Senin, 02/3/26 | 21:09 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Tentang Urang Balakang

Minggu, 16/3/25 | 16:36 WIB
Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Lastry Monika
(Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand)

 

Minggu lalu, pada 9 Maret 2025, saya menulis tentang makna dari urang balakang dan bagaimana istilah ini digunakan dalam kehidupan keseharian. Namun, masih ada hal-hal yang ingin saya ungkapkan lebih lanjut mengenai topik tersebut. Bagi saya, urang balakang adalah sosok yang sering luput dari perhatian, padahal peran mereka begitu penting di balik setiap keberhasilan yang dirayakan.

Menariknya, urang balakang tidak hanya mencerminkan peran-peran yang tersembunyi, tetapi juga cara masyarakat memandang kekuatan di balik layar. Apakah urang balakang adalah pilar yang menopang kesuksesan, atau justru bayang-bayang yang meragukan keabsahan sebuah pencapaian?

BACAJUGA

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Dari Lahan ke Lisan: Warisan yang (Tak Lagi) Disemai

Minggu, 01/3/26 | 21:43 WIB
Suatu Hari di Sekolah

Kampung, Cerita, dan Ingatan yang Tak Pernah Usang

Minggu, 08/2/26 | 15:36 WIB

Urang balakang bukan sekadar istilah yang meluncur begitu saja dalam percakapan. Ia menyimpan lapisan makna yang tidak selalu tampak di permukaan. Dalam satu sisi, ia bisa bermakna netral, bahkan positif mengacu pada orang-orang yang bekerja dalam diam, yang keberadaannya mungkin luput dari perhatian, tapi perannya begitu vital. Namun, di sisi lain, ia juga bisa mengandung nada sinis, sebagai tanda tanya akan keabsahan sebuah pencapaian, seolah keberhasilan seseorang tak pernah berdiri sendiri, melainkan selalu ada sosok lain di baliknya.

Menariknya, dalam kehidupan sosial orang Minangkabau, urang balakang justru sering kali memiliki pengaruh yang lebih besar daripada mereka yang tampil di depan. Ada ungkapan yang menyatakan “nan nampak di muko alun tantu itu nan di balakang”. Ini menegaskan bahwa sistem sosial dan budaya Minangkabau tidak hanya berorientasi pada siapa yang terlihat, tetapi juga siapa yang bekerja dalam diam.

Saya sendiri pernah mengalami bagaimana urang balakang menjadi bagian dari dinamika kehidupan. Suatu ketika, dalam sebuah organisasi kampus, ada seseorang yang selalu berada di balik layar, memastikan segala sesuatu berjalan lancar tanpa pernah sekalipun menonjolkan diri. Ketika acara sukses, nama-nama yang disebut sebagai panitia inti adalah mereka yang tampil di depan, berbicara di panggung, atau berinteraksi langsung dengan peserta.

Namun, tanpa orang yang bekerja di balik layar atau si “urang balakang” itu, acara mungkin tak akan berjalan sebagaimana mestinya. Ironisnya, di lain waktu, istilah ini justru digunakan untuk mempertanyakan kredibilitas seseorang, seperti ketika seorang teman memenangkan kompetisi, dan muncul komentar, “sia urang balakangnyo tu?”. Seolah tanpa dukungan dari seseorang di balik layar, keberhasilannya tak mungkin terjadi.

Pada akhirnya, apakah seseorang berada di depan atau di belakang bukanlah ukuran mutlak atas nilai dan perannya. Dunia ini bergerak bukan hanya oleh mereka yang terlihat, tetapi juga oleh tangan-tangan tak tampak yang bekerja dalam senyap. Maka, yang lebih penting dari sekadar mencari siapa urang balakang adalah bagaimana kita tetap bergerak, berkarya, dan berkontribusi, entah dari depan atau dari belakang.

Tags: #Lastry Monica
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Moxa Hadirkan Promo Spesial Pinjaman Selama Ramadan

Berita Sesudah

Tenaga Honorer Pemko Padang Didapuk Menjadi Dubalang

Berita Terkait

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Dari Lahan ke Lisan: Warisan yang (Tak Lagi) Disemai

Minggu, 01/3/26 | 21:43 WIB

Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah/Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand) Dalam beberapa minggu terakhir, saya berkunjung ke beberapa nagari untuk...

Suatu Hari di Sekolah

Kampung, Cerita, dan Ingatan yang Tak Pernah Usang

Minggu, 08/2/26 | 15:36 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Kecamatan Gunuang Omeh, khususnya Nagari Talang Anau bukan tempat...

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Renyah: Bacaan Pelan untuk Hari yang Cepat

Minggu, 18/1/26 | 21:05 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Jika Renyah dapat dianalogikan, ia bukan ruang yang hadir dengan suara lantang atau pernyataan yang...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

2026 dan Renyah yang Tetap Menyapa

Minggu, 04/1/26 | 23:10 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Akhir tahun 2025 kita lewati dengan langkah yang lebih pelan. Bencana yang terjadi di...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Lengah di Tengah Jeda

Minggu, 21/12/25 | 20:08 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saat istirahat siang, saya sering lengah dengan waktu. Bukan karena terburu-buru seperti di pagi...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Ketika Waktu Tak Menunggu

Minggu, 07/12/25 | 22:22 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saya sering bangun tergesa, seolah pagi datang lebih cepat dari dugaan. Waktu terus berjalan...

Berita Sesudah
Wali Kota Padang, Fadly Amran saat mengukuhkan Tim Dubalang Kota. Rabu, (12/03/2025) [ foto : ist]

Tenaga Honorer Pemko Padang Didapuk Menjadi Dubalang

POPULER

  • Firdaus: Pengurus PMII Bukan Pengisi Struktur, Tapi Penggerak Perubahan

    Firdaus: Pengurus PMII Bukan Pengisi Struktur, Tapi Penggerak Perubahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gerakan Sosial Baru pada Perang Kata-kata antara SEAblings dan Knetz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bale by BTN, Transaksi Cepat Tanpa Ribet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Lahan ke Lisan: Warisan yang (Tak Lagi) Disemai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pesan Tauhid dan Penyerahan Diri dalamPuisi “Sembahyang Rumputan”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satu Tahun Duo Srikandi Dharmasraya, Pendidikan dan OVOP Jadi Andalan Bangun Ekonomi Rakyat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024