Jumat, 17/4/26 | 21:03 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Ketidakseimbangan Id, Ego, dan Superego dalam Novel “Merindu Baginda Nabi”

Minggu, 12/1/25 | 10:37 WIB

Oleh: Nada Aprila Kurnia
(Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas)

 

Sigmund Freud, seorang pelopor dalam psikoanalisis memperkenalkan konsep id, ego, dan superego. Ketiganya merupakan komponen utama kepribadian manusia. Ketiganya harus bekerja dengan seimbang untuk menghasilkan kepribadian yang stabil dan sehat. Namun, jika terjadi ketidakseimbangan di antara ketiganya, hal itu seringkali memicu konflik batin yang mendalam pada diri manusia.

BACAJUGA

Makna Konotasi dan Denotasi Kata Cabe-Cabean

Makna Konotasi dan Denotasi Kata Cabe-Cabean

Minggu, 12/4/26 | 16:27 WIB
Peran Sintaksis dalam Kehidupan Sehari-hari

Peran Sintaksis dalam Kehidupan Sehari-hari

Minggu, 12/4/26 | 15:54 WIB

Arum adalah salah satu tokoh dalam novel Merindu Baginda Nabi karya Habiburrahman El Shirazy. Ia  menjalani kehidupan yang digambarkan sebagai sosok yang diliputi konflik emosional, terutama terkait rasa irinya terhadap Rifa, selaku tokoh utama yang selalu unggul dalam berbagai hal. Perilaku Arum yang mudah dipengaruhi oleh Tiwik serta kebenciannya yang tidak berdasar terhadap Rifa mencerminkan ketidakseimbangan kepribadian pada tokoh Arum, yaitu id yang mendominasi. Id merupakan bagian yang menggerakkan psikis manusia untuk mencapai pemenuhan kebutuhan biologis (seperti makan, minum, tidur, berhubungan seks, dan lain-lain) dan juga instrinsik kematian (tanatos) yang mendorong tingkah laku agresif.

Karakter Arum yang diliputi perasaan iri hati dan kebencian selalu menginginkan kepuasan instan. Arum tidak bisa menerima kenyataan bahwa ada orang yang lebih baik darinya.  Hla itu terlihat dalam ucapan sinis Arum, “Tapi dia kan setengah tahun tidak masuk sekolah dan tidak ikut ujian kenaikan tingkat, Bu? Mestinya dia harus tetap tinggal di kelas sebelas dong!”. Kutipan itu menggambarkan bahwa Arum tidak mau sekelas dengan Rifa karena takut nilainya berada di bawah Rifa. Padahal, posisi Rifa baru pulang dari pertukaran pelajar ke Amerika sebagai perwakilan dari sekolahnya dan Rifa juga tetap mengerjakan ujian tambahan di sana.

Salah satu ucapan yang mengandung hasutan buruk juga berasal dari Tiwik,

“Dia sedikit memujimu. Menurutku sih, nadanya nyinyir banget. Terus dia kasih kaos ini, dari University of California Berkeley. Pura-pura nya sih dia mendoakan kamu semoga sampai di kampus itu. Tapi nadanya itu lho, Rum. Itu kan sindiran, seolah dia itu bilang ke kamu, bahwa kamu nggak mungkin akan kuliah di sana. Mimpi.”

Ucapan itu diterima langsung oleh Arum tanpa mencari tahu kejadian sebenarnya. Hal itu menandakan ego Arum yang lemah karena tidak mampu menyeimbangkan id dan realitas. Ego berarti penyeimbangan segala keinginan yang ada di dalam Id dengan tuntutan dari dunia luar atau berorientasi kepada prinsip realitas. Ego Arum tampak tidak cukup kuat untuk mengendalikan dorongan negatifnya. Sebagai contoh, ia lebih memilih membenci dan bersaing dengan Rifa secara emosional daripada mencari cara untuk memperbaiki diri. Selain itu, ego Arum cenderung tunduk pada tekanan eksternal sehingga terdapat ketergantungan pada orang lain, seperti pengaruh buruk dari Tiwik. “Mendengar kata-kata Tiwik yang penuh hasutan itu, amarah Arum semakin berlipat-lipat baranya.”

Selanjutnya, superego yang kurang berkembang. Super Ego berfungsi sebagai panduan moral dalam bertindak. Ia berusaha untuk menekan dorongan-dorongan dari Id yang mungkin bertentangan dengan nilai-nilai moral yang diterima. Hla itu dapat dilihat dari minimnya moralitas yang kuat pada Arum. “Kalau tidak melihat Bu Tatik di belakang Arum, ingin rasanya mengeluarkan anak itu sejak lama. Kepala sekolah itu sekuat tenaga menahan amarahnya”. Sebagai anak konglomerat, Arum mungkin terbiasa mendapatkan apa yang diinginkan tanpa banyak usaha. Hal ini membuat superego-nya kurang berkembang sehingga nilai-nilai moral dan etika tidak menjadi panduan utama perilakunya.

