Selasa, 03/3/26 | 00:55 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Tuah Rumah

Minggu, 17/8/25 | 19:03 WIB
Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Lastry Monika
(Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand)

 

Dalam dua tahun terakhir, rumah saya di kampung lebih sering sepi. Saya hanya pulang saat libur panjang, entah lebaran atau ketika kalender memberi jeda empat hingga lima hari. Kini orang tua pun ikut tinggal bersama saya di rantau. Rumah pun sering kosong. Akibatnya, mulai tampak kerusakan, kayu lapuk, besi berkarat, dinding lembab, dan lumut yang tumbuh di sudut-sudutnya.

Melihat kondisi itu, saya jadi merenung. Ternyata rumah tidak hanya membutuhkan atap yang kuat atau tiang yang kokoh, tapi juga kehadiran manusia di dalamnya. Tanpa penghuni, rumah cepat berubah. Ia lembab, rapuh, dan kehilangan kehangatan. Saya mulai paham, bahwa rumah memiliki jiwa selama ada penghuninya.

BACAJUGA

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Dari Lahan ke Lisan: Warisan yang (Tak Lagi) Disemai

Minggu, 01/3/26 | 21:43 WIB
Suatu Hari di Sekolah

Kampung, Cerita, dan Ingatan yang Tak Pernah Usang

Minggu, 08/2/26 | 15:36 WIB

Saya teringat kata Atuak, bahwa rumah bukan sekadar tempat berteduh. Ia menyimpan makna lebih dalam, karena dipercaya memiliki tuah—kekuatan yang membuatnya kokoh. Namun, tuah itu hanya terjaga ketika rumah tetap dihuni, dirawat, dan dihidupkan oleh aktivitas manusia.

Kita mungkin saja heran melihat rumah kayu tua dengan ornamen yang hampir rusak masih mampu bertahan puluhan tahun. Menariknya, rumah itu tetap kokoh selama ada yang menghuni. Sementara itu, rumah yang kelihatannya megah dan kuat justru cepat rusak ketika dibiarkan kosong.

Rumah yang dihuni senantiasa “hidup”. Di dalamnya ada suka dan duka dari penghuni. Semua itu menciptakan energi kehidupan yang menjaga rumah tetap tegak, meski fisiknya mulai renta. Rumah yang tidak dihuni kehilangan denyut itu. Ia menjadi sepi, lembab, dan pelan-pelan lapuk dimakan rayap, ditumbuhi lumut, hingga akhirnya roboh tanpa ada yang menolong.

Dari sini saya belajar bahwa rumah bukan hanya soal bahan bangunan yang kuat atau arsitektur yang indah. Ia hidup karena penghuninya. Selama ada manusia yang merawat, berdoa, dan memberi makna, rumah akan tetap bertuah. Tetapi jika ditinggalkan, sehebat apapun bangunannya, ia akan cepat rapuh.

Setiap kali pulang, saya selalu berdiri lama di halaman. Ingatan pun hadir, riuh keluarga di ruang tengah, harum masakan ibu, hingga dentuman hujan di atap seng yang dulu menemani tidur masa kecil. Kini, keheningan lebih sering menyelimuti rumah, seakan menagih kembali kehidupan yang pernah mengisinya. Saat itulah saya sadar, rumah bukan sekadar bangunan, melainkan wadah kenangan dan kasih sayang. Selama kita terus pulang, walau sebentar, rumah akan tetap bertuah dan tak pernah benar-benar sepi, seperti apa yang disampaikan Atuak.

Tags: #Lastry Monica
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Puisi-puisi M. Subarkah

Berita Sesudah

Bank Nagari Punya Ruang PPID, Mahyeldi Tekankan Pentingnya Transparansi Publik

Berita Terkait

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Dari Lahan ke Lisan: Warisan yang (Tak Lagi) Disemai

Minggu, 01/3/26 | 21:43 WIB

Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah/Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand) Dalam beberapa minggu terakhir, saya berkunjung ke beberapa nagari untuk...

Suatu Hari di Sekolah

Kampung, Cerita, dan Ingatan yang Tak Pernah Usang

Minggu, 08/2/26 | 15:36 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Kecamatan Gunuang Omeh, khususnya Nagari Talang Anau bukan tempat...

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Renyah: Bacaan Pelan untuk Hari yang Cepat

Minggu, 18/1/26 | 21:05 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Jika Renyah dapat dianalogikan, ia bukan ruang yang hadir dengan suara lantang atau pernyataan yang...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

2026 dan Renyah yang Tetap Menyapa

Minggu, 04/1/26 | 23:10 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Akhir tahun 2025 kita lewati dengan langkah yang lebih pelan. Bencana yang terjadi di...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Lengah di Tengah Jeda

Minggu, 21/12/25 | 20:08 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saat istirahat siang, saya sering lengah dengan waktu. Bukan karena terburu-buru seperti di pagi...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Ketika Waktu Tak Menunggu

Minggu, 07/12/25 | 22:22 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saya sering bangun tergesa, seolah pagi datang lebih cepat dari dugaan. Waktu terus berjalan...

Berita Sesudah
Gubernur Sumbar, Mahyeldi saat meresmikan ruang PPID Bank Nagari.[foto : ist]

Bank Nagari Punya Ruang PPID, Mahyeldi Tekankan Pentingnya Transparansi Publik

POPULER

  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    Gerakan Sosial Baru pada Perang Kata-kata antara SEAblings dan Knetz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Firdaus: Pengurus PMII Bukan Pengisi Struktur, Tapi Penggerak Perubahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bale by BTN, Transaksi Cepat Tanpa Ribet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Sumbar Sebar 216 Tim Safari Ramadhan 1447 H, Salurkan Bantuan hingga Rp50 Juta per Masjid

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kebutuhan Darah Sumbar Capai 200 Kantong per Hari, Wakil Ketua DPRD Sumbar Ajak Semua Unsur Rutin Donor

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bahasa dan (Ber) Pikiran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024