
Jakarta, Scientia.id – Belakangan ini, media sosial diramaikan oleh tren perawatan wajah menggunakan air cucian beras. Cairan putih keruh yang biasanya langsung dibuang setelah mencuci beras, kini justru dianggap memiliki manfaat untuk kecantikan kulit.
Sejumlah warganet mengklaim air beras mampu membuat wajah tampak lebih cerah, halus, bahkan membantu menjaga kulit tetap awet muda. Tak sedikit pula yang membagikan pengalaman pribadi penggunaan air beras sebagai pencuci wajah atau bilasan rambut.
“Air bekas cuci beras jangan dibuang, simpan saja buat cuci muka atau bilas rambut,” tulis seorang pengguna media sosial.
Dokter spesialis kulit dan kelamin, dr. I Gusti Nyoman Darmaputra, SpCDVE, menjelaskan bahwa air beras memang mengandung sejumlah senyawa yang berpotensi baik untuk kulit. Di antaranya inositol, antioksidan, serta beberapa vitamin yang berperan dalam menjaga kesehatan lapisan kulit.
Namun demikian, dr. Darma menegaskan bahwa hasil yang dirasakan setiap orang bisa berbeda. Kesehatan kulit tidak hanya ditentukan oleh satu bahan perawatan, melainkan dipengaruhi oleh banyak faktor seperti kebersihan kulit, rutinitas perawatan yang tepat, serta pola hidup sehat secara keseluruhan.
“Perawatan alami seperti ini boleh saja dicoba, tapi tetap harus dibarengi dengan perawatan kulit yang benar dan gaya hidup sehat,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa penggunaan air cucian beras tidak bisa dilakukan sembarangan. Kebersihan menjadi faktor utama agar tidak menimbulkan masalah kulit baru.
Baca Juga: Kasus Campak Berhasil Diturunkan, Wali Kota Bukittinggi Apresiasi Kerja Tim Kesehatan
“Kalau ragu atau punya kondisi kulit tertentu, sebaiknya konsultasi dulu ke dokter. Yang paling penting itu kebersihan dan keamanan untuk kulit masing-masing,” pungkasnya dikutip detik. (*)









