Jumat, 29/8/25 | 18:25 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Sepiring Gulai, Seuntai Kenangan

Minggu, 18/8/24 | 15:55 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Beberapa hari lalu, saya bertemu dengan teman lama dari sekolah dasar. Pertemuan awalnya sekadar ngopi santai, berubah menjadi ajang nostalgia seru penuh tawa. Cerita demi cerita meluncur seperti kopi yang baru dihidangkan, hangat dan penuh kenangan. Tak ada yang dapat menggantikan momen sederhana itu, menu yang dipesan jadi penggiring tawa yang tak ada habisnya.

Masa kecil adalah dunia penuh keajaiban, di mana segalanya terasa lebih sederhana, namun penuh warna. Salah satu momen yang paling membekas dalam ingatan kami waktu itu adalah saat sakit. Demam tinggi, badan panas dingin, batuk dan pilek menjadi hal menyebalkan, karena tidak dapat bermain di luar rumah. Namun, ada satu hal yang bisa mengobati rasa sedih itu: gulai ayam.

BACAJUGA

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Rahasia di Balik Semangkuk Mi Rebus

Minggu, 10/8/25 | 19:24 WIB
Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Crack! Sebuah Denting Kecil

Minggu, 13/7/25 | 18:39 WIB

Gulai ayam menjadi makanan istimewa. Tidak sembarang waktu bisa menikmatinya. Buka tanpa alasan, mungkin harga ayam waktu itu mahal, atau kalah dengan jenis olahan lainnya. Pastinya, hampir semua bocah saat itu (kami di kampung) memakan gulai ayam saat sakit. Uniknya, selera makan kami kembali, alhamdulillah tidak berapa lama kemudian sembuh. Dengan catatan, tetap disiplin minum obat.

Pembicaraan kami sampai pada guyonan gulai ayam, “hanya ada dua kemungkinan kita dapat makan ayam, saat kita sakit atau ayamnya yang sakit dan disemblih”. Begitu kata teman saya sambil tertawa keras sampai mengeluarkan air mata. Saya ikut tertawa juga, sampai perut sakit mengingat momen saat itu. Guyonan itu tidak sekadar hiburan saja, melainkan juga anekdot yang paling membekas bagi kami. Anekdot ini menjadi semacam hiburan tersendiri bagi saya. “Kasihan juga ayamnya jika sakit”, begitu yang saya pikirkan sambil tersenyum kecil.

Cerita kami semakin ngalor-ngidul, hingga akhirnya mulai membayangkan keluhan ayam-ayam di rumah saat kami jatuh sakit. “Semoga dia cepat sembuh, kalau tidak, kami yang jadi korban!” Begitulah kira-kira anekdot yang kami buat. Skenario ini begitu sering terulang, sampai-sampai setiap kali saya mulai merasa tak enak badan, diam-diam saya berharap bahwa gulai ayam akan menjadi penghibur di tengah rasa lemah dan lesu itu.

Kini, setiap kali menyantap gulai ayam, saya tersenyum mengingat masa kecil yang penuh dengan imajinasi dan anekdot sederhana. Siapa sangka, sebuah penyakit kecil bisa membawa kebahagiaan yang begitu besar, hanya karena ada ayam yang harus dipilih antara sehat dan “dikorbankan”.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Terpidana Kasus Sianida, Jessica Telah Bebas dari Penjara

Berita Sesudah

Memaknai Kembali Arti Kata “Kemerdekaan”

Berita Terkait

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Rumah dan Kenangan yang Abadi

Minggu, 24/8/25 | 21:15 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand)   Minggu lalu, tepat pada 17 Agustus 2025, saya menulis sebuah catatan...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Tuah Rumah

Minggu, 17/8/25 | 19:03 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand)   Dalam dua tahun terakhir, rumah saya di kampung lebih sering sepi....

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Rahasia di Balik Semangkuk Mi Rebus

Minggu, 10/8/25 | 19:24 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Sore itu, hujan mengguyur tanpa henti sejak siang, menebar hawa dingin yang merayap masuk...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Melangkah Pelan dalam Dunia Pernaskahan: Catatan dari Masterclass Naskah Sumatera

Minggu, 03/8/25 | 21:28 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand)   Menjadi peserta Masterclass Naskah Sumatera yang diadakan oleh SOAS University of...

Suatu Hari di Sekolah

Fiksi dan Fakta: Dua Sayap Literasi

Minggu, 27/7/25 | 16:28 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Perdebatan soal bacaan fiksi dan nonfiksi kerap muncul di...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Ruang Bernama Kita

Minggu, 20/7/25 | 21:04 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Pada 16 Februari 2025, saya pernah menulis di rubrik...

Berita Sesudah
Memaknai Kembali Arti Kata “Kemerdekaan”

Memaknai Kembali Arti Kata "Kemerdekaan"

Discussion about this post

POPULER

  • Kominfo Dharmasraya Diduga Jadi Biang Kegaduhan Soal Pembahasan Asistensi APBD-P 2025

    Kominfo Dharmasraya Diduga Jadi Biang Kegaduhan Soal Pembahasan Asistensi APBD-P 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buzzer, Kominfo, dan Tensi Politik Dharmasraya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 401 PPPK di Pesisir Selatan Resmi Dilantik, Bupati Ingatkan Jangan Gadaikan SK ke Bank

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Solok Tutup Safari Berburu Hama, Dorong Perlindungan Pertanian dan Silaturahmi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukittinggi Didorong Jadi Kota Beradat, Berbudaya, dan Ramah Pejalan Kaki

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tragedi Affan, PMII Padang Ingatkan Jangan Ada Impunitas Aparat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024