Sabtu, 18/4/26 | 20:40 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home TIPS

Hobi Makan Mi Campur Nasi? Awas! ini Bahaya Jangka Panjangnya

Senin, 18/8/25 | 13:32 WIB

Jakarta, Scientia.id – Mencampur mi dengan nasi sering dianggap cara praktis untuk membuat perut kenyang lebih lama. Kebiasaan ini cukup populer di kalangan masyarakat Indonesia, karena dua sumber karbohidrat tersebut mudah didapat dan terasa mengenyangkan.

Namun, ahli gizi mengingatkan bahwa konsumsi mi dan nasi bersamaan bukan pilihan terbaik jika dilakukan terlalu sering. Pasalnya, pola makan seperti ini bisa menimbulkan ketidakseimbangan zat gizi yang berdampak pada kesehatan dalam jangka panjang.

Menurut Dosen Program Studi Manajemen Industri Jasa Makanan dan Gizi, Sekolah Vokasi IPB University, Rosyda Dianah, SKM, MKM, kombinasi mi dan nasi membuat asupan karbohidrat melonjak signifikan, sementara protein dan lemak sehat menjadi jauh berkurang. “Jika sering dilakukan, risikonya bisa muncul berbagai masalah metabolik,” ujarnya, dikutip dari laman resmi IPB University, Senin (18/8/2025).

BACAJUGA

Waspada, Membiarkan Gigi Berlubang Tanpa Penanganan Bisa Memicu Komplikasi Medis yang Serius

Waspada, Membiarkan Gigi Berlubang Tanpa Penanganan Bisa Memicu Komplikasi Medis yang Serius

Selasa, 07/4/26 | 14:30 WIB
Waspada Bahaya Tersembunyi, Ahli Ingatkan Pentingnya Kuras Dispenser Secara Rutin

Waspada Bahaya Tersembunyi, Ahli Ingatkan Pentingnya Kuras Dispenser Secara Rutin

Selasa, 07/4/26 | 14:10 WIB

Rosyda mencontohkan, bila seseorang mengonsumsi 150 gram nasi ditambah 100 gram mi, maka total energi yang masuk sekitar 401 kkal. Dari jumlah tersebut, sekitar 80 persen energi berasal dari karbohidrat (82 gram), sedangkan protein hanya 7 gram dan lemak sekitar 2 gram. Kondisi ini jelas tidak sesuai dengan anjuran gizi seimbang.

Risiko kesehatan yang mengintai

Menurut Rosyda, kebiasaan makan mi dengan nasi dalam jangka panjang bisa memicu sejumlah masalah metabolik, antara lain obesitas, resistensi insulin, dislipidemia, hingga inflamasi kronis.

Hal ini berkaitan dengan sifat nasi putih dan mi instan yang mengandung karbohidrat sederhana dengan indeks glikemik tinggi. Jika sering dikonsumsi, gula darah akan mudah melonjak dan turun drastis, membuat tubuh lebih cepat lapar.

Ia juga menambahkan, kurangnya asupan protein dan lemak sehat dapat mengganggu produksi hormon pengatur nafsu makan, seperti leptin dan peptida YY. Akibatnya, seseorang lebih mudah merasa lapar, sehingga konsumsi kalori berlebih tidak terhindarkan.

Saran menu pengganti

Untuk mengurangi risiko, Rosyda menyarankan masyarakat mengatur ulang komposisi makanan. Misalnya, setengah porsi nasi ditambah lauk hewani atau nabati serta sayur. Bisa juga mengganti karbohidrat dengan sumber lain seperti ubi rebus yang dipadukan dengan telur, kacang-kacangan, atau sayuran.

Alternatif lain adalah menggunakan bahan rendah karbohidrat, seperti mi shirataki, kemudian ditambahkan sumber protein dan sayuran segar. Dengan begitu, kebutuhan gizi lebih seimbang dan tubuh tetap mendapat rasa kenyang tanpa kelebihan karbohidrat.

