Kamis, 22/10/26 | 02:21 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Kritik terhadap Para Pemimpin dalam Cerpen “Saksi Mata” Karya Seno Gumira

Minggu, 30/3/25 | 07:30 WIB
Oleh: Tomi Pratama
(Mahasiswa Progra, Studi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)

 

Seno Gumira Ajidarma adalah seorang jurnalis terkenal enggan disebut sastrawan  yang lahir di Boston, Amerika Serikat pada tanggal 19 Juni 1958, tetapi tumbuh dan besar di Yogyakarta. Seno Gumira banyak meyuguhkan karya sastra salah satunya cerpen yang berjudul “Saksi Mata” ditulis berdasarkan insiden yang terjadi di Dili Timor Timur pada 12 November 1991. Cerpen Saksi Mata merupakan  cerita pendek karya Seno Gumira Ajidarma. Cerpen ini ditulis di Jakarta pada 4 Maret 1992. Cerpen ini menjadi judul buku cerpen karya Seno Gumira Ajidarma yang terbit pada tahun 1994. Pada buku ini tidak hanya cerpen Saksi Mata, tetapi masih ada 15 cerpen terdapat dalam buku yang menyuguhkan cerita tentang kekejaman dan derita manusia kelas bawah. Atas kisah-kisah tersebut, buku ini juga mendapatkan penghargaan Penulisan Karya Sastra pada tahun 1995 dari Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Cerpen “Saksi Mata” bertema kebenaran yang ditutup-tutupi yang di mana pengarang terinspirasi dari kejadian nyata zaman orde baru pada saat itu masih dipimpin oleh Soeharto sehingga banyak sekali metode yang menyebabkan  masyarakat tidak dapat menyuarakan haknya. Pada cerpen ini, Seno Gumira menggambarkan seorang wartawan menjadi saksi mata atas salah satu  peristiwa. Akan tetapi, ia tidak dapat mengungkapkan kejadian yang sebenarnya karena sudah kehilangan kedua bola matanya.

Cerpen “Saksi Mata” diawali dengan permasalahan sang Saksi Mata yang kehilangan bola matanya. Cerpen ini menggunakan alur maju dan mundur, serta dengan akhir yang menggantung. Hal ini menyebabkan pembaca harus masuk dalam imajinasi mereka masing-masing agar dapat memahami cerita. Selanjutnya, latar tempat pada cerpen “Saksi Mata” berada di ruangan pengadilan yang sedang berjalannya proses pengadilan. Tokoh utamanya adalah Saksi Mata dengan tokoh pendukung Hakim, masyarakat, ninja, dan sopir hakim. Saksi Mata memiliki sifat peduli terhadap keadilan dan masyarakat dalam cerpen memiliki sifat tidak peduli terhadap keadaan yang terjadi. Hakim memiliki sifat acuh tak acuh pada persidangan, ninja memiliki sifat yang patuh pada perintah atasan, dan sopir memiliki sifat berpihak pada kebenaran. Pada akhir paragraf, menceritakan bahwa tokoh Saksi Mata dicabut lidahnya oleh ninja. “Pada waktu tidur, ia bermimpi, ada lima orang berseragam ninja mencabut lidahnya- kali ini menggunakan catut.” Hal tersebut merupakan permainan disengaja oleh atasan ninja supaya Saksi Mata tidak dapat bersaksi di pengadilan karena lidahnya dicabut.

BACAJUGA

Ketika Cuaca Berubah, Hama Ikut Berubah

Ketika Cuaca Berubah, Hama Ikut Berubah

Minggu, 18/10/26 | 16:21 WIB
Membedah Luka Anak Rantau dalam Lagu “Sesi Potret”

Membedah Luka Anak Rantau dalam Lagu “Sesi Potret”

Minggu, 18/10/26 | 15:52 WIB

Seno Gumira memperlihatkan perbedaan kelas sosial yang ada dalam masyarakat dalam tulisannya. Tokoh Saksi Mata adalah seorang yang tertindas dan tidak dapat menyuarakan keadilan karena rakyat biasa yang tinggal di lingkungan kumuh dibungkam oleh kekuasaan, sedangkan tokoh Hakim adalah seseorang yang memiliki kuasa di ranah hukum harus mengikuti aturan sesuai dengan sistem yang telah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia.

Bila dikaitkan pada zaman sekarang, kondisi ini tentunya masih ada pada saat ini. Seno Gumira menyuarakan kritikannya terhadap pemimpin dalam tulisan cerpen “Saksi Mata” secara tidak langsung untuk menyadarkan para pemimpin dan pembaca agar berani menegakkan keadilan. Tidak hanya dalam cerpen, pada tulisan lainnya yang berjudul “Ketika Jurnalis Dibungkam, Sastra Harus Bicara”, Seno juga menyuarakan keadilan. Buku tersebut sangat berkaitan di era rezim pemimpin yang tidak bertanggung jawab. Para jurnalis tidak boleh meliput politik agar para pemimpin bisa seenak dalam menjalankan pemerintahan Indonesia.

