
Sehangat Kepulan Kopi
Oleh Wulan Darma Putri
Dalam getaran cinta
Kau mengukir hati yang luka
Memberiku segala dekapan hangat
Sehangat kepulan kopi dipagi hari
Dari riuhnya badai yang menerpa
Kau tak segan pasang badan untukku
Menghalau segala keriuhannya
Dengan pandangan teduhmu
Padang, 2025
Kau juga Perlu Diusahakan
Oleh Wulan Darma Putri
Terima kasih untuk semua yang kau usahakan
Terima kasih untuk semua yang kau perjuangkan
Kadang kala kau juga perlu mendapatkannya
Tak hanya kau yang memberi
Tak hanya kau yang berusaha
Namun kaulah yang diusahakan
Padang, 2025
Sehangat Meja Makan
Oleh Wulan Darma Putri
Sembunyi badan dari matahari
Membuang beban di kereta pergi dan pulang
Untuk menebar tawa ditengah meja makan
Menyaksikan gelak tawa dengan keringat jerih payah
Menyambut lembaran nominal dengan senyuman
Tak ada yang lebih hangat dari senyuman orang tua
Tak ada ucapan berarti selain terima kasih dari adik
Padang, 2025
Lagi-lagi Maaf
Oleh Wulan Darma Putri
Lelah mata ini memandang api belakang
Yang mengobar jauh dibelakang punggung
Seakan tak boleh terlihat siapapun
Walau penyembunyiannya sia-sia
Maaf, maaf, dan maaf
Lagi-lagi maaf
Kenapa tak minta maaf saja pada hatimu
Hati yang ikut kau bohongi
Padang, 2025
Berbahagialah, Cinta
Oleh Wulan Darma Putri
Berbahagialah cinta
Kau tak lagi menerka inginku
Kau tak lagi mencari mauku
Dan kau tak lagi bersusah payah mencintaiku
Karena aku akan membiarkanmu berbahagia
Bersama pilihan yang kau senyapkan dariku
Padang, 2025
Biodata Penulis:
Wulan Darma Putri, perempuan kelahiran Padang, 14 februari 2006. Penulis merupakan seorang mahasiswi Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas yang kini bergiat aktif dalam UKMF Labor Penulisan Kreatif Universitas Andalas. Dapat disapa lebih lanjut di akun instagramnya @wulandarmaaa_







![Kantor PDAM Kota Padang.[foto : net]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/07/FB_IMG_17535045128082-350x250.jpg)