Salah satu ucapan Arum yang tidak menunjukkan etika adalah ketika berbicara dengan Bapak Kepala Sekolah tapi dengan sikap yang tidak sopan. Padahal, Bapak Kepala Sekolah hanya mengingatkan Arum tentang sikapnya yang tidak pantas di luar sana. “Bapak jangan melampaui batas! Bapak boleh menegur saya terkait dengan tingkah laku saya di sekolah ini. Di luar sana, itu urusan pribadiku dan jangan ikut campur! Sekali lagi, Bapak jangan melampaui batas!”

Superego yang seharusnya menyeimbangkan dorongan id dengan nilai-nilai moral, tetapi tidak berfungsi maksimal sehingga ketidakmampuan Arum melawan dorongan id terlihat dari perilaku Arum yang lebih sering dipengaruhi emosi negatif daripada moralitas baik yang ada dalam masyarakat. Ketidakseimbangan konsep kepribadian ini mengakibatkan seseorang lebih sering bereaksi tanpa pertimbangan yang matang. Ia juga mudah menerima pengaruh buruk dari orang lain, seperti hasutan Tiwik yang berhasil memperburuk hubungan Arum dan Rifa. Ini menunjukkan lemahnya dalam kontrol diri terhadap dorongan negatif.  Selain itu, ketidakseimbangan itu mengakibatkan konflik internal pada diri sendiri. Di satu sisi, Arum ingin mengungguli Rifa, tetapi di sisi lain, ia tidak mampu mengelola perasaan irinya dan tidak mau bersaing secara sehat sehingga membuatnya terjebak dalam konflik emosional dan pelaku destruktif.

Tags: #Nada Aprila Kurnia
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Menjaga Bahasa Minangkabau di Tengah Arus Modernisasi

Berita Sesudah

Legislator DPR RI Rico Alviano Salurkan Bantuan Alsintan bagi Petani di Sijunjung

Berita Terkait

Makna Konotasi dan Denotasi Kata Cabe-Cabean

Makna Konotasi dan Denotasi Kata Cabe-Cabean

Minggu, 12/4/26 | 16:27 WIB

Oleh: Alya Najwa Abdillah (Mahasiswa MKWK Bahasa Indonesia dan S1 Teknik Lingkungan Universitas Andalas)   Bahasa berkembang seiring dengan berjalannya...

Peran Sintaksis dalam Kehidupan Sehari-hari

Peran Sintaksis dalam Kehidupan Sehari-hari

Minggu, 12/4/26 | 15:54 WIB

Oleh: Gilang Nindra (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas)   Dalam Tarmini dan Sulistyawati (2019: 1-2), sintaksis...

Membongkar Rahasia Kalimat Menurut Para Ahli

Membongkar Rahasia Kalimat Menurut Para Ahli

Minggu, 12/4/26 | 15:41 WIB

Oleh: Febby Gusmelyyana (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas)   Bahasa adalah sistem komunikasi paling sempurna yang...

Batu dan Zaman

Lebih dari Ego: Membaca Bawang Merah Bawang Putih melalui Psikoanalisis

Minggu, 05/4/26 | 11:04 WIB

Oleh: Andina Meutia Hawa (Dosen Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Cerita Bawang Merah Bawang Putih dalam antologi berjudul...

Puisi-puisi M. Subarkah

Konfigurasi Makna Leksikal dan Kontekstual Kata “Siap” dalam Kajian Semantik

Minggu, 05/4/26 | 10:54 WIB

Oleh: M. Subarkah (Mahasiswa Prodi S2 Linguistik FIB Universitas Andalas)    Bahasa merupakan sistem tanda yang tidak hanya berfungsi sebagai...

Efektivitas Ribuan Tangga di Universitas Andalas

Efektivitas Ribuan Tangga di Universitas Andalas

Minggu, 29/3/26 | 15:18 WIB

Oleh: Naura Aziza Cahyani (Mahasiswa Prodi Teknik Lingkungan Universitas Andalas)   Universitas Andalas (UNAND) merupakan salah satu universitas tertua di...

Berita Sesudah
Legislator DPR RI Rico Alviano Salurkan Bantuan Alsintan bagi Petani di Sijunjung

Legislator DPR RI Rico Alviano Salurkan Bantuan Alsintan bagi Petani di Sijunjung

POPULER

  • Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus.[foto : ist]

    65 Kandidat Ketua DPC PKB se-Sumbar Bakal Ikuti UKK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KAN Pauh Kamba Diduga Cegah Pencalonan Warga, Status Adat Jadi Penghalang Pilwana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Jenis-jenis Pola Pikir Manusia, Begini Penjelasan Para Ahli Psikologi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Oleh sebab itu, Oleh karena itu, atau Maka dari Itu?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tim Lupak Polres Dharmasraya Sikat 5 Pelaku Narkoba di Sungai Kambut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada Psikolog Gadungan, HIMPSI Sumbar Imbau Masyarakat Cek Keabsahan dan Legalitas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026