Rabu, 08/4/26 | 00:44 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home Unes

Insting Parental Tidak Hanya Milik Ibu

Minggu, 11/8/24 | 15:28 WIB

Lastry Monika
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Insting ibu atau keibuan adalah anggapan kuno yang perlu ditinggalkan. Sebab, insting parental atau insting orang tua tidak hanya terkait pada satu gender saja. Perempuan dan laki-laki sama-sama memiliki insting ini.

Insting parental tidak muncul begitu saja, namun membutuhkan proses untuk mengaktifkannya. Mengalami masa mengandung selama sembilan bulan tidak serta-merta membuat perempuan langsung memahami seluk beluk tentang bayi ketika ia melahirkan. Akan tetapi, tampaknya insting parental ini kadung dianggap mutlak milik ibu.

BACAJUGA

Suatu Hari di Sekolah

Memahami yang Tersisa, Merawat yang Bertahan

Minggu, 05/4/26 | 19:25 WIB
Suatu Hari di Sekolah

Sastra Lisan dalam dunia Pertanian: Ingatan yang Bertahan di Lahan yang Berubah

Minggu, 29/3/26 | 18:35 WIB

Saya pernah menyaksikan seorang ibu baru yang sering kena tegur perawat tentang caranya menyusui bayi di sebuah rumah sakit. Beberapa kali ia menyusui bayinya dengan posisi yang menurut si perawat dianggap salah. Suami yang menemaninya di kamar inap tidak mendapat respons atau anjuran apapun untuk membantu si ibu menyusui bayi mereka dengan benar.

Saya yang berada di kamar inap yang sama juga mendapat kritikan dari perawat yang sedang bertugas. Saya yang ketika itu tengah hamil tujuh minggu sangat disayangkan karena tidak mengonsumi vitamin hamil sejak sebelum hamil. Di tengah kondisi yang lemas karena mengalami sedikit pendarahan, saya merasa tersudutkan karena tidak mengerti akan hal itu.

Mengalami masa mengandung dari bulan ke bulan tidak membuat perempuan mutlak memahami setiap perubahan yang terjadi pada tubuhnya. Justru setiap perubahan itu seringkali terasa membingungkan dan mengejutkan, hingga seolah ia tak mengenali dirinya lagi.

Pelibatan ayah dalam masa sembilan bulan itu adalah proses yang sangat penting baginya untuk mengaktifkan insting parental. Oleh sebab itulah ia harus membersamai ibu di setiap pemeriksaan, turut serta belajar terkait perubahan-perubahan yang terjadi pada fisik dan psikis ibu selama kehamilan, dan turut serta pula dalam mempersiapkan kelahiran.

Pengasuhan bersama telah ditawarkan sejak abad ke-17 oleh François Poullain de la Barre. Namun tampaknya hingga hari ini konsep tersebut masih terlaksana secara berat sebelah. Ibu masih dianggap sebagai pilar utama, sedangkan ayah cukup dengan membantu saja. Konstruksi sosial dan aturan dalam pembagian cuti melahirkan ikut melanggengkan hal ini.

Baru-baru ini muncul beberapa kasus terkait penganiayaan bayi yang dilakukan oleh pemilik tempat penitipan anak. Sebagian pengguna media sosial, bukannya fokus pada kronologi kasus, malah mempertanyakan ibu si bayi sebagai pilar pengasuhan. Komentar-komentar yang menyudutkan peran ibu pun bermunculan, bahkan dari sesama perempuan. Akan tetapi, peran ayah sama sekali tidak terlalu dipersoalkan.

Fenomena itulah yang menjadi salah satu contoh bahwa hingga saat ini peran pengasuhan masih berat sebelah. Perempuan masih dijadikan pihak paling bertanggung jawab karena masih dianggap satu-satunya gender yang seolah secara alamiah memiliki insting pengasuhan.

Tags: #Lastry Monica
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

KI Sumbar Apresiasi Nagari III Koto Aur Malintang untuk Penilaian Apresiasi Monev Desa 2024

Berita Sesudah

Buya Mahyeldi Resmikan Surau Ka’bah Inyiak Tuah Islamic Center Panampuang

Berita Terkait

Suatu Hari di Sekolah

Memahami yang Tersisa, Merawat yang Bertahan

Minggu, 05/4/26 | 19:25 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Tulisan sebelumnya mungkin berhenti pada satu kesan: bahwa...

Suatu Hari di Sekolah

Sastra Lisan dalam dunia Pertanian: Ingatan yang Bertahan di Lahan yang Berubah

Minggu, 29/3/26 | 18:35 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/ Kolumnis Rubrik Renyah)   Setiap kali pulang dari kegiatan pengambilan dan perekaman...

Suatu Hari di Sekolah

Menjelang Kemenangan: Catatan Kecil tentang Sabar

Minggu, 15/3/26 | 13:29 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Ada satu hal yang selalu saya rasakan setiap kali...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Tenang, Kita Selesaikan Satu-Satu

Minggu, 08/3/26 | 22:59 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Suatu hari, dalam sebuah percakapan santai, saya tiba-tiba terpikir...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Dari Lahan ke Lisan: Warisan yang (Tak Lagi) Disemai

Minggu, 01/3/26 | 21:43 WIB

Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah/Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand) Dalam beberapa minggu terakhir, saya berkunjung ke beberapa nagari untuk...

Suatu Hari di Sekolah

Kampung, Cerita, dan Ingatan yang Tak Pernah Usang

Minggu, 08/2/26 | 15:36 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Kecamatan Gunuang Omeh, khususnya Nagari Talang Anau bukan tempat...

Berita Sesudah

Buya Mahyeldi Resmikan Surau Ka'bah Inyiak Tuah Islamic Center Panampuang

Discussion about this post

POPULER

  • Kehilangan Ijazah Bukan Akhir Segalanya, Ini Prosedur Resmi Dapatkan SKPI yang Sah di Mata Hukum.

    Kehilangan Ijazah Bukan Akhir Segalanya, Ini Prosedur Resmi Dapatkan SKPI yang Sah di Mata Hukum.

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Capaian Pembangunan di Dharmasraya Tahun 2025 Dinilai Progresif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Oleh sebab itu, Oleh karena itu, atau Maka dari Itu?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bentuk-Bentuk Singkatan dalam Surat Resmi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada Bahaya Tersembunyi, Ahli Ingatkan Pentingnya Kuras Dispenser Secara Rutin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026