Minggu, 22/2/26 | 10:33 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI PUISI

Puisi-puisi Furkon Patani

Minggu, 28/12/25 | 14:15 WIB
Gambar: Meta AI

Jadikanlah Aku Perindu

Oleh: Furkon Patani

Aku adalah pemabuk cinta
Dan aku juga perindu setia
Banyak yang katakan aku ini gila
Sedangkan itu adalah bangsa
yang aku jatuh cinta

Dikala aku tersendiri
Aku selalu memikirkan resolusi
Bagaimana kah nasib bangsaku nanti
Jika aku sudah dipanggil sang ilahi

Pemuda ini memiliki cita-cita yang tinggi
Hidup selalu mencari arti
Hidup berjasa cinta hakiki
Untuk Merdekakan bangsa sendiri

BACAJUGA

No Content Available

Kopi maca 24/12/2025

 

Aku Gagal Menjadi Manusia

Oleh: Furkon Patani

Kenapa denganku
Ada yang berkata aku ini luar biasa
Ada pula orang yang mencintaiku
Pasti dia katakan aku ini istimewa
Apa lagi dengan keluargaku
Bukankah mereka bilang aku ini sangat berharga

Tapi bagiku
Aku tak pernah sekalipun merasa bangga
Bukan aku tak mensyukuri apa yang ku punya
Aku hanya merasa
Aku masih gagal menjadi manusia

Aku belum mempunyai jiwa yang merdeka
Dan aku belum membuktikan cintaku terhadap bangsaku tercinta
Kini  bangsaku dijajah
Lalu bagaimana aku bisa berdiri megah
Sedangkan bangsa inilah yang selalu menjaga Marwah

Apakah salah bila kukatakan
aku ini gagal menjadi manusia
Apakah salah bila kukatakan
aku ini gagal menjadi manusia
Apakah salah bila kukatakan
Aku ini… gagal menjadi manusia

Jumat 21 Nov 2025 13.06 WIB 

 

Hijau Padi Membuat Aku Rindu Patani yang dulu

Oleh: Furkon Patani

Hamparan padi bagai samudera hijau
Membawa ingatan pada masa silam
Patani dulu kaya dan raya
Sebagai pusat perdagangan nusantara

Di tepi sungai perahu berlayar melayang
Patani dulu yang aku di dalam ingatan
Sawah berkilau bagaikan permata emas
Sebelum patani ini di jajah dan di rampas

Patani oh tanah pusaka
Air matamu menjadi bukti cinta
Walaupun luka masih membekas
Tapi Semangatmu tak pernah terlepas

Kini hijau padi jadi bahasa
tentang rindu yang tak pernah aku reda
Oh! Patani dulu di dalam jiwa
Selalu hidup selamanya ada

13/ Sep/2025

 

Gugur Bunga Menjadi Baja

Oleh: Furkon Patani

Diam-diam dia pergi
Bukan karena ingin berhenti
Bahkan cara dia menyadari
Bahwa dunia bukanlah abadi

Diam-diam dia gugur
Seperti bunga yang jatuh ke bumi
Tapi wanginya tetap menyebar
Agar masyarakat sekelilingnya sadar

Kini saat dia kembali
Dijemput oleh sang ilahi
Namun ada yang hidup kembali
Adalah jiwa-jiwa yang sedang mati

Lagu patriot patani telah berbunyi :
Gugur bunga di taman suci
Jatuh mewangi ibu pertiwi
Gugur satu tumbuh seribu
Engkaulah pahlawanku

Lagu ini mengingatkan kita
Gugur itu bukan akhir segalanya
Justru cara untuk mengingati
Bahwa patah akan tumbuh kembali

Padang kota 27 SEP 2025 00:58 WIB

 

Biodata Penulis:

Nisakowi Cheso (Furkon Patani), lelaki kelahiran Patani Selatan Thailand, 08 December 2005. Ia merupakan seorang mahasiswa jProdi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas dan aktif menulis, mencinta serta dunia bela diri. Ia dapat disapa lebih lanjut di akun Instagramnya @inspirasi_ku. 

Tags: #Furkon Patani
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Mendagri Apresiasi Pemko Padang Cepat Menangani Bencana

Berita Sesudah

Belenggu Perempuan pada Cerpen “Sepasang Mata Dinaya yang Terpenjara” Kritik Feminis

Berita Terkait

Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

Minggu, 25/1/26 | 13:00 WIB

Gambar:GeminiAI Sore di Bulan Juni Aku tidak tahu mengapa semuanya begitu pelan dan bahkan begitu cepat, bulan yang di mana...

Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

Minggu, 18/1/26 | 19:35 WIB

Sumber gambar: GeminiAI Tanpa Ingin Menjadi Utama Oleh: Arza Kailla Chaerani Kau hadir tanpa gegap gempita Seperti lagu yang tak...

Puisi-puisi Aliftia Nabila Putri

Puisi-puisi Aliftia Nabila Putri

Minggu, 11/1/26 | 09:26 WIB

  Sumber: Google GeminiAI Di Kota yang Berbeda Oleh: Aliftia Nabila Putri Di sini aku masih sibuk dengan hariku, Sama...

Puisi-puisi Indri Rahmadani

Puisi-puisi Indri Rahmadani

Minggu, 07/12/25 | 17:48 WIB

Sumber Gambar: Meta AI Rumah Tanpa Pintu Oleh Indri Rahmadani Di kota ini yang jauh dari ragamu Aku belajar berhitung...

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Minggu, 30/11/25 | 15:51 WIB

Sumber: Meta AI Sehangat Kepulan Kopi Oleh Wulan Darma Putri Dalam getaran cinta Kau mengukir hati yang luka Memberiku segala...

Puisi-puisi Afny Dwi Sahira

Puisi-puisi Afny Dwi Sahira

Minggu, 16/11/25 | 19:38 WIB

Menebak Pikiran Amir Oleh: Afny Dwi Sahira Sendu mata Amir rindu Buya Mengingat Buya semasa hidup Peninggalan Buya memenuhi memori...

Berita Sesudah
Belenggu Perempuan pada Cerpen “Sepasang Mata Dinaya yang Terpenjara” Kritik Feminis

Belenggu Perempuan pada Cerpen “Sepasang Mata Dinaya yang Terpenjara” Kritik Feminis

POPULER

  • Kantor Baru PKB Sumbar Diresmikan

    Kantor Baru PKB Sumbar Diresmikan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perkembangan Hukum Islam di Era Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Klarifikasi Direktur RSUD Sungai Dareh Terkait Poli Jantung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 13 Prodi FISIP UNAND Berhasil Raih Predikat “Unconditional” Akreditasi Internasional ACQUIN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024