti pembuatan furnitur dari rotan dan keripik.

Selain itu Karang Taruna meminta diberi bantuan ternak bebek. Selama ini mereka sudah beternak bebek dengan merangkul para pemuda. Upaya ini dilakukan dengan harapan para pemuda punya kesibukan dan terhindar dari penyalahgunaan narkoba.

Ada pula anggota LPS yang meminta becak motor (bentor) untuk mengangkut sampah. Mereka hanya memiliki satu unit bentor, sementara anggota LPS ada lima.

Kemudian ada yang meminta pembangunan jalan baru. Lalu anggota posyandu yang mengeluhkan upah yang dipotong. Kemudian pembangunan WC masjid, bantuan pengadaan Al-Quran. Terpenting pula perbaikan kantor lurah.

Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri menjelaskan, ia tidak ingin memberikan harapan palsu pada masyarakat. Oleh karena itu ia menjelaskan ada regulasi yang harus dipenuhi dan ada pula pembagian kewenangan pemerintah pusat, kota dan provinsi.

Evi mengatakan Kunjungannya ke Koto Lalang tersebut merupakan kegiatan masa reses dimana wakil rakyat datang ke tengah masyarakat menjemput aspirasi. Lalu aspirasi tersebut diperjuangkan untuk bisa terwujud.

“Setelah saya dengar semua aspirasi yang disampaikan memang kebanyakan merupakan kewenangan pemerintah kota, bukan kewenangan pemerintah provinsi. Tapi itu tidak masalah, itu tergantung niat wakil rakyatnya karena bisa diperjuangkan dengan koordinasi lintas kader partai yang berada di Kabupaten/kota atau pemerintah pusat,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan ada beberapa aspirasi yang bisa dipenuhi dengan mengikuti regulasi seperti bantuan untuk modal UMKM yang hanya bisa untuk kelompok dan berupa peralatan, bukan modal uang. Begitu pula untuk pertanian atau peternakan, juga hanya bisa melalui kelompok tani.

“Jadi tetap bisa kita penuhi, tapi bantu penuhi syarat regulasinya, silakan hubungi staf saya untuk tindak lanjut,” ujar Evi lagi sambil memperkenalkan sejumlah stafnya untuk masing-masing urusan, misalnya terkait pertanian, peternakan, UMKM dan lainnya.

Begitu pula untuk bentor, ia mengatakan bisa diberikan. Namun Evi juga mengajak masyarakat untuk memikirkan bahwa pengangkutan sampah bukan solusi akhir. Ia meminta masyarakat aktifkan bank sampah dan daur ulang.

Untuk permintaan pembangunan jalan baru yang disebutkan sudah ada kesepatakan warga mau merelakan tanah/bangunan perlu dilengkapi dengan dokumen.

“Jika memang sudah selesai urusan pembebasan lahannya pemerintah provinsi akan melakukan betonisasi jalan,” paparnya lagi.

Untuk pembangunan kantor lurah, kata Evi, bisa dilakukan dengan bantuan khusus kabupaten kota (BKK) dengan berkoordinasi dengan pemerintah kota. Sementara pembangunan WC masjid bisa dengan dana hibah dari dana provinsi.

Untuk sebagian aspirasi lain, Evi Yandri memberikan langsung bantuan tunai dari kantong pribadinya. Diantaranya Rp 1 juta untuk kader posyandu yang mengeluhkan upah, Rp2 juta untuk pembelian Alquran dan Rp1 juta untuk TPA/TPQ.

Dana yang diberikan langsung saat itu juga oleh staf Evi Yandri disambut riang gembira oleh masyarakat. “Kami tak menyangka langsung dikasih dananya,” ujar salah satu kader posyandu gembira.

Untuk diketahui, pelaksanaan kegiatan tersebut Evi Yandri didampingi perwakilan dari sejumlah OPD provinsi, diantaranya Dinas PSDA, Dinas BMKCTR, Dinas Perkimtan, Dinas perikanan dan kelautan, Dinas perkebunan tanaman pangan hokoltura. Hadir pula Camat Lubuk kilangan dan Lurah Koto Lalang. Sementara masyarakat yang hadir berkisar 100 orang.

“Untuk aspirasi yang membutuhkan regulasi dam kelengkapan persyaratan harap ditunggu dan lengkapi syaratnya ke staf yang sudah saya kenalkan tadi. Untuk yang diluar kewenangan provinsi akan kami koordinasikan dengan pemerintah kota. Insyallah tidak ada harapan palsu tapi sesuai kewenangan pemerintah provinsi,” papar Evi Yandri lagi

ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Aspirasi Warga Bayang Berbuah Listrik Gratis, 67 Rumah Teraliri BPBL

Berita Sesudah

Perkuat Sinergi Pusat–Daerah, Bupati Dharmasraya Hadiri Rakornas 2026

Berita Terkait

Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Buka Bersama Sahabat Mulia Madani Padang

Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Buka Bersama Sahabat Mulia Madani Padang

Selasa, 10/3/26 | 04:06 WIB

LAZ Sahabat Mulia Madani Padang berbagai santunan bagi anak yatim dan dhuafa, Senin (9/3). (Foto: SCIENTIA/Wahyu Amuk) Padang, SCIENTIA - Ratusan...

KAI Dukung Pengembangan Infrastruktur dan Optimalisasi Aset di Kota Padang

KAI Dukung Pengembangan Infrastruktur dan Optimalisasi Aset di Kota Padang

Rabu, 04/3/26 | 17:41 WIB

Padang, SCIENTIA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menerima audiensi Walikota Padang, Fadly Amran, di...

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Gerakan Sosial Baru pada Perang Kata-kata antara SEAblings dan Knetz

Minggu, 22/2/26 | 22:46 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Beberapa minggu terakhir dunia digital dihebohkan oleh...

Bale by BTN, Solusi Cepat Pilih Rumah Pascabencana

Bale by BTN, Solusi Cepat Pilih Rumah Pascabencana

Jumat, 20/2/26 | 20:13 WIB

Seorang relawan bencana di Kota Padang, Sumatera Barat sedang memilih rumah hunian yang nyaman melalui aplikasi Bale by BTN karena...

DPRD Sumbar Sebar 216 Tim Safari Ramadhan 1447 H, Salurkan Bantuan hingga Rp50 Juta per Masjid

DPRD Sumbar Sebar 216 Tim Safari Ramadhan 1447 H, Salurkan Bantuan hingga Rp50 Juta per Masjid

Kamis, 19/2/26 | 19:00 WIB

Padang, SCIENTIA — Pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat dijadwalkan mengunjungi 216 tempat ibadah yang tersebar di seluruh kabupaten...

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026

Selasa, 17/2/26 | 20:02 WIB

Jakarta, Scientia – Pemerintah menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan itu diambil dalam sidang...

Berita Sesudah
Perkuat Sinergi Pusat–Daerah, Bupati Dharmasraya Hadiri Rakornas 2026

Perkuat Sinergi Pusat–Daerah, Bupati Dharmasraya Hadiri Rakornas 2026

Discussion about this post

POPULER

  • Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

    Nama Nagari di Sumatera Barat: Dari Sejarah menjadi Sistem Pertahanan Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PKDP Sumbar Perkuat Silaturahmi Perantau Pariaman Lewat Buka Puasa Bersama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Inspirasi Menu Buka Puasa Enak: Dari Takjil Manis Hingga Lauk Gurih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Buka Bersama Sahabat Mulia Madani Padang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Padang Gelar Rapat Paripurna Penyampaian LKPJ TA 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026