Baca Juga: 5 Makanan untuk Kesehatan Otak agar Terhindar dari Pikun

“Intinya, jangan biarkan karbohidrat mengambil porsi lebih dari seperempat isi piring. Lengkapi dengan protein, lemak sehat, serat dari sayur, serta buah-buahan agar tubuh tetap bugar,” tegas Rosyda. (*)

Tags: Tips Kesehatan
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Gowes Merah Putih 80 KM, Gubernur Sumbar Ajak Masyarakat Satukan Semangat Kemerdekaan

Berita Sesudah

Semarak HUT RI ke-80 di Kuranji, Zalmadi Bacakan Teks Proklamasi

Berita Terkait

Waspada, Membiarkan Gigi Berlubang Tanpa Penanganan Bisa Memicu Komplikasi Medis yang Serius

Waspada, Membiarkan Gigi Berlubang Tanpa Penanganan Bisa Memicu Komplikasi Medis yang Serius

Selasa, 07/4/26 | 14:30 WIB

Padang, Scientia.id - Kesehatan gigi seringkali dianggap sepele oleh sebagian masyarakat, terutama ketika lubang kecil yang muncul belum menimbulkan rasa...

Waspada Bahaya Tersembunyi, Ahli Ingatkan Pentingnya Kuras Dispenser Secara Rutin

Waspada Bahaya Tersembunyi, Ahli Ingatkan Pentingnya Kuras Dispenser Secara Rutin

Selasa, 07/4/26 | 14:10 WIB

Padang, Scientia.id – Banyak masyarakat yang beranggapan bahwa air minum dalam kemasan galon sudah pasti terjamin kebersihannya. Namun, sering kali...

Kehilangan Ijazah Bukan Akhir Segalanya, Ini Prosedur Resmi Dapatkan SKPI yang Sah di Mata Hukum.

Kehilangan Ijazah Bukan Akhir Segalanya, Ini Prosedur Resmi Dapatkan SKPI yang Sah di Mata Hukum.

Selasa, 07/4/26 | 08:49 WIB

Masyarakat yang kehilangan dokumen penting seperti ijazah akibat musibah, kelalaian, atau bencana alam kini tidak perlu merasa panik Pemerintah telah...

Jalan Kaki Teratur Bisa Turunkan Kolesterol, Ini Penjelasan Ahli

Kekuatan Otot Jadi Indikator Umur Panjang, Ini Temuan Studi Terbaru

Kamis, 02/4/26 | 10:37 WIB

Jakarta, Scientia.id - Sebuah penelitian yang dipublikasikan di JAMA Network Open mengungkap bahwa kekuatan otot dapat menjadi indikator sederhana untuk...

AI Tidak Akan Mencuri Pekerjaan Anda, Tapi Rekan Kerja yang “Pintar” Menggunakannya Akan Melakukannya

AI Tidak Akan Mencuri Pekerjaan Anda, Tapi Rekan Kerja yang “Pintar” Menggunakannya Akan Melakukannya

Senin, 16/3/26 | 04:02 WIB

Kalau Anda masih ngerjain tugas kantor pakai cara tahun lalu, bersiaplah ketinggalan kereta. Ini rahasia agar posisi Anda aman permanen...

“Yes-Man” Bukan Jaminan Promosi: Pakar Sebut Seni Menolak Pekerjaan Adalah Kunci Produktivitas

“Yes-Man” Bukan Jaminan Promosi: Pakar Sebut Seni Menolak Pekerjaan Adalah Kunci Produktivitas

Senin, 16/3/26 | 03:27 WIB

Karyawan paling berharga bukan mereka yang ngerjain semuanya, tapi mereka yang tahu kapan harus bilang 'cukup'. Ini cara menetapkan boundaries...

Berita Sesudah
Anggota DPRD Padang, Zalmadi.[foto : ist]

Semarak HUT RI ke-80 di Kuranji, Zalmadi Bacakan Teks Proklamasi

POPULER

  • Afrina Hanum

    Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kata Penghubung dan, serta, dan Tanda Baca Koma (,)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Bahasa Indonesia Formal dan Informal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Konsep Metafungsi dalam Wacana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penggunaan Tanda Hubung (-) dan Tanda Pisah (—)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harimau vs Singa, Siapa yang Lebih Kuat? Ini Fakta Sains dan Kasus Nyatanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemikiran Halliday tentang Semiotika Sosial dalam Ilmu Bahasa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026