Seno Gumira sengaja membuat akhir yang menggantung supaya pembaca harus membaca berulang kali agar dapat memahami tulisan dari cerpen “Saksi Mata”, seperti analogi ninja dan darah yang menggambarkan akibat-akibat dilakukan oleh para penguasa. Tokoh ninja menggambarkan  orang yang mengancam Saksi Mata agar tidak dapat memberikan kesaksian di pengadilan. “Nah, itu ninja! Mereka itulah yang mengambil mata saya dengan sendok!”  Darah menggambarkan keserakahan para penguasa terhadap fasilitas yang dibangun oleh negara. Akan tetapi, keserakahan mereka tidak bisa dilihat oleh siapa pun. Hal tersebut tergambar jelas pada kutipan “Darah mengalir perlahan-lahan tapi terus menerus sepanjang jalan raya sampai kota itu banjir darah. Darah membasahi segenap pelosok kota bahkan merayapi gedung-gedung bertingkat sampai tiada lagi tempat yang tidak menjadi merah karena darah. Namun ajaib, tiada seorang pun melihatnya.”

Tags: #Tomi Pratama
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Perbedaan Kata “Salam” dan “Salim” saat Lebaran

Berita Sesudah

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1446 H pada 31 Maret 2025

Berita Terkait

Ketika Cuaca Berubah, Hama Ikut Berubah

Ketika Cuaca Berubah, Hama Ikut Berubah

Minggu, 18/10/26 | 16:21 WIB

Oleh: Lili Herlina (Mahasiswa Prodi Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Andalas) Ketika membicarakan masalah pertanian, perhatian sering kali tertuju pada...

Membedah Luka Anak Rantau dalam Lagu “Sesi Potret”

Membedah Luka Anak Rantau dalam Lagu “Sesi Potret”

Minggu, 18/10/26 | 15:52 WIB

Oleh: Puspandhari Ilsa Pinasty (Mahasiswa Prodi Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Andalas)   Bayangkan seorang anak rantau yang akhirnya mampu...

Kabut Regulasi: UU ITE Berubah, Tetapi Apakah Publik Benar-Benar Memahaminya?

Kabut Regulasi: UU ITE Berubah, Tetapi Apakah Publik Benar-Benar Memahaminya?

Selasa, 13/10/26 | 18:50 WIB

Taufiq Muhammad Akbar ‎Magister Ilmu Komunikasi, Universitas Andalas (UNAND) Undang-undang berubah, Pasal diperbaiki, Ancaman pidana disesuaikan, Istilah hukum diperbarui. Tetapi...

Regulasi Saja Tidak Cukup: Menangkal Gangguan Informasi di Ruang Digital

Regulasi Saja Tidak Cukup: Menangkal Gangguan Informasi di Ruang Digital

Senin, 12/10/26 | 14:55 WIB

Ilustrasi: Hukum dan regulasi hanyalah pagar luar, namun kesadaran dan etika digital masyarakat adalah benteng utama yang sesungguhnya dalam menangkal...

Puisi-puisi M. Subarkah

Bahasa, Miskomunikasi, dan Konflik Rumah Ibadah

Senin, 12/10/26 | 06:40 WIB

Oleh: M. Subarkah (Mahasiswa S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Bahasa memiliki peran penting dalam membentuk pemahaman, hubungan sosial, dan sikap...

Penentu Arah Perubahan Zaman

Penentu Arah Perubahan Zaman

Minggu, 11/10/26 | 20:39 WIB

Oleh: Arza Kailla Chaerani (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas) Dunia terus berubah, begitu pula cara manusia memahami identitas,...

Berita Sesudah
Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1446 H pada 31 Maret 2025

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1446 H pada 31 Maret 2025

POPULER

  • Jangan Lewatkan! DPP Iluni UNP Bakal Gelar Temu Akbar Lintas Angkatan

    Jangan Lewatkan! DPP Iluni UNP Bakal Gelar Temu Akbar Lintas Angkatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dampak Asap Karhutla, Nakes di Dharmasraya Diminta Jemput Bola Tangani Pasien ISPA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PKB Sumbar Bagikan Masker di Lubuk Alung, Firdaus: Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sidak Bupati Dharmasraya, Lahan dan Hutan Terbakar Sudah Ditanami Sawit

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bias Pengetahuan Bahasa AI tentang Perempuan dan Krisis Iklim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pelantikan DPD KNPI, Bupati Dharmasraya Ajak Pemuda Bersinergi dengan Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Evaluasi Kinerja Perumda Tirta Solok Nan Indah, Bupati Solok Bidik 30.000 Pelanggan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026